Wanita Pembunuh Berdarah Dingin

Wanita Pembunuh Berdarah Dingin
Bawa Aku Bersama Mu


__ADS_3

*suara mencoret-coret buku*


Dear Diary


11/11/2021


Sudah 3 hari lama nya aku di rawat di tempat ini..


Kata dokter luka tembak yang aku alami sangat lah serius..


membuat ku harus mengurangi pergerakan ku..


aku bahkan tidak di himbau untuk mandi sambil berdiri...


tapi firasat ku mengatakan aku harus segera keluar dari rumah sakit ini..


aku masih tidak enak sama koki dungu itu...


dia lah yang menanggung semua biaya pengobatan ku...


Sebentar lagi dia akan berkunjung dan aku akan menceritakan semua nya..


aku harap dia mengerti..


aku harus meyakinkan dia kalau aku harus keluar dari sini secepatnya..


perawat di sini baik dan ramah..


mereka memberiku sebuah buku tulis kecil hanya karena aku berkata aku suka menulis Diari..


dan setelah aku keluar dari sini aku akan menyatukannya dengan diari lama ku..


*tok tok tok*


(suara mengetuk pintu)


"iah masuklah"


"hei.. maaf mengganggu waktu istirahat mu..


"Aku ingin mengecek apa kau sudah baikan atau belum dan..."


"kevin..


"Ada hal ingin aku sampai kan kepada mu" potong Ziana


"Aku mau keluar dari rumah sakit ini segera"


"tunggu dulu Ziana dokter bilang kau harus beristirhat di sini selama 1 minggu dan..."


"ia benar aku tahu itu..


"dengarkanlah baik-baik kevin..


"apa kau masih ingat saat aku bertemu dengan mu di gudang pelabuhan kota dalam keadaan terluka..?


"saat itu aku di kejar dan di buru oleh para anggota Mafia Blac Jacket..


"Untuk sekarang hanya itu dulu yang ingin aku sampaikan..


"sisa nya setelah kita keluar dari sini..


" aku akan menceritakan seluruh masa lalu ku kepadamu aku janji.." kata Ziana dengan serius


sudah kuduga dia bermasalah dengan para mafia di kota ini.. kata Kevin dalam hati


"kalau menurut ku dengan kondisi tubuh mu yang seperti ini..


"aku khawatir akan memperparah luka yang masih belum sembuh di dalam tubuh mu..


"apa kau yakin ingin keluar sekarang?" tanya kevin dengan cemas


"Aku sangat yakin...


"Mereka adalah mafia Koki dungu..


"cepat atau lambat mereka akan menemukan ku di tempat terbuka seperti ini...


"Aku tahu karena.. aku..


"Aku pernah menjadi bagian dari mereka..


Dan merenggut nyawa orang-orang dengan mudah nya..


"tidak ada yang bisa luput dari kejaran kami..


"Dan sangatlah mudah untuk melacak orang sakit yang berobat di Rumah Sakit manapun..


"aku tidak takut mati..


"sama sekali tidak..

__ADS_1


"tapi...


"ada sesuatu yang ingin sekali aku selesaikan agar aku bisa mati dengan tenang...


(Kevin tertegun)


"Aku mohon.. koki dungu...


"Bawa aku pergi dari sini" pinta Ziana dengan memelas


sambil menghela napas panjang dan menghembuskannya kevin menjawab dengan


sabar dan pelan..


"heemm.. Baik.. kita keluar hari ini jika itu mau mu..


"Aku akan pergi ke "Nurse station" dan berbicara dengan mereka...


"kau tunggulah di sini" kata Kevin sambil berjalan keluar


Ziana sedang mencoba kembali untuk menulis dan melanjutkan diarinya namun tiba-tiba Ziana di alihkan dengan kedua sosok yang berpakaian Rapih berjas hitam berkemeja putih keluar dari mobil berjalan menuju Rumah Sakit yang di lihat nya melalui jendela kaca dari tingkat dua tempat Ziana di rawat...


aku harap aku belum terlambat untuk keluar dari sini..


Ziana menggunakan seluruh tenaga nya untuk berdiri dari kasur dan berjalan dengan pinjang untuk pergi menghampiri Kevin yang berada di station perawat atau "Nurse station"..


Karena luka serius yang di alami Ziana di area kaki kanan nya karena tembakan..


Ziana bersusah payah berjalan dengan pincang..


ketika Kevin melayangkan pandangannya ke kanan dilihat nya lah Ziana berjalan dengan pincang meringis memegang area yang sakit..


dan Kevin pun berjalan dengan cepat menemui Ziana...


"Ziana.. dasar bodoh..


