Wanita Sempurna

Wanita Sempurna
episode 16


__ADS_3

kring


kring


semua siswa siswi berjalan keluar kelas untuk pulang dan tersisa aurel dkk di dalam kelas yang sedang merapihkan barang²nya


"skuy kita balikk" ucap rara bersemangat


"yuk" dan mereka berjalan keluar kelas namun saat di depan kelas mereka dikejutkan oleh seseorang yang sedang berdiri bersender di dinding depan kelas


"loh bang raka ngapain?" tanya aurel pada seseorang itu yang tak lain adalah raka


"nungguin kamu" raka yang menjawab dengan seulas senyum diwajahnya


"emang mau ngapain bang nungguin aurel?" tanya aurel pada raka


"mau ngajak pulang bareng" jawab raka


"yaudah aku izin dulu sama bang arnold" ucap aurel dan mengeluarkan ponselnya


"gak usah tadi udah bang raka izinin kok" raka yang memegang tangan aurel dan sontak membuat aurel kaget dengan perlakuannya


"khem nyamuk nih kita dah yuk kita pulang duluan" ucap salsa dan langsung menarik tangan rara


"yaudah yuk pulang" ucap raka dan menggandeng tangan aurel sedangkan yang digandeng hanya diam


okee skipp sampai tujuan


"loh bang kok kita kesini, ini dimana?" tanya aurel yang merasa heran pasalnya ia dibawa ke sebuah tempat dan tidak jauh dari sana terlihat rumah pohon


"kesana dulu yuk" raka menggandeng tangan aurel menuju rumah pohon tersebut dan mereka menaiki tangga sampai diatas rumah pohon


"wahh disini sejuk banget suasananya sangat tenang" ucap aurel yang memandangi dari atas tersebut


"ini tempat istimewa kakak, hanya kakak yang tau dan kakak berjanji pada rumah ini bahwa suatu saat kakak bakal dateng kesini dengan orang yang istimewa juga dan sampai detik ini hanya kamu dan kakak yang tau" ucap raka dengan pandangan lurus kedepan


"emm maksud kak raka cuma aurel yang tau tempat ini?" tanya aurel dan diangguki oleh raka


"ya karna kamu orang yang istimewa" ucap raka memandang aurel lekat dan yang dipandang hanya mengulas senyum manisnya


"huft" aurel menghela nafas kasar dan membuat raka bingung akan sikap aurel


"kamu kenapa? apa ada masalah?" tanya raka masih memandang aurel


"dulu aku selalu dapet kasih sayang yang lengkap dari mama papa dan abang tapi semenjak mama dan papa sibuk dengan urusan kerjanya mereka melupakan aku dan abang bahkan sekarang aku hanya dapat kasih sayang dari abang" aurel tersenyum pahit dan meneteskan airmatanya, raka yang melihat itu langsung berusaha menenangkan aurel dan aurel tersenyum ke arah raka


"lusa udah ulang tahun aku dan aku gak tau apa mereka akan ingat atau tidak hiks hiks mereka hanya hiks mementingkan uang tanpa ingat kalau mereka memiliki anak hiks" tangis aurel mulai pecah dan raka langsung memeluk aurel


"sstt udah ya kan sekarang ada kakak dan bang arnold" ucap raka yang menenangkan aurel dengan tangannya yang seraya mengelus kepala aurel


"makasih kak" ucap aurel dan tersenyum

__ADS_1


"udah gak boleh sedih lagi" ucap raka dan menghapus air mata aurel


"hm kamu mau ikut kakak lagi gak?" tanya raka menatap aurel


"kemana lagi kak?" tanya balik aurel


"nemuin seseorang mau ikut gak?" ucap raka


"boleh deh yukk" jawab aurel dengan antusias


"saatnya jalan my princess" ucap raka dan langsung menggandeng tangan aurel turun dari rumah pohon dan menuju motornya untuk ke suatu tempat


saat diperjalanan keheningan menyelimuti mereka berdua dan sampai tiba disatu rumah mewah hingga motor yang mereka tumpangi memasuki pekarangan rumah tersebut


"ini rumah siapa kak?" tanya aurel yang turun dari motor dan melihat rumah tersebut


"udah yuk nanti juga tau" raka yang menarik tangan aurel masuk ke dalam rumah


"mami raka pulang" ucap raka yang sedikit agak triak


"ehh anak mami udah pulang" ucap mami raka


"ini siapa cantik banget, pacar kamu ya ka" tanya mami raka kepada raka


"baru calon mi doain aja" ucap raka yang sukses membuat pipi aurel memerah


"halo tante aku aurel" ucap aurel dengan sopan dan senyum


"yaudah raka mandi dulu yah" ucap raka dan langsung berjalan menuju kamarnya


pov aurel


"mami mau masak dulu yah buat makan malam kamu duduk aja dulu disini" ucap mami raka


