
"*eh lo gpp?" tanya aurel yang menghampiri raka dengan wajah khawatirnya
"gue gpp" ucap ketus raka
"ehh sudut bibir lo luka, ikut gue ke uks" titah aurel seraya menarik lengan cowok tersebut menuju uks
"sini duduk gue ambilin obat dulu" ucap aurel dan berjalan ke tempat obat
"awsh, pelan ngapa" ucap raka yang meringis kesakitan karna obat yang menyentuh luka disudut bibirnya
"hm sorry ya krna gue lo jadi luka gini" ucap lembut aurel kepada raka
"cantik" gumam raka disela sela lamunannya yang sedari tadi menatap gadis cantik di hadapannya
"akhh sakit ****" ketus raka ketika merasakan tekanan disudut bibirnya
" suruh siapa lo bengong, tuh lo obatin sendiri gue balik" ucap aurel yang sudah melangkah kan kakinya hingga didepan pintu namun aurel terhenti dan membalikkan tubuhnya menatap raka
__ADS_1
"thanks udah nolongin gue" lnjut aurel dan setelahnya ia benar benar pergi dari ruang uks tersebut menuju ke kelas
flashback off*
"siapa yang udah bantu lo?" tanya arnold yang masih setia menatap sang adik
"hm kalo gak salah namanya Raka putra adijaya deh" jawab aurel dengan wajah seperti orang yang sedang mikir
"yaudah besok besok lo hati hati gue gak mau lo kenapa kenapa" ucap sang abang dengan penuh kekhawatiran dan kasih sayang
"iya abangkuu, dah aku mau ke kamar selamat malam bang" ucap sang adik yang ingin melangkahkan kakinya menaiki anak tangga, namun seketika berhenti ketika sang abang memanggilnya
cup
cup
"sudah, babay abang" ucap aurel yang melangkahkan kakinya menuju ke kamar setelah mengecup kedua pipi sang abang
__ADS_1
setelah sampai dikamar aurel menuju meja belajarnya berniat untuk belajar namun seketika pikirannya teralihkan dengan sosok laki laki yang telah menolongnya dari gangguan para siswa brengsek tadi siang
"tampan dan juga baik, seperti pernah mendengar namanya, tapi kenapa aku baru lihat dia tadi" gumam aurel sambil melamun
"astaga aurel sadar sadar apaan sih lo malah mikirin cowok tadi mendingan lo fokus sama belajarnya" monolog aurel sambil menggeleng gelengkan kepalanya berusaha menghilangkan bayangan tentang cowok tersebut dan berusaha untuk belajar dengan fokus
setelah beberapa jam dia berkutit dengan buku buku itu tepat pukul 22.35 yang sudah memasuki waktu tidur dia
"udah malam tapi kenapa mata ini tidak ingin terpejam" monolog aurel diatas kasur, yang akhirnya ia melihat ponsel nya diatas meja dan membuka beberapa game
tanpa sadar ia mulai memasuki alam mimpi dengan ponsel yang berada di tangannya..
kreekk
pintu kamar aurel terbuka menampakkan sang abang yang tengah berjalan mendekatinya
"maafin abang udah lalai jaga kamu, abang janji akan selalu sama kamu bakal jagain kamu dan lindungi kamu" ucap arnold sambil mengecup dahi sang adik setelah nya arnold mengambil alih ponsel sang adik dan mentaruh diatas meja tak lupa ia cas..
__ADS_1
arnold langsung berjalan ke arah pintu untuk keluar dari kamar sang adik yang sudah benar benar tertidur pulas, sebelum arnold benar benar pergi ia sempat membalikkan tubuhkan menatap lekat sang adik
"selamat tidur sayang, i love u" ucapnya dan saat itu arnold benar benar pergi keluar dari kamar sang adik