Wanita Sempurna

Wanita Sempurna
episode 18


__ADS_3

"bancot An***g" ucap raka yang melayangkan pukulan kemuka bara


"ABISIN!!" ucap bara dan yang lain mulai bertengkar


pov aurel


"awas gua mau liat kak raka" ucap aurel memberontak saat kedua tangannya dipegangin oleh robby dan yoga


"jangan rel diluar bahaya" ucap robby menenangkan aurel yg berontak


"gak peduli gua mau kak raka awass" ucap aurel dan menginjak kaki robby dan yoga lalu lari keluar


"AUREL!" ucap yoga dan robby teriak dan langsung menyusul aurel yang berlari keluar


"KAK RAKA!" ucap aurel teriak saat melihat raka berantem sama bara


"aurel" ucap raka melihat aurel yang menangis diambang pintu dan membuat raka lengah dan aurel yang melihat bara mau memukul raka saat itu juga aurel berlari dan berdiri didepan raka alhasil pukulan tersebut mengenai pipi aurel


bugh


"AUREL!" teriak raka saat aurel terkena pukulan dari bara karna melindungi raka dan aurel langsung tumbang pingsan


"rel aurel bangun" ucap raka mengelus pipi aurel


"BA*****!!" amarah raka memuncak dan memukuli bara membabi buta karna melihat aurel terkulai lemas


"udah ka, sekarang kita bawa aurel" ucap dika menarik raka dan bara dkk langsung pergi


"maafin gua rel" ucap raka dan langsung membawa aurel kedalam markas


"kenapa aurel bisa kedepan sih!!" ucap raka masih menatap aurel


"tadi aurel brontak ka sorry" ucap yoga


"argghhh kenapa jadi gini sih, gua gagal jagain aurel bodoh bangett sihh" ucap raka frustasi


"kakak gak salah kok" ucap aurel tersenyum saat melihat raka yang frustasi dan raka langsung nengok ke aurel


"aurel, maaf ya karna kakak kamu jadi luka" menatap aurel dan mengelus pipi aurel yang sedikit memar


"gak papa kok kak, ini gak seberapa daripada luka kakak" ucap aurel yang juga memandang raka


"kak rai boleh aurel minta tolong ambilin handuk kecil sama es batu?" tanya aurel memandang raihan


"bentar ya" ucap raihan dan langsung pergi untuk mengambil yang aurel minta


"kakak kakak duduk aja biar aurel obatin sekalian sini" ucap aurel dengan senyum memandang adit dkk


"gak usah rel kita nanti ngobatin sendiri aja" ucap adit membalas senyum aurel

__ADS_1


"nih rel" raihan yang datang dan langsung memberi yang aurel minta


"makasih kak" ucap aurel mengambil yang dikasih raihan


"yaudah rel ka kita kedalam ya" ucap robby dan diangguki oleh raka lalu mereka semua pergi hanya tersisa raka dan aurel berdua


"sini kak aku obatin luka luka kakak" ucap aurel yang mulai mengobati luka lebam raka


"auuu shh" raka yang meringis dan membuat aurel lebih lembut lagi


"makasih rel" ucap raka menatap aurel yang sangat dekat dengan wajahnya


"ehh i iya kak sama sama" ucap aurel yang gugup


"sini gantian kakak yang obatin luka kamu" ucap raka dan mengambil handuk ditangan aurel dan mulai mengobati luka aurel sedangkan aurel hanya diam memandang raka


"yaudah kita pulang yuk" ucap raka menaruh handuk kedalam wadah


"yuk" ucap aurel dan bangkit dari duduknya


"gua balik" ucap raka sedikit agak teriak dan langsung menggandeng tangan aurel menuju motor dan melajukan motornya


saat sampai dirumah aurel langsung dihadang oleh arnold dengan tatapan datar


"bang ar kenapa?" tanya aurel saat melihat arnold memandangnya dengan tatapan datar


"muka kamu kenapa?" tanya arnold balik saat melihat lebam dipipi aurel


"huft, lain kali hati hati baby, abang gak mau kamu kenapa²" ucap arnold mengelus lembut kepala aurel


