
apa *suara coretan pena*
Diari ku, catatan harian ku, dan segala pengalaman ku, sebagai pengingat dan sebagai penuntun dikala aku bingung dan bimbang dalam mengambil keputusan.
Sudah banyak hal yang terjadi sejak aku memutuskan untuk bergabung menjadi anggota Red Barron, semua hal keji yang aku lakukan bersama mereka, berbekas seperti luka yang tidak kunjung sembuh.
Semua korban-korban itu, nyawa yang melayang itu.. Wajah mereka sering terlintas di benak pikiran ku. sudah 3 hari lama nya aku kerap kali terbangun dari mimpi buruk ku, semua jeritan itu, dan darah yang mengalir, seakan menghantui ku dan membuat ku semakin muak.
Siapa kah aku ini? Darimana asal ku berada?
siapa orang tua ku..
aku masih tidak tahu apa-apa..
Semua ini hampir membuat ku gila..
tapi..
sejak aku bertemu dengan dia..
aku merasa...
sedikit damai..
entah ramuan apa yang dia berikan kepada ku, tapi berada di dekat nya saja sudah membuat ku tenang..
seakan semua kejadian keji itu tidak pernah terjadi..
heran..
Aku belum pernah merasa setenang ini sejak aku keluar dari desa..
Sepertinya aku harus memulai lembaran baru..
sudahlah cukup aku menumpahkan darah..
Aku harus berhenti..
*tok tok tok*
"Zii.. kamu di dalam?"
tanya kevin sambil menempelkan kuping di pintu kamar Ziana..
*Ziana yang sedang menulis seketika meletekan pena dan menutup diari nya, bergegas menuju pintu, namun enggan membuka pintu kamarnya..
"emm.. Kevin.."
panggil Ziana sambil jongkok dan bersandar di depan pintu kamar..
"Ya.."
...
...
...
seketika terjadi keheningan..
...
...
kevin pun menunggu dengan sabar, kevin pun memilih untuk jongkok dan bersandar di pintu kamar Ziana..
sambil memeluk lutut dan menundukan kepala,
Ziana bertanya..
"Kev.. Kamu masih di situ?"
"ya.. Aku masih disini"
jawab kevin
"Aku.. Lelah kev.. Aku mau berhenti"
ucap Ziana setelah menhembuskan napas panjang...
sambil tersenyum kevin bertanya
"jika itu keputusan mu, lakukan lah"
"kev.. Apa menurut mu aku ini orang jahat?"
tanya Ziana dengan nada pelan..
"Aku.. Tidak berhak menentukan kamu jahat atau tidak, aku bukan Hakim yang akan mengetok palu dan menyerahkan mu kepada algojo untuk di hukum, kamu sudah cerita semua tentang masa lalu mu kepada ku, dan yang aku yakini adalah semua manusia yang hidup di dunia ini memiliki kesempatan, baik itu kesempatan kedua, ketiga.. Dan seterusnya, selagi dia masih hidup..
Kau.. Masih ada.. Kau masih hidup,
maka.. Lakukanlah yang perlu kau lakukan,
dalam hal ini, jika memang kamu mau berubah, lakukanlah dengan sungguh-sungguh, setiap orang yang ada di dunia ini berhak mendapat kesempatan kedua, selagi ia masih bernafas"
kata kevin dengan penuh percaya diri
Seketika air mata Ziana menetes dengan perlahan, membasahi pipi Ziana..
"Terima kasih.. Kevin"
"nahh.. Yuk makan.. Aku udah masak sesuatu yang enak buat kamu.. aku tau kamu sedang menangis, cuci muka mu dan keluar lah"
kata kevin sambil berdiri..
Serentak pintu terbuka..
kevin berbalik melihat Ziana yang menerjang keluar memeluk kevin..
"ehem.. Yuk.. M.. A.. K.. A.. Nnn.."
bisik kevin di telinga Ziana
Ziana yang tersipu-sipu melepas pelukan nya dan menginjak kaki Kevin dengan keras..
*druuk*
"Aaahkk !!"
teriak kevin sambil memegang telapak punggung kaki yang di injak Ziana
"hihihihi"
Ziana tertawa kecil dan berlari kembali ke kamar dan mengunci pintu..
"aduhh shh ah.. Tuh cewek sedikit lagi aku bawa ke psikiater"
kata Kevin sambil berjalan pincang
Hari sudah cukup siang, aroma masakan dari kevin memenuhi seluruh ruangan, koki dari Restoran ternama menunjukan bakatnya..
"naaahh.."
"karena tadi pagi kamu tidak sarapan.."
"aku meningkatkan porsi makan mu.."
kata kevin sambil menaruh Piring dihadapan Ziana.
"Roast beef Special"
"daging sapi panggang dengan sedikit siraman Wine untuk meningkatkan cita rasa masakan"
"Selamat menikmati nona"
kata kevin sambil membuka penutup makanan.
