
"yaudah deh ini semua mama bawa ke parkiran ya, soalnya papa udah nunggu disana nanti kamu langsung ke mobil aja ya nak" ucap mama aurel dan membereskan barang-barang aurel untuk dibawa ke mobil
"iya ma, nanti raka nyusul" ucap raka dan diangguki oleh mama aurel lalu mama aurel langsung keluar ruangan dengan membawa barang-barang aurel
"untung kemaren gua udah bilang sama arnold untuk izinin gua hari ini" monolog raka dan mulai ingin menggendong tubuh aurel namun aurel malah terbangun dan menatap heran raka
"loh kakak mau ngapain?!" tanya aurel yang bingung karna posisi mereka sangat dekat
"mau gendong kamu, terus bawa kepelaminan" ucap raka yang langsung menggendong aurel
"ihh kakak turunin kita mau kemana sih?" ucap aurel yang menatap raka
"mau pulang sayang" ucap raka dan berjalan keluar ruangan
"kak turunin aku ishh, aku bisa jalan sendiri malu tau diliatin" ucap aurel dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang raka dan tangannya melingkar dileher raka
"jangan bawel nanti kakak cium mau kamu?" ucap raka dengan nada menggoda dan tetap berjalan ke parkiran rumah sakit
"iyadeh aku diam" ucap aurel pasrah dan diam sampai parkiran rumah sakit
saat sudah sampai diparkiran papa aurel langsung membukakan pintu mobil untuk aurel dan raka langsung memasukkan aurel ke dalam mobil dengan hati hati lalu disusul dengan dirinya yang memasuki mobil juga
"hei gadis kebo" ucap mama aurel yang sudah duduk dikursi depan samping sang suami, papa aurel langsung melajukan mobilnya menuju rumah
"aku gak kebo tau, yakan sayang" ucap aurel dan menatap raka
"iya sayang gak kok" ucap raka dan mengelus lembut rambut aurel
"tuh kata kak raka aja gak wlee" ucap aurel meledek sang mama
"iya deh mama kalah" ucap mama aurel dan tersenyum
//Pov Rara Dkk//
"pulang sekolah kita jenguk aurel yah, kangen gua sama dia" ucap rara sambil memainkan ponselnya
"yaudah nanti kita tanya kak arnold aurel dimana" ucap salsa yang juga memainkan ponselnya
"sekarangkan jamkos nih, mending kita kekantin aja, bosen gua disini" ucap rara menatap salsa
"ayo deh bosen gua juga" ucap salsa bangkit dari duduknya dan nengok ke rara
"tapi kok gua mager yah" ucap rara dengan wajah cengengesan
"bodo amat serah lu dah" ucap salsa dan pergi meninggalkan rara
"lah woy tungguin gua" ucap rara dan pergi menyusul salsa
//dikantin//
"pesen makan sana lu" ucap salsa menyuruh rara
"dih gila lu, udah tadi ninggalin gua sekarang malah nyuruh gua buat pesen makan lagi, ogah pesen aja sendiri sana" ucap rara yang udah duduk dikursi kantin
"lah kan lu yang ngeselin jadi yaudah gua tinggalin salah lu sendiri lah" ucap salsa dan duduk di samping rara
"bawel lu kayak emak kos" ucap rara dan pergi memesan makanan sedangkan salsa terkekeh melihat kelakuan sahabatnya itu
__ADS_1
"salsa kan?" tanya seseorang yang berada didepan salsa
"eh kak rai kak wili" ucal salsa saat melihat yang berbicara
"boleh gabung ya" ucap wili menatap salsa
"oh iya kak duduk aja" ucap salsa tersenyum manis
"sendirian aja?" tanya raihan menatap salsa
"sama kawan kok, lagi pesen makan"jawab salsa
" nih makanan lu" rara yang datang dan langsung duduk menata makanan
"eh ada kak wili kak rai, tapi maaf kak aku gak beli makan lebih hehe" ucap rara menatap raihan dan wili bergantian
"gak papa kok lagian tadi udah makan diruang osis sama yang lain" ucap raihan tersenyum
"oh iya kakak tau gak aurel sekarang dimana?" tanya rara sambil memakan makanannya
"tadi sih kata arnold aurel udah pulang" jawab raihan yang sesekali melirik salsa
"kalian mau jenguk aurel ya?" tanya wili menatap rara dan salsa bergantian
"rencananya sih gitu" ucap salsa masih dengan aktivitas memakan makanannya
"yaudah nanti bareng aja sekalian kita juga mau jenguk aurel" ucap wili yang juga diangguki raihan
