Wanita Pembunuh Berdarah Dingin

Wanita Pembunuh Berdarah Dingin
Teman Masa Kecil


__ADS_3

*suara Mobil di kendarai*


"Belok kanan perlahan...


"ikuti arus kendaraan satu jalur..


"bersikaplah biasa atau mereka akan curiga..


"apa mereka masih di belakang..?


"sudah ku bilang berhentilah menoleh kebelakang terus..


"Kita harus pergi ke tempat ramai..


"pusat perbelanjaan kota..


"bersikap normalah..


"aku tidak ingin menyela ide mu tapi, setidak nya beritahu apa yang akan kau lakukan?..


"Aku akan menghabisi mereka berdua"


Kevin dan Ziana yang di buntuti oleh anak buah Black Jacket mencoba untuk mengakali mereka namun tidaklah membuahkan hasil...


Ziana berencana untuk membawa mereka ke pusat perbelanjaan untuk mengakhiri semuanya.


"di sana..


"masuklah perlahan menuju parkiran bawah tanah..


*suara mobil lalu lalang*


*brum*


*kikk*


(Kevin mengehntikan mobilnya)


"ayo keluar..


"dan berjalanlah menuju lift..


"tetap tenang dan jangan melihat ke belakang..


*suara pintu mobil di tutup*


"mereka sudah tiba..


"ayo masuk lift..


saat kevin dan ziana masuk ke dalam lift..


mereka melihat di depan mereka tidak jauh jarak nya dua orang berjas hitam berkemeja putih berjalan dengan santai menuju mereka..


"tenanglah..


"tutup pintu lift nya..


*Ting*


"kau lihat itu?


"mereka hanya 2 orang..


"ayo kita harus bergegas menuju tempat penjualan baju..


Saat lift mereka berhenti anggota mafia yang mengikuti mereka mengetahui lantai yg mereka tuju dengan melihat angka yang tertera di atas pintu lift ..


sementara itu Ziana dan Kevin menuju Tempat penjualan pakaian..


"kita harus membeli pakaian dan mengganti pakaian kita dengan cepat..


"aku akan memindahkan perban ini ke sebuah manekin...


*Ting*


(suara pintu lift terbuka)


Para anggota mafia itu berjalan dengan cepat menuju tempat penjual pakaian..


saat mereka melihat Perban yang sudah di pindahkan Ziana ke sebuah manekin..


mereka berdiri sejenak mengawasi dan menunggu..


Rencanana Ziana berhasil..


Kedua Mafia itu mengawasi manekin yang di kira nya manusia yang sedang berdiri...


setelah mengawasi 10 menit lamanya..


kedua mafia itu saling menatap dengan curiga..


mereka pun memutuskan untuk menghampiri manekin itu..


dan ketika mereka mendapati bahwa itu hanyalah sebuah mankin..


mereka pun berlari menuju lift ke area tempat parkir mereka..


*Ting*


(Suara lift terbuka)


mereka segera keluar dan menuju mobil mereka..


saat menyalakan mesin dan memundurkan mobil..


ke 4 ban mereka pecah seketika..


kedua mafia itu pun tidak dapat melanjutkan Pengejaran mereka..


rencana Ziana berhasil sempurna..


"ahahaha...


"aku membayangkan wajah bodoh mereka saat mengetahui itu hanyalah manekin...


"kau tau bagian lucu nya..


"ban mereka pecah dan tangki bensin mereka bocor...


"ahahaha... ahaha..


"haaa...


"hari ini seru banget" kata Ziana sambil tersenyum melihat Kevin dari spion


"....."


"iya..


"bagimu ini menyenangkan..


"sejak dari awal kita di buntuti, jantungku berdegup kencang aku ketakutan setengah mati" kata Kevin sambil menghela napas


"huuu huu huu pengecut.." kata ziana sambil menunjuk-nunjuk kevin


*kiiikk kiikkk*


(suara ban terkikis aspal)


Mobil tiba tiba berhenti dan Ziana terguncang hingga terjatuh di kursi belakang mobil..


