
Keadaan Kota Metropolis setelah perampokan besar-besaran yang di lakukan anggota Boss mafia Red Baron yang di pimpin oleh boss mereka T-Rex,
merubah seisi kota menjadi medan perang..
Kekacauan terjadi dimana-mana..
mafia "Black Jacket" melalukan beberapa serangan balik di beberapa wilayah milik Mafia Red Baron..
peperangan antara kedua kubu ini membuat tingkat kriminalitas di kota menjadi meningkat pesat..
Toko-toko kecil milik mafia Red Baron menjadi sasaran empuk pembalasan mafia Black Jacket..
Tidak terima dengan serangan yang di anggap berpengecut itu, T-Rex melakukan serangan balik dengan membantai para petinggi Black Jacket di Markas mereka dan merebut area Timur yang menjadi milik Black Jacket selama ini..
banyak nya mayat yang bertebaran di tiap sudut kota membuat petugas medis kewalahan mengangkut nya satu persatu dan menguburkannya secara masal dengan menimbunya di di luar kota metropolis..
Kepolisian yang kewalahan mengejar para pelaku menghimbau agar para masyarakat untuk berwaspada dan berhati-hati ketika berada di luar rumah..
Sementara itu Ziana sedang berada di ruang perawatan Rumah sakit di pindahkan ke lantai dua dan keadaan Ziana sudah mulai membaik..
*hoam*
(suara Ziana menguap sambil meregangkan tangan)
..sudah berapa lama aku di sini..
..cih..
(tiba-tiba ziana teringat kejadian pengkhianatan jessika)
..aku akan membalas mereka...
..orang-orang ini akan ku hapuskan dari muka bumi..
(kata ziana sambil menggeram di dalam hati)
...
"heii kamu.. !"
"haa aahn..!
"k-koki..? emm.. kau mengagetkan ku" kata Ziana dengan malu sambil mengusap lengan nya.
"hee..?? wajah mu memerah..!
"apakah kakak cewek ini masih demam..
"coba sini jidat kamu.." kata Kevin sambil meraba jidat Ziana
"eh.. emm..
"......
"udah jangan lama-lama...hiihh.."
kata Ziana sambil meremas kuat-kuat telapak tangan kevin
"aaakhh adududuu..!
..ini cewek kenapa..
"hmmphh..
"langsung pegang-pegang aja..
"tidak sopan" kata ziana sambil mengembangkan pipi..
"aku sedang memeriksa keadaan mu..
"Tiba-tiba saja wajah mu merah seperti itu..
kata kevin sambil mengelus telapak tangannya
"hihihi..
"eh.. maksud ku..
"kenapa? Sakit? sini pegang lagi.. ku remuki jari mu satu persatu koki dungu" kata ziana sambil menopang pinggang nya dan menatap Kevin dengan wajah memerah..
dasar tidak tau berterima kasih..
ingin sekali aku menjitak kepala nya..
"iya iya maaf.. ...gendut.. uhuk.." kata kevin menyindir
"apaaaaa..!" teriak Ziana dengan suara nyaring
"ehh ehh sssttt... ini rumah sakit loh hedeh"
kata Kevin dengan panik
"kau yang mulai duluann.."
__ADS_1
kata ziana sambil mengembangkan pipi
keluar dari rumah sakit aku jitak kepala nya..
"iaahh iaahh.. aku yang salahh .. oke.. tenang lah"
kata kevin sambil melototi Ziana
Seketika ruangan hening sejenak..
Ziana menatap keluar jendela..
"Terima Kasih...."
"ha..?"
"ehem..
"aku bilang.. terima kasih.."
kata Ziana dengan mata berkaca-kaca..
"eeh.. emm.. ia aku pikir itu hanyalah kebetulan kok" kata Kevin dengan malu sambil menggaruk kepala
"tidak..
"aku pikir itu bukanlah kebetulan..
"aku tidak mempercayai yang nama nya "Kebetulan"..
"tapi aku terus membayangkan..
"apa jadinya jika mereka menemukan ku..
"aku tidak akan pernah menemui Orang tua kandung ku atau bahkan mereka.. kedua pribadi yang sangat aku sayangi...
"Terima kasih... koki.."
kata Ziana sambil meneteskan air mata
sekarang aku paham...
se**kasar-kasarnya wanita, setangguh-tangguh nya mereka, sekuat apapun mereka, wanita tetaplah wanita...
"kau tau.. masih banyak yang ingin aku tanyakan tentang kejadian yang menimpa mu..