"boleh gak kalo aurel bantu mami masak?" tanya aurel berharap


"boleh kalo gitu ayuk kita kedapur" ucap mami raka bersemangat dan berjalan menuju dapur


"kamu tinggal dimana cantik?" tanya mami raka disela² kegiatan memasaknya


"diperumahan mawar mi" jawab aurel


"kamu tinggal sama orang tua kamu?" tanya mami raka dan sesekali melihat aurel namun aurel tiba² berhenti dan hal itu membuat mami raka bingung


"kamu kenala cantik?" tanya mami raka yang mengelus lembut kepala aurel


"ahh... gak papa kok mi" ucap aurel dengan senyum diwajahnya


"mama dan papa diluar negeri ngurusin pekerjaan, aku disini sama abang hanya berdua" ucap aurel lagi namun dengan senyum tipis


"yaudah sekarang ada mami ada papi dan ada raka yang bakal selalu sama kamu, kamu gak boleh sedih oke" ucap mami raka dengsn nada yang sangat lembut dan langsung memeluk aurel

__ADS_1


"makasih mi untuk semuanya hikss, jujur aurel rindu pelukan hangat mama tapi malam ini aurel sudah mendapatkannya walaupun bukan dari mama melainkan dari mami" ucap aurel dengan sedikit terisak dipelukan mami raka


"udah ah yuk masak lagi" ucap mami raka melepas pelukannya dan menghapus air mata aurel dan kembali melanjutkan aktivitas memasaknya


(skip aee ya guys... mereka udah selesai masak dan juga mereka udah selesai makan okee....)


"hm.. mami papi aurel pamit pulang yah udah malam" ucap aurel dengan sopan dan senyum manisnya


"diantar raka ya nak" ucap papi raka menatap aurel


"siap pi, pasti aku anter kok dan selalu aku jagain princessnya" ucap raka sedikit dengan nada menggoda


"sering² main kesini ya aurel, mami selalu tunggu kedatangan kamu kesini" ucap mami raka dan mengelus kepala aurel


"iya mi nanti aurel sering kesini kok" ucap aurel tak lupa dengan senyum di wajahnya


"biar lebih deket sama calon mertua yakan" ucap raka yang sedikit melirik aurel


"ihh kakak ini yaa!" aurel yang menahan malu karna godaan yang membuat pipinya memerah langsung menyubit pinggang raka dan membuat raka meringis kesakitan sedangkan para orang tua hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat tingkah dua insan didepannya itu


"udah sana raka kamu anterin aurel pulang nanti malah kemalaman" ucap papi raka


"tau.. udah sana jangan digoda terus menantu maminya" ucap mami raka yang sukses membuat pipi aurel tambah merah


"udah ya mi pi aurel pulang dulu... byee mami byee papi" ucap aurel dan langsung lari kearah motor


"yaudah mi pi raka anter aurel dulu" ucap raka dan langsung pergi nyusul aurel


"hati² kalian" ucap mami raka dengan sedikit teriak


"mami seneng ngeliat raka bahagia kayak tadi semoga aja mereka berjodoh" ucap mami raka


selama perjalanan keheningan menyelimuti mereka sampai tiba dirumah aurel


"makasih ya kak buat hari ini" ucap aurel setelah turun dari motor raka dan menatap raka


"seharusnya kakak yang makasih karna kamu udah nemenin kakak" ucap raka yang juga menatap aurel dengan senyuman


"yaudah aku masuk ya, kakak mau mampir dulu gak?" tanya aurel


"gak usah udah malam juga" jawab raka


"yaudah aku masuk ya kakak hati²" ucap aurel dan berjalan untuk masuk kedalam rumah


"ehh tunggu" ucap raka dan aurel yang mendengar itu langsung berhenti dan berbalik badan namun saat aurel berbalik badan ia di kejutkan karna raka yang sudah berada di belakangnya


"good night aurel, mimpi indah calon pacar" ucap raka yang lagi² membuaf pipi aurel memerah dan membuat aurel terkejut hingga mematung


"udah sana masuk di luar dingin" ucap raka lagi dan membuat aurel tersadar


"ehh.. iya kak night too kakak" ucap aurel dan langsung lari masuk ke dalam rumah

__ADS_1


dan raka mulai melajukan motornya menuju kerumahnya...


__ADS_2