"abangg hiks hiks..." aurel yang langsung memeluk arnold dan menangis


"hey kenapa nangis sayang?" ucap arnold mengelus kepala aurel


"aurel sayang abang" ucap aurel yang terisak dan melepas pelukannya menatap arnold


"abang lebih sayang aurel" ucap arnold dan mengecup kening aurel


"yaudah kamu istirahat sana abang mau keluar sama raka bentar" ucap arnold mengelus kepala aurel dan diangguki oleh aurel


"kita berangkat sekarang" ucap arnold dan berjalan keluar rumah bersama raka dan mulai melajukan motornya


pov aurel


"kenapa saat aku sama kak raka hati aku seneng banget" monolog aurel seraya menatap langit langit kamarnya


"kak raka ternyata baik ya perhatian ganteng lagi" ucapnya lagi dengan senyum


"dan lagi kenapa setiap aku deket kak raka aku selalu ngerasa deg degan"

__ADS_1


"apa aku suka sama kak raka? tapi haiss apaan sihh" ucap aurel dan nepok jidatnya


aurel bangun dari tempat tidur dan berjalan kemeja belajarnya, aurel yang tiba tiba terdiam saat melihat bingkai foto yang ada dimejanya dan langsung mengambil foto itu dan berjalan kembali ke kasurnya


"apa kalian besok akan pulang?" ucap aurel mengelus foto yang ia pegang dan tanpa sadar aurel meneteskan air mata


"apa kalian ingat besok ulang tahunku?, aku kangen kalian tapi kalian selalu mementingkan pekerjaan" ucap aurel yang membuat tangisnya pecah


"aurel kangen mama dan papa, aurel kangen masa masa dulu yang dimana kalian selalu ada sama aurel hiks hiks" tangis aurel dan memeluk foto tersebut sampai ia tertidur


kring


kring


"hoaamm" aurel yang ngulet saat mendengar alrm berbunyi dan langsung menuju kamar mandi dan bersiap sekolah


"loh abang kemana?apa belum bangun?" ucap aurel saat turun dari tangga dan menuju meja makan ternyata kosong


"coba ke kamarnya deh" ucap aurel dan berjalan menuju kamar sang abang tapi kosong


"abang kemana sih" ucap aurel yang merasa sedikit kesal dan langsung bergegas pergi ke sekolah


saat tiba dikelas aurel dibuat heran karna kedua sahabatnya bersikap sangat cuek dan acuh padanya


"kalian kenapa?" tanya aurel pada kedua sahabatnya


"bukan urusan lu" ucap rara dengan nada sinis


"kalian kenapa sih, ada apa?" tanya aurel lagi


"udah gua bilang bukan urusan lu mending lu pergi deh sana nanti guru masuk" ucap rara dan aurel langsung pergi dengan wajah bingung


selama pelajaran aurel tidak fokus dengan materi dan aurel hanya diam memikirkan apa yang sedang terjadi


kring


kring


saat jam istirahat tiba aurel dibuat semakin heran pasalnya salsa dan rara pergi duluan tanpa melihat aurel sedikitpun


"udahlah bodoamat" ucap aurel dan berjalan kekantin namun saat dipertengahan koridor aurel dibuat membeku karna melihat seseorang didepannya


"sayang, nanti kalo aurel tau kita pacaran gimana?" ucap sang wanita dengan tangan yang merangkul manja tangan lelaki disampingnya


"udah biarin aja" ucap sang lelaki dengan membelai lembut surai hitam sang wanita


aurel yang melihat itu hanya meneteskan airmata dan langsung lari menuju taman belakang sekolah


"hiks..hiks.. ke na pa kalian jahat hiks.." monolog aurel sesegukan

__ADS_1


"padahal hari ini hari ulang tahun aurel tapi kalian jahat, mama papa abang kak raka salsa dan rara semuanya jahat hiks.." tangis aurel pecah


akhirnya aurel menenangkan diri dan berniat untuk kembali ke kelasnya, dikelas aurel hanya diam dengan tatapan kosong, kedua sahabatanya yang melihat aurel merasa bersalah akan semua perbuatannya tapi mereka hanya bisa diam...


__ADS_2