"Jangan memaksakan dirimu !" kata Kevin dengan suara pelan sambil memegang pundak Ziana


"Mereka disini...


"Kita harus keluar..


"Sekarang" jawab Ziana sambil menyandarkan kepala di dada kevin


"Aku punya ide..


"duduk lah di kursi roda, aku akan ijin kepada perawat untuk mengantarkan mu ke taman..


"namun setelah melalui Nurse station, kepala mu akan ku balut dengan kasa gulung yang ada di kamar mu itu..


"Dan keluar dari sini" kata kevin sambil memeluk Ziana


"ehem.. aku tidak pernah mengatakan kalau kita harus berpelukan koki bodoh"


*bukk*


kata Ziana sambil meninju perut Kevin dengan kencang..


"uuhweek"


"K-kau....


"Aku akan membalas mu setelah kita kau sembuh"


kata Kevin sambil berbisik di telinga Ziana


Ziana membalas dengan senyuman lebar...


Aku di pertemukan dengan gadis sakit jiwa..


Kata kevin dalam hati sambil mengelus-elus perutnya..


"Ayo Ziana.."


Ziana mengikuti ide yang di sampaikan kevin,..


Ziana duduk di kursi roda dan di dorong kevin melewati nurse station..


tanpa adanya kecurigaan dari perawat mereka berjalan terus hingga memasuki lift khusus pasien..


dan menggunakan lif untuk langsung menuju tempat parkir di lantai G..


dan di dalam lift kepala Ziana di balut perban kasa yang ambil kevin di troli perawatan luka di kamar Ziana..


"hmpphh..


"aphwaah khaoowhpp ingimmnn mwembunuh..


"Kuuhh.. Kata Ziana sesak napas sambil melonggorkan balutan kevin.. "Koki bodoh !!.."


"ooopss maaf he.. he.. he.."

__ADS_1


kata Kevin dengan menyindir


*Ting*


(Suara Elevator)


tiba-tiba berdiri di depan mereka Dua orang berjas hitam berkemeja putih yang juga ingin menggunakan lift..


Kevin terdiam sejenak..


"Hei bung..


"Cepatlah kami mau pakai lift juga" kata salah satu mafia itu


Kevin hanya mengangguk dan mendorong Ziana dengan sedikit cepat keluar dari lift..


Kedua Mafia itu memperhatikan kevin dan Ziana..


"hei anak muda"


Kevin terhenti..


"Kenapa dengan orang jelek yang di balut Kepala nya itu?" tanya anggota mafia itu dengan kasar


sambil menelan ludah kevin membalas..


"o-oh dia?


"dia.. emm terkena luka bakar yang serius..


"iah.. luka bakar.. hehe.." jawab Kevin dengan panik


"Bermainlah dengan Api dan kau akan terbakar..


"Hahaha..


" Pergilah aku hanya bercanda dengan mu.." kata anggota Mafia itu dengan Suara lantang


Kevin melanjutkan mendorong Ziana dengan cepat..


namun kedua mafia itu masih memperhatikan langkah kevin yang menuju mobil nya..


"Kenapa dan ada apa dengan anak muda itu..


"Tentu saja dia ketakutan..


"Siapa kah di kota ini yang tidak mengenal kita?


"kita adalah anggota Mafia Black Jacket..


"mereka yang melihat dan mengenal hanya dari Gaya berpakaian kita saja mereka akan mundur..


"Tapi anak itu mencurigakan...


"Aku akan menyuruh beberapa bawahan ku untuk mengikuti mobil nya..


"Masuk lah..


"awas kepala mu..


"tetap pakailah perban mu..


"mereka terus menatap kita dari jauh" kata Kevin sambil menyalakan mobil nya


*bukk*


"itu karena kau ketakutan saat menjawab mereka..


"dasar koki pengecut..


" dan sekarang mereka mencurigai kita dan akan mengikuti mobil kita" kata Ziana sesudah menendang kursi tempat Kevin duduk


aw punggung ku...


tunggu saja pembalasan ku wanita sakit jiwa..


"Diamlah aku mencoba untuk berkonstrasi..


"harus nya kau .............


saat Kevin dan Ziana saling membalas cacian dan hinaan..


kedua mafia itu terus memfokuskan pandangan mereka ke arah Kevin dan Ziana yang sedang berkomat-kamit di dalam mobil..


"kenapa mereka terlihat bertengkar?


"he he hee..


"Aku yakin pasti anak mudah itu menyenggol wajah orang itu menggunakan siku nya saat membuka mobil haa haa.."


"Apa kau sudah menghubungi bawahan kita untuk menyuruh nya mengikuti mereka?"

__ADS_1


"Tanpa di ingatkan pun sudah kulakukan"


"Bersambung"


__ADS_2