Ziana yang sudah tergiur dan tidak sabar untuk menyantapnya memegang pisau dan garpu dengan perlahan, sambil memotong daging sapi itu dengan perlahan dan berusaha menjaga eleganitas nya..
Kevin yang melihat nya sedikit tertawa dan berkata..
__ADS_1
"apa yang kau lakukan nona, ini bukan restoran, makanlah seperti biasa, jangan sungkan .. Ayo santaplah haha"
Mendengar itu Ziana meletakan pisau dan garpu nya, dan memegabg daging itu dengan tangan kanan nya, dan memakan nya dengan lahap..
"seloow nona.. Seloww.. Ahaha"
"gimana?? Enakk kan??"
tanya kevin sambil tersenyum lebar
"hmhmhm aahmhm ahmm hmm"
kata Ziana dengan mulut penuh sambil mengacungkan jempol dan mengangguk-anggukan kepala nya..
"haha terima kasih nona, tambah lagi ayo jangan sungkan"
Ziana sedikit batuk sambil memukul-mukul dadanya dengan hati-hati...
"Ehh ehh.. pelan-pelann.. Kunyah dulu 30 detik.. lalu telan..
"Nah seperti itu.."
"Eh eh minum air nya dulu.."
*glup.. Glup.. Glupp*
"Enak bangeett"
teriak Ziana
"benarkah?"
"kalau kamu mau aku akan memasak ini setiap hari"
kata kevin dengan tersipu-sipu
sambil mengunyah makanan, Ziana hanya mengacungkan jempol kepada Kevin..
"Aku anggap itu ia"
saut kevin
Ziana tampak tersenyum puas..
Mereka berdua pun makan dan menghabiskan waktu bersama siang itu..
Ziana membantu kevin membereskan piring yang ada di atas meja, dan mencuci piring-piring tersebut..
Setelah makan mereka berdua membersihkan apartemen milik kevin, dan kemudian melanjutkan nya dengan menonton TV berdua..
"apa filem kesukaan mu?"
aku sudah mengganti chanel hingga ke 12 kali, namun kamu hanya menggeleng-gelengkan kepala mu"
tanya kevin dengan heran
"aku.. Emm.. Tch.. Belum pernah menonton TV sebelumnya"
jawab Ziana dengan dingin
"ah.. Maaf.."
"Y-ya udah kalau misalnya ada yang menarik bilang ya, aku bantu mengganti nya dari sini"
kata kevin sambil menekan tombol pengganti chanel.
Selang beberapa chanel yang sudah di ganti, tiba-tiba chanel berita mencuri perhatian Ziana..
"tahan di situ !"
kata Ziana dengan tegas
"oke, oh berita ini.. Bukankah ini.."
kata kevin tertegun
"ssshhh.."
"dilaporkan dari tempat kejadian, penemuan mayat salah satu anggota mafia Red Barron yang belum di ketahui identitasnya tergeletak bersamaan dengan mayat anggota Black jacket di tempat kejadian perkara, menurut warga setempat terdengar suara baku tembak, dan saling kejar-kejaran di area tempat kejadian, polisi menghimbau agar warga tidak berkeliaran di atas pukul 09.00 malam..."
"cukup... ganti channel nya"
"aku mau pergi"
kata Ziana sambil berdiri dari sofa.
"Tunggu ziana.. Kamu mau kemana?"
tanya kevin
"Aku akan kembali, tinggalah disini sebentar, berjanjilah untuk tidak mengikuti ku, aku mohon kepada mu, aku ingin pergi sendiri, percayalah kepada ku aku akan baik-baik saja"
kata ziana sambil menatap Kevin dengan lembut
Kevin menatap Ziana dengan penuh curiga dan tanya dalam pikiran nya..
"Hmmmmm"
"jujur, Aku sangat kawatir, apalagi setelah melihat berita siang ini.. Aku berjanji tidak akan mengikuti mu, dengan syarat, berjanjilah untuk kembali pukul 06.00 sore..
"iah itu saja dari aku... Aku percaya kepada mu"
kata kevin dengan sabar
Ziana pun tersenyum sambil bergegas keluar tanpa mengeluarkan satu kata pun..
Aku tahu dia akan pergi menemui bos nya..
Apa yang harus aku lakukan...
aku sudah berjanji untuk tidak mengikutinya..
tapi.. Kenapa.. Kenapa aku terobsesi dengan wanita ini..
sejak dia tinggal bersama ku, aku merasa ada perbedaan dalam hidup ku, aku sudah tidak merasa kesepian lagi..
sudah lama sekali sejak aku pindah ke kota ini
untuk memulai lembaran baru..
namun sejak wanita ini hadir..
aku merasa hidup..
Aku sangat sulit untuk mempercayai takdir..
namun jika memang takdir menghadiahkan dia kepada ku..
maka aku akan bertaruh..
ya..
taruhan ku adalah..
jika dia kembali pukul 06.00 sore nanti..
maka aku akan menjadikan dia milik ku..
setelah keluar dari apartemen kevin..
