Wanita Sempurna

Wanita Sempurna
episode 20


__ADS_3

semua makan dengan rapih dan tenang tanpa suara yang mengganggu namun dipertengahan kegiatan makan bersama ada hal yang mengejutkan


"ANAK ANAK" ucap seseorang dari ruang keluarga dan membuat semua yang mendengar sontak terdiam dan melihat ke aurel serta arnold bergantian


"mama" ucap aurel lirih dan menengok ke sumber suara


"hey gak kangen sama mama?" tanya mama aurel tersenyum dan menatap aurel


"mama papa" ucap aurel berlari dan memeluk kedua orang tuanya seraya menangis


"maaf ya baru bisa pulang" ucap papa aurel membalas pelukan anaknya dan mengelus lembut kepala aurel


"aurel kangen banget sama mama sama papa" ucap aurel melepas pelukannya dan menatap kedua orang tuanya dengan airmata yang tidak berhenti sedangkan yang melihat tersenyum bahagia


"mama papa juga kangen kamu" ucap mama aurel menghapus airmata aurel


"oh iya ini ada acara apa sayang? kenapa rame banget dirumah, kamu bikin acara apa hm?" ucap mama aurel tersenyum seraya mengelus pipi aurel


JEDARR


bak disambar petir hati aurel yang mendengar penuturan kata sang ibunda, airmata aurel menetes semakin deras dan aurel berjalan mundur menjauh dari kedua orang tuanya, sang abang yang melihat langsung menghampiri sang adik dan menggenggam tangan sang adik


"kalian gak ingat?" tanya aurel melihat kedua orang tuanya dengan tatapan kecewa


"inget apa sayang?kenapa kamu ngejauh katanya kangen sama mama papa


" KALIAN JAHAT HIKS KALIAN JAHAT AKU HIKS BENCI KALIAN HIKS" ucap aurel menangis sejadi jadinya dan sang abang hanya diam menggenggam tangan sang adik karna ia tau bahwa adiknya kini sedang mengeluarkan semua rasa kecewanya


"ada apa ini?" tanya papa aurel berjalan mendekati aurel dan arnold


"JANGAN MENDEKAT!" ucap aurel penuh dengan penekanan dan sang papa langsung diam membeku


"udah ya biar nanti abang yang bicarain" ucap arnold mengelus rambut aurel dan menghapus airmata aurel


"gak bang, mereka udah keterlaluan abang tau selama ini aku selalu sama abang mereka kemana bang? dulu kita selalu sama sama tapi sekarang hanya ada kita berdua haha miris ya hidup aurel, sekarang aurel mau bicara bang" ucap aurel tertawa getir menatap sang abang lalu langsung menatap kedua orang tuanya


"mama, mama dulu selalu ada sama aurel disaat aurel sedih disaat aurel bahagia mama selalu sama aurel bukan?" tanya aurel tersenyum paksa dan berjalan kearah sang mama

__ADS_1


"mama adalah orang pertama yang selalu ingat dengan semua kegiatan aurel, mama orang pertama yang ingat semua tentang aurel tapi sekarang apa ma!?" ucap aurel menangis dan sang mama pun menangis papa aurel langsung berjalan menghampiri istri dan anaknya sedangkan yang lain ikut menangis terutama mami raka


"papa, papa dulu setiap aku ada masalah papa selalu nenangin aku kan, mengelus kepala aku meluk aku bahkan papa sering kali nemenin aurel tidur disaat aurel sakit, tapi sekarang hanya ada abang, abang yang selalu ada sama aku menggantikan kasih sayang kalian berdua" ucap aurel menatap papa dan mamanya dengan penuh airmata


"hari ini seharusnya aku bahagia dengan kehadiran kalian berdua tapi nyatanya aku malah membenci kalian berdua dihari spesial aku sendiri" ucap aurel dan arnold langsung menggenggam erat tangan aurel


"kamu ngomong apa nak" ucap mama aurel yang menangis didekapan sang suami


"ya aku benci kalian sangat membenci kalian, karna apa?HARI INI HARI ULANG TAHUNKU DAN KALIAN MELUPAKAN ITU HIKS HIKS AKU BENCI KALIAN AKU TAK INGIN MELIHAT KALIAN LAGI HIKS" tangis aurel pecah semua orang yang menyaksikan itu menangis melihat aurel dan arnold langsung memeluk aurel


"dia jahat bang hiks mereka jah..." ucap aurel terpotong karna ia pingsan didekapan sang abang sontak membuat semua orang khawatir dan menghampiri aurel


"aurel sayang bangun hey, astaga dia demam" ucap sang abang yang mengecek aurel


"bawa dia cepat kerumah sakit" ucap mami raka dan arnold langsung menggendong aurel ke dalam mobil untuk menuju rumah sakit semua orang langsung menyusul arnold


