
*suara detak jam dinding menggema di ruang tamu apartemen milik kevin*
Kevin yang sedang menunggu kedatangan Ziana yang tak kunjung kembali membuat gusar hati nya. kevin melihat dan memandang jam dinding, waktu menunjukan pukul 17.50, namun tanda-tanda kedatangan Ziana tak kunjung ada.
Kevin berdiri di dekat jendela apartemen miliknya memandang keluar, dilihatnyalah awan gelap dari arah timur, tanda bahwa akan ada hujan yang akan membasahi seluruh kota itu, hari sudah semakin gelap, lampu jalanan telah bercahaya di setiap sudut kota, namun Ziana belum pulang.
tepat jam 06.00.
kevin menghela nafas panjang sambil berkata.
"aku tidak akan menyerah"
"aku akan menunggu sedikit lebih lama lagi"
"aku sudah berjanji untuk tidak mengikuti nya"
"ya.. Aku harus meyakinkan diriku bahwa dia akan kembali"
"kapan pun itu"
Setelah memutuskan untuk menunggu, kevin melanjutkan aktifitasnya, dia menyalakan TV sambil meminum soda, seiring waktu berlalu tanpa disadari kevin tertidur di sofa, dibangunkan dengan perur yang lapar, kevin berjalan dengan lesu menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya, melihat wajah nya di kaca dan tampak pantulan jam dinding dari arah kamar mandi kevin menunjukan pukul 8.30.
"hah.. Sudah selarut ini"
"aku harus memasak sesuatu"
"jika dia kembali, setidaknya ada makanan untuk nya"
Kevin memeriksa kulkas untuk memilih bahan masakan, namun bahan masakan nya sudah habis di pakai.
" hmmm, bahan-bahannya tidak cukup untuk dimasak malam ini"
"aku harus pergi ke toko swalayan terdekat"
saat kevin menuju pintu untuk keluar,
pintu terbuka dengan sendiri nya..
dan terlihat Ziana berdiri di hadapan kevin dan kevin terkejut seperti melihat hantu..
kondisi Ziana yang basah kuyup dan berlumuran darah di area tangan kanan nya..
membuat kevin segera mengambil handuk dan perlengkapan P3K miliknya..
"Aku tidak apa-apa"
"boleh kah aku masuk?"
kata Ziana dengan perlahan
"M-masuklah"
"apakah kau terluka?"
"kenapa kau berlumuran darah seperti itu?"
tanya kevin dengan panik
"oh.."
"ini..?"
"bukan darah milik ku"
jawab Ziana dengan santai
"masuklah dan duduklah"
"jangan sampai tetangga melihat kondisi mu seperti ini mereka akan curiga dan menelpon polisi"
kata Kevin sambil menarik tangan Ziana
"pakai ini.."
"segeralah ke kamar mandi dan keringkanlah tubuh mu"
"pakailah kaos ini"
"semoga ukuran nya pas"
kata kevin sambil memberikan kaos milil nya kepada Ziana
Tanpa menjawab apa-apa Ziana menuju kamar mandi dan mengeringkan badannya dan mengganti pakaian..
"huufhh.."
"sukur lah dia sudah kembali"
__ADS_1
"sepertinya bukan urusan ku jika aku bertanya-tanya apa yang sudah dia lakukan"
"aku akan membiarkan nya memberitahukan kepada ku apa yang sudah dia lakukan"
"karena aku yakin dia lebih membutuhkan seorang pendengar"
"aku akan tetap berada di posisi ku sebagai koki yang tidak tau apa-apa"
*suara pancuran dari keran*
Ziana menghela nafas panjang..
mengeringkan badannya memakai handuk menutupi seluruh badannya..
berjalan keluar menuju kamar tidur..
tapi sedikit terkejut melihat kevin yang sedang berdiri di dekat jendela dapur..
"kau sudah selesai?"
tanya kevin
"hmm hm"
saut Ziana mengangguk sambil mengelus tangan kanan nya
"apa kau yakin tidak apa-apa?"
tanya Kevin memastikan
"iah.."
"em.. Kevin.."
"ikutlah aku sebentar"
ajak Ziana.
kevin sedikit bingung tapi menuruti perkataan Ziana dan mengikuti nya dari belakang.
Ziana menggiring nya menuju kamar tidur milik Ziana, kamar tamu kecil dari apartemen kevin yang berada di lantai 2 dekat searah dengan pintu keluar halaman luar apartemen tempat dimana baju cucian di jemur..
Tanpa bertanya-tanya kevin mengikuti Ziana hingga masuk kedalam kamar Ziana..
Ziana yang agak malu menatap kevin dengan mata sayup..
Ziana mendekati kevin..
dan memeluk kevin dengan lembut..
Kevin pun tau bahwa Ziana telah mengalami hari yang berat..
