Wanita Sempurna

Wanita Sempurna
episode 19


__ADS_3

kring..


kring..


bel pulang sekolah berbunyi namun aurel tak kunjung berbicara hanya tatapan kosong


"aurel udah pulang" ucap salah satu siswa seraya menepuk pundak aurel dan membuat aurel tersadar


"ahh iya thanks" ucap aurel dan langsung bangkit dari duduknya berjalan menuju parkiran untuk menunggu taksi online yang ia pesan


"mba aurel ya?" tanya seseorang dalam mobil


"iya" jawab aurel dan langsung naik taksi


"antar saya ke jalan xxxx" ucap aurel


"baik mba" jawab sang supir dan selama perjalanan aurel hanya diam memandang ke luar jendela


"mba sudah sampai" ucap supir dan aurel memberi uang lalu langsung keluar dari taksi tersebut


aurel berjalan ke sebuah tempat dimana ia dan seseorang pernah berkunjung bersama


"hiks hiks jahat hiks" tangis aurel pecah saat sudah sampai diatas, yaa aurel pergi ke rumah pohon


"hari ini gak ada yang istimewa hiks kalian semua hiks jahat hiks sama aurel" ucap aurel sesegukan dan tanpa sadar ada sorot mata yang memandangi aurel dari kejauhan


"maafin gua rel, gua gak bermaksud tapi hari ini gua bakal jadiin hari bahagia lu rel" ucap seseorang yang terus memandangi aurel dari kejauhan


"gua pulang deh udah mau malam" ucap aurel dan menghapus air matanya lalu bejalan untuk menunggu taksi


pov rara dkk


Rara dkk sedang berada dirumah aurel untuk mempersiapkan kejutan ulang tahunnya


"semoga aurel maafin gua" ucap salsa seraya menata kue kue dimeja


"sebentar lagi hampir malam semuanya siap kan? raka tadi ngabarin gua katanya aurel udah mau arah pulang" ucap arnold


"siap bang" ucap rara dkk serentak


"tante duduk aja dulu" ucap salsa pada wanita paruh baya dengan senyum


"iya nak" ucap wanita paruh baya itu dan langsung duduk


drtt drtt drtt

__ADS_1


"hallo kenapa ka?" ucap arnold yang mendapati ponselnya berdering dan tertera nama raka dilayar ponselnya


"aurel udah sampai di deket komplek gua bakalan loncat dari pohon yang ads dideket balkon ntah kamar siapa" ucap raka


"oke gua kesana, lu loncat aja buruan" ucap arnold dan berjalan kearah kamar dan mematikan sambungan telfonnya


"woi nol" panggil raka saat sudah sampai dibalkon kamar


"udah ayuk buruan kebawah" ucap arnold membukakan pintu menuju ke balkon dan langsung bergegas berjalan kebawah kembali yang diikuti raka dibelakangnya


"semua siap aurel udah sampai" ucap arnold dan langsung pada posisi masing²


"loh kenapa ini rumah gelap banget?" ucap aurel saat memasuki rumah dengan pikiran yang membingungkan dan aurel berjalaan untuk mencari saklar lampu


ctak


(suara saklar lampu ya)


"HAPPY BIRTHDAY AUREL" ucap semua orang yang berada didalam rumah tersebut dan aurel terkejut sampai diam membeku


"selamat ulang tahun sayang" ucap sang abang yang menghampiri aurel, dan aurel langsung meneteskan airmata tanpa berbicara sedikitpun


"happy birthday to you happy birthday to you happy birthday happy birthday happy birthday to you" ucap semua orang seraya mendekat ke aurel sedangkan aurel terus menangis dan sesekali mengembangkan senyumnya


"tiup dulu dong sayang" ucap wanita paruh baya yang memegang kue ditangannya


"hiks hiks" tangis aurel pecah dan langsung memeluk sang wanita paruh baya tersebut sedangkan yang lain terharu akan perlakuan aurel