"dek bangun, maafin abang hiks hiks" tangis arnold saat melihat sang adik yang berada dipelukannya terkulai lemas


"sabar nol, gua yakin aurel kuat" ucap raka berusaha menenangkan arnold


raka mengemudi dengan kecepatan tinggi agar lebih cepat untuk sampai kerumah sakit dan saat tiba dirumah sakit arnold langsung menggendong aurel masuk kedalam untuk dapat penanganan dokter


semua orang yang disitu tampak khawatir dan cemas akan keadaan aurel


"aurel pa hiks hiks" ucap mama aurel yang dipeluk oleh sang suami


"arnold kecewa sama mama papa sangat sangat kecewa, apa mama dan papa tau kondisi aurel selama ini? dia depresi ma pa dia selalu memikirkan kalian bahkan beberapa kali dia mencoba untuk mengakhiri hidupnya tapi mana balasan kalian? hanya kerja kerja dan kerja" ucap arnold tegas menatap kedua orang tuanya


"papa kerja untuk kalian" ucap papa aurel tak kalah tegas


"kami tak butuh uang kalian kami hanya butuh kasih sayang kalian" ucap arnold dan tak lama dokter keluar


"gimana adik saya dok?" tanya arnold pada dokter


"pasien hanya kelelahan dan tidak ada asupan yang masuk ketubuhnya, pasien juga harus dirawat inap beberapa hari untuk melakukan beberapa pengobatan agar kondisinya benar benar stabil" penjelasan dokter menatap arnold


"baiklah pindahkan keruangan VIP" ucap arnold dengan tegas

__ADS_1


"baik" dokterpun masuk dan tak lama keluar kembali dengan beberapa perawat yang mendorong brankar rumah sakit yang ditempati aurel


semua orang mengikuti perawat dan dokter untuk menuju ruang rawat aurel


"baiklah kami tinggal dulu pak bu permisi" ucap sang dokter dan langsung keluar dengan beberapa perawat dibelakangnya


"sayang" ucap raka yang menggenggam tangan aurel


"kak raka" ucap aurel setelah sadar dan melihat raka disampingnya


"kamu udah sadar aurel" ucap mama aurel ingim menghampiri aurel


"stop disitu! aku gak mau lihat kalian disini" ucap aurel mengalihkan pandangan


"aurel gak boleh gitu sayang" ucap mami raka yang menghampiri aurel dan mengelus kepala aurel


"mi mereka jahat mi mereka gak sayang aku, mereka hanya mementingkan uang uang dan uang, mereka selalu sibuk dengan pekerjaan tanpa ingat bahwa mereka memiliki anak" ucap aurel menatap mami raka dan berusaha untuk duduk dibantu raka


"mama dan papa kerja juga untuk kalia " ucap mama aurel menatap aurel


"aku emang punya segalanya ma aku punya uang punya mobil mewah rumah mewah bahkan semua serba mewah tapi 1 yang aurel gak punya, aurel gak punya keluarga yang utuh kasih sayang mama dan papa gak sama aurel, cuma abang yang selalu sama aurel dan sekarang ada mami dan papi ada kak raka ada salsa dan rara yang ngelengkapin semuanya, mami dan papi nya kak rakalah yang mengerti aku, walaupun aku baru bertemu dengan mereka beberapa kali tapi mereka sukses membuat hati aurel merasakan kasih sayang kedua orang tua lagi" ucap aurel yang menangis dipelukan mami raka


"untuk sekarang aurel gak mau ketemu kalian dulu, sekarang kalian pergi aku mau istirahat" ucap aurel dan menghapus airmatanya


"iya mama dan papa pulang ya, besok kami kesini lagi, semuanya kami pulang dulu arnold mama dan papa titip aurel ya" ucap mama dan papa aurel dan keluar dari ruangan aurel


"yaudah sekarang kamu istirahat mami sama papi juga mau pulang dulu ya" ucap mami raka dan mencium kening aurel


"makasih mi pi" ucap aurel tersenyum hangat menatap mami dan papi raka


"mi pi raka disini ya nemenin princesnya raka" ucap raka dan diangguki oleh mami dan papinya


"yaudah papi sama mami pulang dulu ya" ucap papi raka dan keluar ruangan yang disusul sang istri


"kita semua juga pulang ya rel bang kak" ucap rara dan diangguki oleh yang lain


"iya hati² ya" ucap arnold dan semuanya keluar ruangan dalam ruangan hanya tersisa raka arnold dan aurel

__ADS_1


"sekarang kamu istirahat" ucap raka mengelus kepala aurel dan aurel langsung menutup matanya untuk istirahat


__ADS_2