Ziana sedikit mengeluarkan air mata, dan membasahi area sekitar dada kevin..
Kevin pun mengulurkan tangannya dan menyentuh kepala Ziana sambil mengusapkan tangannya perlahan..
Ziana memeluk kevin dengan erat sambil berkata..
"Kev.. Aku telah melakukan itu lagi"
"aku telah menodai tangan ku lagi"
"apa yang harus aku lakukan.."
"aku bingung.."
sambil memegang pundak Ziana, kevin menatap mata ziana dengan lembut dan berkata..
"Apa yang ingin kau minta dari ku, akan aku penuhi, apapun itu, aku akan melakukan nya"
"aku hanya punya 1 permintaan"
jawab Ziana dengan perlahan
"mintalah, ziana.. Apapun itu"
jawab kevin dengan percaya diri
"kau bodoh, terlalu cepat kau mengatakan itu"
kata ziana sambil mengusap air mata yang ada di pipinya
"aku akan berusaha memenuhi segala keinginan mu"
kata kevin dengan penug keyakinan
"baiklah kalau itu mau mu"
__ADS_1
"aku mau kau pergi dari kehidupan ku"
"aku mau kita menjalani kehidupan kita masing-masing"
Kata Ziana sambil menyandarkan dahi ke dada kevin
Kevin yang tertegun dan bingung berkata
"maaf aku tidak bisa, aku...
Kevin yang belum saja menyelesaikan alasanya untuk menolak permintaan Ziana, di potonglah secara tegas oleh Ziana..
"tidak kevin, kau tidak mengerti"
"aku adalah penjahat"
"jika kau terus bersama ku kau akan berada di dalam masalah yang besar"
"aku tidak mau kau ikut terlibat dan terjerumus terlalu dalam lagi"
"jalan yang aku pilih sangatlah berbahaya untuk kita berdua kevin"
"aku tidak mau hanya karena kejahatan ku, dan kamu pun ikut terjerat bersama ku, cukup aku sajalah yang menanggung semua ini"
kata Ziana sambil memeluk kevin dengan erat..
"oleh sebab itu"
"aku mau.. Malam ini, ingin menghabiskan satu malam saja bersama mu, kita berdua, sebagai malam terakhir kita"
"bukankah tadi kau bilang akan mengabulkan semua permintaan ku kan?"
bisik Ziana dengan pelan sambil sambil menggenggam erat tangan kevin
Kevin tidak berkata apa-apa, kevin melepas genggaman tangan Ziana, memeluk Ziana, dan mencium pipi ziana dengan lembut..
dan Ziana pun membalas dengan kecupan hangat di bibir kevin, dan mereka berdua pun berciuman dengan mesra..
Kevin dan Ziana menghabiskan malam mereka berdua, bermesraan di kamar Ziana..
malam yang singkat pada saat itu adalah malam yang terasa panjang bagi mereka berdua..
mereka berdua saling berbagi kasih sayang..
pelukan hangat dan ciuman mesra membara membuat hangat seluruh ruangan..
Kevin dan Ziana melepaskan seluruh hasrat mereka pada malam itu..
pagi hari pun tiba..
kevin yang terbangun karena bunyi alaram, mengusap-usap mata nya dan menoleh ke kiri, dilihatnya bahwa Ziana sudah tidak berada di samping kiri nya lagi..
dengan perasaan sedih kevin pun berusaha untuk bangun dan menguburkan semua perasaan itu agar kevin bisa kembali fokus bekerja..
setelah keluar dari apartemen, kevin berjalan menuju halte bus terdekat..
namun kevin memutuskan untuk membeli kopi di kedai tepat di samping halte bus..
setelah membeli kopi làtte kesukaan nya, kevin melihat bahwa bus yang ingin di tumpanginya sudah tiba, kevin pun bergegas menuju bus tersebut..
Namun sesaat sebelum ingin menaiki tangga bus kevin bersenggolan dengan seorang wanita yang berkerudung merah dan wanita itu menjatuhkan sesuatu..
"maaf nona, kau menjatuhkan ini"
saat kevin ingin mengembalikannya wanita itu sudah tidak ada lagi dari pandangannya..
kevin menoleh kekiri dan kekanan..
namun tidak didapatinya wanita itu..
"hey bung.. Kau mau naik bus ini atau tidak?"
tanya supir bus dengan sinis..
"baik pak, maaf pak"
ucap kevin sambil bergegas menaiki bus
merasa penasaran dengan sebuah benda yang di jatuhkan wanita misterius itu, kevin mengecek kembali isi saku nya..
Sebuah kain mirip tisu di ambilnyalah keluar dari saku celananya..
dan terdapat tulisan kecil dan bekas lipstik di pojok kanan tisu itu..
*Koki Bodoh💋*
-Bersambung-
__ADS_1