
ceklek
"eunghh" lenguh raka yang terbangun saat mendengat suara pintu terbuka dan raka langsung duduk melihat siapa yang membuka
"eh maaf tuan saya hanya ingin memeriksa pasien" ucap sang dokter yang mendapati raka bangun dan melihat kedirinya
"tak apa silahkan periksa" ucap raka dan sang dokter langsung memeriksa aurel
"gimana?" ucap raka yang memperhatikan dokter
"sudah membaik kok tuan mungkin besok sudah bisa pulang tapi pasien jangan dulu kelelahan dan memikirkan hal berat, karna jika hal tersebut terjadi maka pasien bisa saja mengalami tekanan berat pada fisiknya" penjelasan sang dokter yang menatap raka
"baiklah terimakasih dok" ucap raka
"sama sama tuan, kalau begitu saya permisi dulu tuan" ucap sang dokter yang diangguki oleh raka dan dokter itupun pergi dari ruangan aurel
"mandi deh" ucap raka dan berjalan kekamar mandi
tak lama raka keluar dari kamar mandi dan melihat arnold yang sudah duduk disofa
"tadi dokter ke sini untuk cek aurel katanya besok udah boleh pulang" ucap raka tanpa melihat arnold
"yaudah nanti gua urus untuk kepulangan besok" ucap arnold dan berjalan ke kamar mandi
"kak raka" ucap aurel melihat raka yang sedang main hp disofa
"eh udah sayang udah bangun" ucap raka dan berjalan menghampiri ranjang aurel dan duduk dikuris samping ranjang
"aku kapan pulang kak?" tanya aurel menatap raka
"besok kamu udah boleh pulang kok tapi jangan kecapean ya jangan banyak pikiran juga" penuturan raka seraya mengelus lembut kepala aurel
"siap kapten" ucap aurel dan tertawa pelan
"yaudah sekarang kamu makan dulu ya, nih aku suapain" ucap raka mengambil makanan dimeja dan mulai menyuapi aurel
"kakak udah makan?" tanya aurel disela sela aktivitas makannya
"udah kok" jawab raka dengan senyum dan terus menyuapi aurel sampai habis
"ka gua titip aurel bentar ya gua mau ngurusin buat kepulangan aurel besok sekalian beli makanan buat lu" ucap arnold yang baru keluar kamar mandi dan melihat raka sedang bersama aurel
"santay aja nol selalu gua jagain kok" ucap raka mengacungkan jempol kearah arnold
__ADS_1
"iya dehh" ucap arnold dan langsung keluar dari ruangan
"kakak bohong ya sama aku katanya udah makan hayoo" ucap aurel dengan wajah serius dan menatap raka
"ketauan deh" ucap raka yang mencolek hidung aurel
"kenapa bohong coba, kan tadi bisa makan sama aurel" ucap aurel cemberut dan mengalihkan pandangannya
"nanti kalo aku makan sama kamu terus kamu kurang dong makannya nanti kelaperan lagi gimana?" ucap raka dengan nada menggoda dan aurel sontak langsung nengok ke arah raka
"ihh nyebelin banget sih kakak nih" ucap aurel memukul dada raka pelan dan memajukan bibirnya
"aduh aw aw" ucap raka yang pura pura kesakitan memegang dadanya yang dipukul aurel tadi dan aurel langsung panik
"eh kenapa kak sakit ya, maaf kak padahal aku tadi pelan loh" ucap aurel menatap raka dan raka yang melihat tingkah aurel langsung tertawa
"ahhhahahahha aduh sakit perut aku" ucap raka yang tertawa sambil menatap aurel sedangkan yang ditatap hanya memasang wajah datar
"tauk ah dah sana pergi" ucap aurel dan membelakangi raka
"maaf baby tadi aku becanda" ucap raka dan mengambil sesuatu dilaci meja dekat ranjang aurel
"hey sayag lihat sini deh aku punya sesuatu buat kamu" ucap raka namun aurel tidak menanggapinya
"yakin nih yaudah aku pergi deh" ucap raka dan menirukan suara langkah kaki, aurel yang mendengar itu langsung berbalik menatap raka
"mangkanya jangan ngeselin jadi orang" ucap aurel masih mode ngambek tanpa mengambil coklat ditangan raka
"iya sayang maaf" ucap raka yang mengelus lembut kepala aurel
"iyadeh kali ini aku maafin" ucap aurel dan mengambil semua coklat ditangan raka lalu memakan coklat tersebut
"suka banget sama coklat ya?" tanya raka yang melihat aurel memakan coklat dengan gembira
