
"hm ini apaan dah?banyak orang dan mereka terlihat tunduk" tanya aurel yang sangat bingung dengan suasana
"ini markas" jawab raka
"hah..markas?markas apaan?" tanya aurel lagi
"markas Blood Spilled" jawab arnold
"WHAT! BLOOD SPILLED?!" ucap aurel sedikit teriak
"iya" -arnold
"geng motor yang bnyk ditakuti dan kerap disebut dengan geng mati itu?" tanya aurel menatap arnold
"terus abang ikut²an juga?" lanjutnya
"iyah abang salah satu anggotanya" jawab arnold menatap balik aurel
"kok abang gitu sih?sejak kapan abang ikut²an beginian abang tau ini bahaya, aurel gak suka abang kyk gini!"
"abang kayak gini buat kamu, buat lindungin kamu, maaf karna abang selama ini gak bilang sama kamu" ucap arnold lirih
"kamu mau kemana?" tanya arnold yng melihat aurel bangkit dari duduknya dan beranjak pergi
"pulang" jawab aurel dengan nada ketus dan dingin, aurel langsung lari kepinggir jalan untuk menunggu taksi
"gua anter" ucap raka yang menahan tangan aurel ketika hendak masuk taksi
"gk perlu!" ucap aurel dan menghempaskan tangan raka lalu memasuki taksi
taksi itu jalan dan raka mengerang frustrasi
"arghhh kenapa sesulit ini sih, gua cuma gak mau dia kenapa² arghhh" ujar raka yang terus megacak² rambutnya
"udah biarin aja gua yakin nanti aurel paham" ucap seseorang yng menepuk pundak raka
"yoi, lu susul gih gua takut dia kenapa²" ucap raka
__ADS_1
"gua cabut" ucap seseorang dan berjalan pergi
"iya"
didalam taksi....
"hiks...hiks...hiks...abang kenapa jahat banget sih"
"padahal aurel takut abang kenapa², kenapa abang berubah hiks.." monolog aurel disela² tangisannya
"non ini kita kemana?" tanya pak supir
"ke jalan xxxx pak" jawab aurel
taksi yang ditumpangi aurel berhenti di sebuah pekarangan rumah dan aurelpun turun dari taksi itu lalu berlari kecil kedepan pintu rumah tersebut
tingnong..tingnong....
(anggep ae bell)
"iyah bentar" teriak seseorang dari dalam rumah
"salsanya ada bi?" tanya aurel
"ada non, mari saya antar" ucap pelayan tersebut dan berjalan kekamar salsa yang diikuti aurel dibelakangnya
tok tok tok
"non salsa ini ada yang cari" ucap sang pelayan seraya mengetuk pintu kamar salsa
"ydh bi biar saya aja makasih ya bi" ucap aurel dan sang pelayan pergi meninggalkan aurel
"sal salsa" panggil aurel didepan pintu
"iyah bentar"
ceklek
__ADS_1
"aurel" salsa yang terkejut akan kedatangan aurel
"hiks hiks hiks" tangis aurel dan langsung memeluk salsa
"eh lu kenapa?sini masuk dulu" salsa yang membawa aurel masuk dan menutup kembali pintu kamarnya
"lu kenapa, cerita sama gua" tanya salsa yang masih berusaha nenangin aurel
"lu tau kan sal gua benci anak geng motor"
"iyah, terus kenapa?"
"bang arnold salah satu anggota geng motor blood spilled sal hiks hiks..."
"hah geng mati?"
"hiks hiks hikss. gua benci hikss gua takut sal" tangis aurel pecah
"udah lu tenangin diri dulu jangan nangis lagi" ucap salsa terus nenangin sahabatnya
"gua minep disini ya sal gua gak mau pulang gua gak mau ketemu abang" ucap aurel menatap salsa
"iyah gpp, yang sabar yah gua tau pasti bang arnold ada alasan sendiri kenapa dia jadi kayak gini" ucap salsa dan diangguki aurel
"mending sekarang kita tidur ini udah malam"
"iyah, makasih sal" ucap aurel menyinggungkan senyum tipisnya
"iyah sama²"
tertidurlah mereka berdua....
____________________________
gatau nulis apaa huhu...
jangan lupa..
__ADS_1
vote, komen, like, dan fav