
arnold yang sadar akan matahari terbit pun langsung terbangun dan melihat raka yang sudah tidak ada disofa lalu kemudian melirik aurel yang masih setia dengan menutup matanya
"dek lo gak kangen gua gitu?kapan bangun?" ujar arnold seraya mengelus pipi aurel
clekk
pintu kamar yang terbuka dan menampakkan raka dengan membawa sebuah pelastik di tangannya
"udah bangun lo, tuh gua beliin sarapan" ucap raka dan menyodorkan makanan ke arnold
"thanks ka" ucap arnold yang langsung mengambil pelastik dari tangan raka dan langsung menaruh nya di atas meja
"lo gak balik buat sekolah?" arnold yang langsung menatap raka
"gua udah izin sekalian tadi izinin lo juga" jawab raka dan diangguki oleh arnold
"b-ang ar-nold" ucap aurel dengan lirih dan masih memejamkan matanya hal itu mengejutkan arnold dan mendekat ke aurel
"abang disini ayo buka mata kamu" ucap arnold seraya mengelus wajah pucat adiknya berbeda dengan raka yang hanya menatap dua insan didepannya
"b-ang ma-af" ucap aurel pelan dan masih bisa didengar oleh arnold
"sstt jangan banyam bicara dulu, istirahat abang panggilkan dokter sebentar" arnold yang hendak bangkit dan langsung ditahan oleh aurel
"gak usah bang" ucap aurel menatap arnold dan yang ditatap kembali duduk
"aurel minta maaf sama abang udah bikin abang khawatir maaf udah bikin susah" aurel yang sudah berkaca kaca
__ADS_1
"tak apa lupakan" arnold yang mengelus pipi aurel dan sukses membuat air mata aurel menetes
"aurel mohon abang jangan pergi jangan tinggalin aurel sendiri udah cukup mereka aja yang perfi dari aurel, aurel gak mau abang pergi aurel mohon tetap disamping aurel bang" aurel ditengah tengah isakannya, arnold yang melihat adiknya menangis langsung memeluk sang adik
"abang disini sama aurel abang gak akan pergi" arnold seraya mengelus punggung aurel berniat menenangkan sang adik
"udah ya jangan nangis lagi jelek tau, gak malu tuh diliatin raka" lanjut arnold dan langsung melepas pelukannya sedangkan raka hanya menatap datar
"bang mau minum haus" aurel yang merengek pada sang abang dan langsung diambilkan segelas air putih
"imut dan manja" gumam raka dan tanpa sadar ia menyunggingkan senyum tipisnya bahkan hampir tak terlihat
"abang tinggal sebentar ya mau pulang ambilin kamu baju salin dan beberapa keperluan untuk disini" ucap arnold dengan menatap aurel
"aurel sama siapa disini?" tanya aurel pada arnold
"gue titip aurel dulu sebentar" arnold dan diangguki raka, arnold pun langsung keluar dari ruangan tersebut
"hm bang raka" aurel yang menatap raka
"lo mau apa?" tanya raka yang juga menatap aurel
"aurel mau makan apa abang bisa bantu aurel" aurel yang langsung dihampiri oleh raka dan langsung mengambil maknan dari rumah sakit yang sudah terletak dimeja
"aaaa" ucap raka yang mulai menyuapi aurel dan aurel tidak menolak karna ia rasa tangannya belum cukup kuat untuk ia makan sendiri
"makasih bang" senyum aurel yang mengembang
__ADS_1
"iya sama sama, mending lo istirahat kalo butuh apa apa tinggal bilang ke gua" raka yang langsung berjalan menuju sofa namun berhenti karna tangannya ditahan oleh aurel
"ada apa?" tnya raka
"bang raka sini aja jangan jauh jauh aurel takut" aurel dengan wajah berkaca kaca dan memohon
"astaga imut banget sih"gumam raka sambil menatap manik mata aurel
" okee, sekarang lo boleh tidur gua disini gak kemana mana" raka yang mengulas senyum dan mengelus surai hitam aurel setelahnya aurel tertidur
"gua janji bakal jaga lo rel, gua sayang lo" ucap raka pelan yang masih setia menatap aurel dan raka ikut tertidur disamping aurel
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
maaf ya kalo banyak typo, jangan lupa vote and komennya likenya juga hhe😊