"iyah dulu setiap kali mama belanja pasti selalu beliin coklat banyak banget buat aku" ucap aurel tanpa sadar dan beberapa menit kemudian aurel langsung terdiam dan meneteskan airmata
"hey sini tatap aku" ucap raka menggenggam tangan aurel dan aurel menatap raka tanpa berhenti mengeluarkan airmata
"dengerin aku ya, orang tua kamu seperti itu untuk kamu sayang ya memang mereka lupa waktu sampai melupakan kamu juga tapi kamu harus ingat bahwa mereka yang merawat kamu dari kamu masih dalam kandungan, mungkin saat itu mereka hanya memikirkan kebutuhan kamu dan bang arnold tapi jauh dihatinya aku yakin pasti mereka juga merindukan kamu mereka pasti memikirkan kamu juga" ucap raka mengelus tangan aurel dan menghapus airmata aurel
"tapi hiks mereka jahat kak, mereka melupakan hari ulang tahunku, selama ini mereka sibuk dengan pekerjaan tanpa ingat aku, bahkan mereka tidak pernah menghubungiku" ucap aurel sambil menangis
"kakak tau kamu kecewa kakak tau kamu sakit hati, tapi coba deh kamu tanya sama hati kecil kamu apa kamu benar benar membenci mereka apa kamu benar benar tak merindukan pelukan mereka, mulut kamu memang berkata benci dan tidak tapi hati kecil kamu berkata jujur jadi maafkanlah mereka setidaknya jika kamu tidak mau memaafkan langsung tapi kamu bisa memaafkan secara perlahan, aku yakin mereka akan berubah, kamu gak perlu takut kamu gak sendiri karna kamu masih punya aku bang arnold dan mami papi" ucap raka tersenyum dan memeluk aurel
__ADS_1
"kakak benar, akan aku coba" ucap aurel membalas pelukan raka
tanpa mereka sadari ada sorot mata yang memperhatikan mereka berdua dengan airmata yang sudah membasahi pipi
"sayang" ucap orang tersebut yang mulai memasuki ruangan aurel sontak aurel melihat ke sumber suara
"mama papa" ucap aurel lirih memandang mamanya yang sudah menangis mendekati aurel
"hiks maafin mama hiks" ucap sang ibunda yang memeluk aurel dan tangisnya pecah dipelukan aurel
"aku akan mencoba memaafkan kalian berdua tapi kalian harus berjanji bahwa kalian tidak akan melupakan aku dan abang lagi" ucap aurel melepas pelukan sang ibunda dan menatap kedua orang tuanya
"yahh kami janji akan selalu berusaha ada disamping kalian lagi" ucap sang papa dan memeluk aurel serta istrinya bersamaan, arnold yang melihat itu langsung ikut memeluk keluarganya
sedangkan raka yang melihat momen tersebut tersenyum bahagia karna sang pujaan hatinya kembali pada kebahagiaannya
"udah ihh pengap tau" ucap aurel melepas pelukannya dan memajukan bibirnya
"uhh gemesnya anak papa" ucap papa aurel dan mengacak rambut aurel
"ihh papa rambut aku acak acakan tuh" ucap aurel dan merapihkan rambutnya
"kak raka liat deh masa rambut aku diacak acak" ngadu aurel menatap raka
"kalo yang ngacak ngacak rambut kamu aku hajar nanti aku gak dapet restu dong" ucap raka menggoda aurel dan mendekati aurel
"iss kakak" ucal aurel dan memeluk raka menyembunyikan wajahnya didada bidang raka sedangkan yang melihat tingkah aurel tertawa kecil
"hey calon mantu, enak sekali kamu ya memeluk anakku tanpa seizinku" ucap papa aurel memandang raka dan mengedipkan satu matanya tanda mengkode raka sedangkan yang ditatap langsung mengerti akan maksud papa aurel
"yah kayaknya gak dapet restu nih" ucap raka dan aurel langsung memeluk erat raka
"tidak ada yang bisa misahkan kita, awas aja kalo papa gak restuin nanti aku musuhin" ucap aurel menatap sang papa tanpa melepas pelukannya pada raka
"hahaha papa becanda sayang" ucap papa aurel menatap aurel dengan wajah cengengesan
"hey calon mantu jagain putri kecil papa oke, jika dia menangis karnamu akan ku penggal kepala mu itu" ucap papa aurel menatap raka
"siap papa mertua" ucap raka dengan senyum dan aurel pun ikut tersenyum
akhirnya mereka tertawa bersama dan berbincang bincang menikmati momen bahagianya
____________________________
__ADS_1
____________________________
jangan lupa Vote, komen and likenya dungss