Ziana bergegas dan kembali menuju markas Red baron..
Semua anggota veteran Red baron terkejut melihat kedatangan Ziana..
"N-nyonya M-muda.."
"S-selamat datang kembali.."
kata salah satu anggota Red baron dengan gemetar..
"dimana T-Rex aku ingin bertemu dengannya"
__ADS_1
tanya Ziana dengan tegas..
"b-baik.. N-nyonya muda"
sambil mengeluarkan handphone milik nya dan dihubungilah nya tangan kanan T-Rex
"T-Tuan.. Maaf saya sudah lancang menghubungi.."
"ada apa.. Jika tidak penting jangan lah kau hubungi saya.."
"T-tapi tuan, saya harap ini adalah hal penting, Nyonya muda Ziana telah kembali"
. . . .
"suruh dia masuk !"
Zeni yang mendengar percakapan itu tanpa basa basi menerobos masuk menuju ruangan T-Rex.
sesampai nya di depan pintu ruangan boss nya, Para pengawal yang melihat Ziana pun ikut terkejut..
"biarkanlah aku masuk..
"ada beberapa hal penting yang ingin aku bicarakan dengan boss"
kata ziana dengan tegas
"nyonya muda, kami tidak bermaksud lancang, namun nyonya muda tau sendiri kan prosedur nya?
"mohon maaf nyonya, kami harus melakukan beberapa pemeriksaan"
kata pengawal dengan nada pelan..
"baiklah.. Lakukanlah dengan cepat, aku tidak membawa benda berbahaya"
perintah Ziana..
setelah melalui serangkaian pemeriksaan,
Ziana pun memasuki ruangan milik boss Red baron..
"Ziana..?"
"apakah itu kau?"
"aku pikir kau sudah mati"
tanya T-Rex dengan heran
"anggap saja aku sudah mati dan sekarang kau sedang berbicara dengan hantu"
"berbaliklah dari kursi mu itu dan lihatlah aku"
kata Ziana dengan tegas
Sambil memutarkan kursi nya T-rex pun menjawab
"Aaah Sifat dingib mu itu tidak akan pernah berubah ya anak ku"
"ohh, kau sedikit... Emm.. gemuk.. Lihatlah ukuran pipi mu itu"
"aah.. Si koki ternyata merawat mu dengan baik ya anak ku"
sindir T-Rex sambil tersenyum menyeringai.
"Jika kau menyentuh dia aku bersumpah aku akan menghabisi mu dengan tangan ku sendiri"
ancam Ziana.
"hahahahaha !!!"
"baguss.. Baguss sekali anak ku.."
"keberanian mu itulah yang membuat ku selalu bangga kepada mu, anak ku"
"tapi satu hal yang perlu kau ketahui, aku sama sekali tidak tertarik dengan kekasih mu itu"
aku bisa saja membunuh kalian berdua jika aku mau, dan sudah aku lakukan sejak awal kau memasuki apartemen nya"
"tapi kau tidak menunjukan tanda-tanda itu"
"tanda-tanda pengkhianat"
"harus aku akui Tanpa keberadaan mu kekuatan kita menjadi melemah"
"tapi aku anggap kamu sedang menjalani libur panjang"
"kau anak ku, aku masih tetap menganggap mu sebagai bagian dari keluarga Red Baron"
Sesaat sebelum T-rex menyelesaikan perkataannya Ziana pun memotong..
"aku mau berhenti"
kata Ziana dengan pelan
"apa kau bilang anak ku?"
tanya T-Rex sambil menatap kearah Ziana
"aku datang kesini untuk berhenti"
jawab Ziana dengan mata yang berkaca-kaca
"Hanya ada 3 cara yang harus kau ketahui untuk bisa berhenti anak ku, dan Tidak semudah yang ada di dalam otak kecil mu itu nona kecil ku"
"pertama jika kau sudah mati, maka kau akan bebas"
"kedua, berkhianat"
"ketiga, Jika kau berhasil membunuhku"
hahahaha...
kata T-Rex sambil tertawa terbahak-bahak
ziana yang mendengar itu menjadi panas hati.
membalikan badan dengan perlahan dan berjalan menjauh..
"sebelum kau pergi"
"aku ingin bertanya"
"kenapa, dan apa yang membuat mu ingin berhenti anak ku?"
tanya T-Rex sambil mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya..
"aku... Hanya ingin memulai hidup yang baru."
"memulai hari yang baru"
"tanpa membunuh, menyiksa, dan melukai siapa pun"
"aku ingin terbebas dari semua ini"
"aku mohon kepada mu.. Bukan sebagai boss"
"tetapi sebagai seorang ayah"
"Aku.....
*brraakkkhh*
T-Rex menghantam meja dengan keras dan suara nyaring dari hantaman nya menggema hingga keluar ruangan..
"kau sudah tau jawaban ku kan anak ku"
"kau yang mati, atau aku yang mati"
"pergilah dan renungkan lah itu"
-Bersambung-
__ADS_1