"tapi tanpa mengurangi rasa hormat..
"emm. mungkin sebaiknya aku meninggalkan mu untuk beristirahat..." kata kevin sambil melihat jam tangan nya...
(Ziana memegang tangan kanan kevin dan kevin terhenti sejenak)
"ini...
"Nama ku masih ada di tangan kanan mu??
"kau tidak mencuci nya? kata Ziana dengan heran
"ah.. masih terlihat yah?
"percayalah pada ku..
"sudah berbagai macam sabun aku gunakan untuk menghilangkan tinta pena ini..
"Pena yang kau pakai untuk menuliskan nama mu di tangan kanan ku ini...
"adalah pena berkualitas pilihan para investor dan pemimpin kota untuk menandatangani kontrak..
"merkuri yang ada di dalam di tinta ini susah menghilang dengan mudah namun ketika bertemu dengan kertas hasil nya sangatlah indah..
"dan tanpa aku sadari kau membawa pena ku setelah menuliskanya di lengan kanan ku kan?"
tanya Kevin sambil menatap pasrah Ziana
(Ziana ketawa geli)
"hihihi..
"ada kok..
"aku menyimpan pena "President mu" dengan baik di dalam sebuah kotak dan menyimpan nya di dalam lemari bersuhu ruangan" kata ziana sambil melototi Kevin
"o-oh wow.. sampai segitu nya ya...
"untungnya masih tau diri juga ya kamu"
sindir kevin
"ohh.. sebenarnya terlintas dalam pikiran jahil dan gelap ku ini aku mau mematahkan nya dan menjadikanya sebagai penopang jendela apartemen ku yang longgar siihh.." sindir Ziana
"oohh begitu??
"kalau aku sih, setelah keluar dari ruangan ini biaya rumah sakit nya di tanggung masing-masing siiiihhh" sindir keras Kevin
__ADS_1
"eh eh eh..
"enggak kok canda broo.. candaa" balas ziana dengan sedikit panik
"nah gitu dong.. jadi gadis itu yang manis dikit lah"
kata kevin sambil mengangkat-angkat alisnya..
"koki dungu..." gumam Ziana
"apa katamu??" balas kevin tiba-tiba
"maksud kuuu....
"aku belum tahu nama muu...
"hehehe.." jawab Ziana sambil tersenyum mengalihkan kecurigaan
"ahh benar..
"aku sudah berbicara panjang lebar tapi belum juga memperkenalkan diri ku yaa.." kata kevin dengan bersemangat..
.. sukurlah koki dungu ini tidak mendengarkan hinaan ku tadi.. kata ziana dalam hati
"Nama ku kevin....
"dan...
"ee...
"mmmm....
"oi..
"Tangan mu masih menggenggam lengan kanan ku heii...." kata kevin sambil menunjuk-nunjuk tangan nya yg masih di genggam Ziana..
(wajah Ziana memerah)
"K-koki bodooh.. !!"
*kreekk*
(bunyi dari remasan tangan Ziana)
"aakkhh.. sakeeett..!!"
apa salah ku ya Tuhan..
(Permisii... apakah tuan nyonya sekalian bisa mengecilkan suara nya sedikit? pasien lain mencoba untuk beristirahat, mohon kerja sama nya nya, terima kasih)
"Maafkan atas kelancangan kami suster"
kata Ziana dan kevin bersamaan
"oke lah kalau begitu..
"semakin lama aku di sini malah semakin membuat keributan..
"aku mau pulang dulu " kata Kevin sambil membalikan badan
"Kevin..
"Besok.. datang lagi ya" kata Ziana sambil menunduk malu
"aku akan terus berkunjung sampai Ziana sembuh dan pulih" kata Kevin dengan percaya diri
kedua nya saling membalas senyum dan kevin meninggalkan Ziana untuk beristirahat
Sementara itu di markas Mafia Black Jacket..
"Bos Wanita yang kami kejar waktu itu..
"tampak nya dia terluka parah..
"Dia masih hidup...
"dan sepertinya dia di selamatkan seseorang"
...
"Aku harap dia tidak cukup pintar untuk pergi ke Rumah Sakit..
"jika benar, seharusnya sekarang dia masih di rawat di salah satu rumah sakit di wilayah kita..
"periksalah setiap Rumah sakit yang ada...
"jika kalian menemukan ruang perawatan nya..
"Jangan langsung bertindak..
"aku menginkannya hidup-hidup" Perintah Boss Mafia Black Jacket.
Bersambung..
__ADS_1