*bub brukk*


"ooppsss..


"tadi tiba tiba ada kucing lewat..


"aw..


"k-kau..."


*sreett*


Ziana mengunci leher Kevin menggunakan lengan dari belakang..


"aakkh !!!" teriak kevin Panik


"apa kau mau membuat ku cidera lagi? hah?" tanya Ziana sambil mengeraskan kuncian nya..


"eeehh aakkhh ..


"aakkh iaah iaah..


"ampunn.. ampunn..


"hngg ahkk.." jerit Kevin kehabisan napas

__ADS_1


"hmmphh.. menjengkelkan" kata Ziana sambil membuka kuncian lengannya


"haaa..


"huuu..


"Kita belum impas..


"aku.. uhuk uhuk.. akan membalas mu setelah sembuh." kata kevin sambil melanjutkan mengendarai


"hmmph.. wleee" balas Ziana menjulurkan lidah


setelah beberapa jam berkendara..


Ziana tertidur..


Kevin berhenti sejenak di depan Mini Market..


setelah memberi beberapa snack dan minuman dan keperluannya..


Dia mencoba membangunkan Ziana..


"hei..


"bangunlah..


"kau belum makan malam..


"haa?


"ehm.. masih ngantuk.. ehm.."


yah ampun.. seperti anak kecil saja dia..


garang dari luar tapi lunak dan lembut di dalam..


"Aku akan mengantarkan mu kembali ke apartemen mu, agar kau bisa beristirahat dan segera pulih..


"sebutkanlah alamat mu..


"ehhmmnn.. hmmh.. apah kauh bodoh..


"akuh sudah bilang aku adalah buronan..


"artinyah.. hoam.. tempat tinggal ku sudah tentu di awasi dan tidak aman.. koki payah.. koki bodoh. hmmh hwam.. Zzz.." kata Ziana menggumam dalam kantuk berat nya


dalam keadaan mengantuk saja masih bisa mengejek dan menghina..


perempuan aneh..


"jadi..


"kita tidak mempunyai pilihan selain membawa mu ke tempat ku?" kata kevin sambil memegang kemudi dan menatap spion mobil melihat Ziana dari pantulan kaca spion


Ziana tersenyum dan mengangguk..


*m-manis sekali..


entah apa cuma aku atau wanita ini kalau tidur cantiknya nambah..


ahh..


apa yang aku pikirkan..


tapi..


suatu saat nanti aku akan mengatakan nya..


menceritakan yang sebenarnya*..


setelah beberapa menit melalui jalan yang sepi..


sampailah mereka..


"oi..


"kita sudah tiba..


"......"


"Ziana..?


sepertinya ia sudah tertidur pulas..


terpaksa aku harus menggendongnya..


"huph..


"haa..


cukup ringan ternyata..


apa kekurangan gizi ya?


ringan banget..


kevin berjalan menuju kamarnya..


membuka pintu ..


menaruhka Ziana pelan-pelan di atas kasur..


memakainya selimut..


dan berjalan mundur perlahan untuk keluar dari kamar nya..


"Koki..


"Terima kasih ya" kata Ziana dengan suara pelan


Kevin yang mendengar suara Ziana terdiam sejenak...


jadi selama aku menggendongnya dia terbangun ya..


dan kevin hanya membalas dengan mengangguk...


Kevin mematikan lampu kamar menutup pintu dan membiarkan Ziana beristirahat..


Hari yang panjang dan melelahkan bagi mereka berdua..


kedua nya tertidur hingga siang hari...


aku mau menulis..


aku membutuhkan buku atau kertas..


mari kita lihat isi lemari meja itu..


"aah..


"adudu..


"ahh sial... luka ku terbuka.." kata Sambil memegang paha nya


"Aku mendengar suara teriakan..


"kau sudah bangun ternyata..


"wow..


"luka mu mengeluarkan darah" kata Kevin


"Sepertinya kemarin aku bergerak terlalu banyak..


