
jam menunjukkan tepat saatnya bel pulang berbunyi yang artinya seluruh siswa berhamburan keluar kelas, tapi tidak untuk aurel yang masih duduk manis didalam kelas
"rel lu kagak balik?" tanya rara sambil merapikan buku buku yang ada diatas mejanya
"lupada duluan aja, gua masih nunggu abang gua" jawab aurel santai
"emang abang lo kemana rel?" tanya salsa disela sela kegiatannya yang sedang menata rambutnya
"dipanggil pak kepsek ntah mau ngapain" jawab aurel lagi
"gue heran deh rel sama lu padahal disekolah ini banyak yang seneng sama lu kenapa kagak lu ladenin aja ya itung itung hiburan buat lu" ucap rara sambil menatap ke aurel
aurel yang masih setia menatap ke luar jendelapun segera bangkit dari duduknya dan berjalan menuju keluar kelas tanpa menghiraukan omongan rara
hembusan nafas kasar yang rara keluarkan, ia kesal dengan temannya yang satu itu, padahal ia hanya membari saran tapi malah seperti itu
namun saat aurel hendak keluar ia sempet berhenti dan membalikkan badan ke arah dua temannya itu
"soal saran lo tadi sorry gua gk bisa mainin prasaan orang karna hati untuk dihargai bukan disakiti" jawab aurel dengan wajah datar dan ketus
setelah mengucapkan jawaban tadi aurelpun keluar kelas dengan menggandeng tangan sang abang sampai ke area parkir
hingga kini mereka sampai di sebuah rumah mewah bercat putih yang menambah aura kemewahannya, iyaa itu rumah mereka.. mobil itupun memasuki pekarangan rumah dan dua insan tersebut langsung keluar dari dalam mobil
"gua ke kamar bang" ucap aurel dengan nada dinginnya yang sambil melangkah manaiki anak tangga
"mandi setelah mandi turun untuk makan malam" jawab arnold sambil menatap sang adik
__ADS_1
"ayay captain" jawab aurel dengan penuh semangat
tak butuh waktu lama untuk aurel membersihkan diri dan kini ia sedang duduk manis di depan meja makan bersama sang abang
"dek" panggil arnold disela sela makannya
"ada apa bang?" tanya aurel sambil mengangkat kepalanya untuk menatap wajah sang abang
"gimana tadi disekolah?maaf yah abang gak bisa sama kamu tadi" ucap arnold yang masih memandang wajah aurel, ia tau bahwa ada yang disembunyikan oleh adik kesayangannya itu
"baik baik saja bang" jawab aurel dengan sedikit senyum yang terukir di wajahnya
"kau tak pandai berbohong aurel" ucap sang abang masih dengan nada lembutnya
"tadi sedikit ada masalah bang saat aku mau ke toilet, huh jadi malas jika aku harus mengingatnya" jawab aurel dengan tangan yang memasukkan makanan ke dalam mulut
*flashback on
"rel kantin kuy, laper gua" ajak rara dengan wajah memelas
"kalian duluan aja gua mau ke toilet dulu nanti gua nyusul" jawab aurel seraya berjalan ke luar kelas
"selalu saja meninggalkan" ucap rara
"udah ayok ke kantin" ucap salsa sambil menarik lengan rara untuk berjalan ke kekantin
disisi lain aurel yang sedang dikamar mandi dikejutkan dengan beberapa siswa yang berada tidak jauh dari toliet tersebut
__ADS_1
"eh ada aurel, sendirian aja nih mau ditemenin ke kantin gak?" ucap siswa dengan nada menggodanya
aurel yang memang malas menanggapi siswa siswa itu, iapun hendak pergi dari situ namun salah satu siswa tersebut menahan tangannya sehingga membuat pergelangan tangan aurel memerah
"eh sabar dong gak mau santai dulu sama kita, udah buru buru pergi aja"ucap salah saty siswa yang masih menggenggam pergelangan tangan aurel itu
" lo bisa lepasin tangan gue gak, gue gak punya waktu untuk gabung sama lupada" ucap aurel dengan nada agak meninggi seraya berusaha melepaskan tangannya dari genggaman si cowo brengsek itu
"oh ohh santai aurel" ucap siswa yang berada tepat di samping aurel
"lepasin aurel, dasar banci!" ucap seorang siswa yang mulai mendekati mereka dengan wajah datarnya
"wah wah wah Raka putra adijaya yang terkenal cuek dan badboy kini menjadi pahlawan untuk gadis dingin ini" ucap remeh salah satu siswa yang tertera namanya di name tag Bara
bugh
satu hantaman mendarat tepat di pipi bara hingga membuat suduh bibir pria tersebut robek dan mengeluarkan darah
"dasar banci beraninya kasar sama cewek!" ucap raka yang susah menahan amarahnya
bugh
hantaman kembali didaratkan tapi bukan raka melainkan bara, bara yang meninju pipi raka hingga sudut bibirnya mengeluatkan darah
"sialan lo!" ucap raka seraya bangkit karna ulah bara yang membuatnya jatuh tersungkur
Bara dkk pergi meninggalkan dua insan yang tidak berjauhan itu, raka yang sedang menghapus darah yang ada di sudut bibirnya sedangkan aurel yang masih diam terpaku hingga lamunannya terbuyarkan ketika tangannya lepas dari genggaman seseorang itu
__ADS_1
"eh lo gpp?" tanya aurel yang menghampiri raka dengan wajah khawatirnya*