"udah ya kan ini hari bahagia kamu, ada mami sama papi kok emang kamu gak malu tuh diliatin banyak orang" ucap mami raka dan melepaskan pelukannya dan menghapus air mata aurel


"makasih semuanya" ucap aurel tersenyum hangat memandang orang² yang berada didalam rumahnya


"maafin abang ya tadi pagi ninggalin kamu" ucap arnold mengelus lembut kepala aurel


"gak papa bang, aurel makasih sama abang karna udah kasih semuanya ke aurel" ucap aurel langsung memeluk sang abang


"udah kewajiban abang kok" ucap arnold dan melepas pelukannya


"aurel" ucap salsa dengan mata yang berkaca kaca menghampiri aurel


"maafin gua kalo tadi disekolah gua jahat, itu semua ide gilanya kak raka tuh" ucap salsa menatap aurel dan meneteskan airmatanya


"gua maafin kok, makasih ya buat semuanya udah mau repot repot siapin buat gua" ucap aurel menghapus airmata salsa


"gua juga minta maaf rel" ucap rara yang juga menghampiri aurel

__ADS_1


"sstt gua sayang kalian" ucap aurel dan langsung memeluk kedua sahabatnya


"khem" seseorang yang menyilangkan tangannya didada


"ehh" ucap aurel dan melepas pelukannya lalu melihat kesumber suara


"papii" ucap aurel dan langsung berlari kearah papi raka untuk memeluknya


"selamat ulang tahun ya" ucap papi raka membalas pelukan aurel dan mengelus lembut surai hitam aurel


"makasih papi udah nyempetin waktu buat kesini" ucap aurel melepas pelukannya dan tersenyum hangat


"iya sama sama" ucap gitu raka membalas senyum


"heyy" ucap seseorang menatap aurel dan berjalan kearah aurel


"ehh hm kak raka" ucap aurel dengan senyum


"semua dipeluk masa kakak gak" ucap raka memajukan bibirnya


"huwaa kakak" ucap aurel memeteskan airmata dan langsung memeluk raka


"udah dong jangan nangis" ucap raka membalas pelukan aurel dan mengelus punggung aurel


"kak raka jahat hiks" ucap aurel disela sela tangisannya tanpa melepas pelukannya


"udah ah tuh diliatin mami sama papi" ucap raka dan aurel melepas pelukannya dan menatap raka


"kakak punya sesuatu nih" ucap raka tersenyum hangat pada aurel


"apa itu kak" tanya aurel masih menatap raka


dan aurel dibuat bingung akan tindakan raka pasalnya raka berjongkok dengan satu kaki sebagai tumpuan dan mengekuarkan kotak kecil berwarna abu abu


(taulah yaa gimana kalo orang mau nembak gitu)


"aurel disini ada mami papi dan semua orang, kakak tau kakak pria yang jahat kakak nakal tapi kakak kagum sama kamu, kamu begitu tegar ngehadapin semuanya awal kita ketemu kakak yang nyelametin kamu kakak fikir kita hanya bertemu disaat itu doang namun kakak salah kakak suka sama kamu ah no lebih tepatnya kakak cinta kamu kakak sayang sama kamu kakak berjanji akan akan terus sama kamu dan menjaga kamu tanpa membuat kamu menangis, luka kamu adalah luka kakak, bahagia kamu bahagia kakak juga, jadi aurel mau gak jadi pacar kakak, kita jalanin semuanya sama sama" ucap raka tersenyum menatap aurel dan aurel lagi lagi meneteskan airmata sedangkan yang melihat hanya tersenyum bahagia


"aurel juga sayang kakak, aurel mau jadi pacar kakak dan mau ngejalanin semuanya sama kakak" ucap aurel tersenyum bahagia dan raka langsung memakaikan kalung yang ada didalam kotak abu abu tadi lalu mencium kening aurel


"udah yuk makan dulu" ucap arnold dan semua orang berjalan kemeja makan untuk menikmati makanan


________________________________


________________________________

__ADS_1


jangan lupa likenya and komen


__ADS_2