"mafia-mafia sialan itu membuat ku menderita seperti ini..


"Aku tidak akan tinggal diam tunggu saja waktu pembalasan ku" kata Ziana dengan geram


ng-ngeri..


perempuan ini memiliki kedua sisi yang berbeda-beda..


cantik dan manis namun mematikan dan menyeramkan..


"sudah sudah...


"jika kau tidak menenangkan diri..


"darah mu akan semakin banyak keluar..


"Ijinkan aku untuk merawat luka mu" kata Kevin sambil mempersiapkan alat perawatan luka


"kau beruntung datang ke tempat ku..


"pekerjaan keluarga ku rata-rata adalah petugas Medis..


"Ayah ku adalah seorang dokter yang menikahi Bidan..

__ADS_1


"bahkan neneku adalah seorang perwat..


"jadi benda-benda medis seperti ini sangatlah banyak di simpan di rumah ini" kata kevin dengan bangga


"okeh..


"buka Celana mu.." kata Kevin dengan spontan


"haah?


"s-sekarang?" jawab Ziana dengan malu


"besok.. tahun depan sekalian..


"ya sekarang lah.." kata kevin menyindir


"emm.. eeh.. jangan menatap ku seperti itu..


"balikan badan mu..


"jangan mengintip hmmpph" teriak Ziana dengan malu


"eh ia...


"m-maap" kata kevin sambil membalikan badan dan menutup wajahnya


Ziana melepas celana nya dan menutup aurat dan bagian yang tidak memiliki luka dengan selimut..


"emm..


"sudah"


"aku balik ya sekarang..


w-wow


wajahnya memerah..


c-cantik..


ahh sial sial sial..


fokus pinn fokus..


"posisikan duduk mu senyaman mungkin ya..


"Aku akan mengalas bagian bawah nya dengan perlak..


"angkat sedikit paha mu keatas..


"emm"


"ia seperti itu..


"oke turunkan kembali..


"Sekarang aku akan membuka balutan lama nya..


*sret srett*


(suara tarikan perekat perban yang di tarik lepas dari kulit ziana)


"ahh..


"ahn..


"pelan-pelan" kata Ziana dengan mendesah


sial..


kenapa dia mendesah segala...


"m-maaf"..


"luka mu..


"lihat lah ..


"hemm?


akh..


kenapa dia memasang wajah manja seperti itu..


"ehem..


"luka mu hanya terbuka sedikit di bagian tengah..


"artinya sampai esok hari tetaplah berada di kasur ini hingga dia kembali tertutup"


"hmm hmm ia.."


"baiklah..


"aku akan memulai pembersihan luka nya..


"a-ahn..


"pelan pelan kevin..


"ahhn"


"h-hey tenanglah..


"aku sudah melakukannya dengan sangat pelan"


fokuss pinn fokuss..


jadi inikah rasanya menjadi petugas medis..


harus menahan godaan seperti ini juga..


"K-kevin..


"aku mau tanya"


"oh..


"ia.. boleh"


"Kenapa kau melakukan semua ini?


"Kau bisa saja kan, meninggalkan ku mati di pelabuhan kemarin" tanya Ziana sambil menunduk malu


kevin terhenti sejenak..


aku tak tahu apakah waktu ini sudah tepat atau belum..


tapi aku harus mencari alasan lain..


yang masuk akal dan bisa di terima..


"Kau..


"emm.. mengingatkan ku kepada..."


"hemm?? siapa?"


"Kepada adik ku dulu..


"iyaa..


"adik perempuan ku..


"dan sekrang sayangnya dia sudah meninggal"


"ooh turut beruduka cita ya kevin..


"ahn.. pelan pelan hmh.." kata Ziana dengan sedikit *******


"i-ia..


"terima kasih..


"dan berhentilah mendesah aku mohon"


"xixixixi" ketawa geli Ziana


*Ziana..


waktu nya belum tepat...


tapi aku berjanji aku akan menceritakan semua..


ziana sang anak angkat keluarga Smith...


teman masa kecil ku*..

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2