"hm.. boleh dehh" ucap salsa dan diangguki juga oleh rara
//pov rarel (raka--aurel)//
"kak raka... maafin aurel" ucap aurel merengek pada raka pasalnya raka sedang marah karna ponselnya direset oleh aurel
"kan kamu tau disitu banyak file-file kakak, kenapa bisa ke reset sih!?" ucap raka terus mengutak atik ponselnya sedangkan aurel sudah berkaca kaca ingin menangis
"aku gak sengaja kak.. maaf" ucap aurel menunduk
"huft.. gak papa" ucap raka namun masih tidak menatap aurel sedangkan aurel masih menunduk tanpa sadar airmatanya menetes dan raka menengok ke aurel kala menyadari gadisnya tertunduk dengan bahu yang bergetar menahan tangisnya
"kakak gak marah kok" ucap raka memeluk aurel dan aurel membalas pelukan raka lalu tangisnya pecah dalam dekapan raka
"hiks hiks..maaf hiks..jangan hiks marah hiks" ucap aurel yang sesegukan dalam dekapan raka
"iya sayang gak marah kok, udah yah jangan nangis lagi" ucap raka menenangkan aurel dengan mengelus lembut rambut aurel
"udah ah jelek kalo kamu nangis" ucap raka melepas pelukannya dan menghapus airmata aurel
"sekarang kamu cerita sama kakak kenapa hp kakak bisa ke reset" ucap raka menatap aurel
"gini kak..."
//flashback//
(dikamar aurel)
"kakak... boleh aku pinjem hp kakak sebentar" ucap aurel menatap raka
__ADS_1
"mau buat apa sayang? mendingan kamu istirahat aja" ucap raka menatap balik aurel
"istirahat mulu capek tau" ucap aurel memajukan bibirnya
"ya biar kamu cepet pulih sayang" ucap raka mengelus lembut rambut aurel
"ihh sini pinjem hp nya sebentar aja pliss" ucap aurel memohon
"yaudah nih, kakak keluar bentar" ucap raka memberikan ponselnya dan berjalan keluar kamar aurel
aurel terus memainkan ponsel raka sampai aurel lupa bahwa yang ia sentuh adalah salah satu cara meredet ponsel dan alhasil ponsel raka ter reset dan hal itu membuat aurel takut dan panik akhirnya aurel diam menunduk, tak lama raka kembali ke kamar aurel namun saat melihat aurel menunduk membuat raka bingung dan raka langsung menghampiri aurel
"sayang.. kamu kenapa hm?" tanya raka yang sudah duduk dihadapan aurel
"maaf kak" ucap aurel memberanikan diri untuk menatap raka
"maaf kenapa?" tanya raka bingung
"hp kakak ke reset" ucap autrl memberikan ponsel raka dengan tangan yang gemetar
"loh kok bisa sih!" ucap raka dan langsung mrngambil ponselnya dari tangan aurel
//flashback off//
"gitu kak maaf yah" ucap aurek menunduk kembali
"iyah gak papa, kakak mana mungkin bisa marah sama gadis kesayangan kakak" ucap raka mengelus lembut rambut aurel dan tersenyum manis
tringπ©
β.0811xxxxx : dimana lu bro?
"ini ada yang chat kakak tapi kakak gak tau nih siapa" ucap raka memandangi layar ponselnya
"yaudah kakak tanya siapa" ucap aurel dan menidurkan kepalanya dipaha raka
**β. me : siapa nih?
β. 0811xxxxx : lah sok lupa lu, ini william
β. me : oh sorry, gua dirumah aurel
β. William: yaudah, gua raihan rara sama salsa mau kerumah aurel mau jenguk dia
β. me : oke kesini aja**
"siapa kaka?" tanya aurel menatap raka
"willi" jawab raka meletakkan ponselnya dan mengelus rambut aurel
"sebentar kamu bangun dulu, kakak mau kebawah ambil makan buat kamu kan kamu belum makan ini udah siang" ucap raka dan meletakkan kepala aurel ke bantal
"jangan lama lama ya kak" ucap aurel yang melihat raka berjalan keluar kamar
"beruntung banget sih aku punya kak raka, dia sayang aurel baik lagi dia juga gak kasar sama aurel, aurel bersyukur tuhan engkau mempertemukan aku dengan kak raka" ucap aurel mentap langit langit kamarnya
"aku berharap kakak selalu sama aku sampai kapanpun dan kita bisa hidup bersama selamanya tanpa gangguan apapun, dan aurel berharap kita akan selalu sayang dan saling melengkapi satu sama lain sampai maut yang memisahkan kita" ucap aurel dan menutup matanya
__ADS_1