Wanita Sempurna

Wanita Sempurna
episode 7


__ADS_3

"*hallo bisa ketemu gua di cafe deket sekolah sekarang?" arnold yang menelfon seseorang


"....."


"okee berangkat sekarang" ucap arnold dan langsung mematikan sambungan telfon dan bergegas menuju garasi*


"bi, saya nitip aurel kalo ada apa apa cepat hubungi saya" ujar arnold yang menatap bi susi


"baik den" ucap bi susi


arnold langsung menaiki motor dan langsung menuju cafe


"ada apa lo mau ketemu gua?" tanya seseorang yang sudah berada di dalam cafe tersebut


"gua tau lo tadi nganter aurel pulang dan gua mohon sama lo tolong jaga aurel" ucap arnold dengan nada memohon


"emang lo mau kemana nitipin aurel sama gue?" tanya seseorang tersebut dengan heran


"gua tau lo baik dan gua percaya lo bisa jagain aurel ka, tadi gua sempet berantem sama aurel dan gua rasa dia marah dengan gua, gua mohon tolong jaga dia" ucap arnold masih dengan nada memohon


"gua usahakan" jawab raka


ponsel arnold bergetar yang tertera nama bi susi dan dengan cepat arnold mengangkat sambungan telfon tersebut


"hallo ada apa bi?" tanya arnold


"non aurel teriak den dalam kamar bibi takut non aurel berbuat aneh aneh den" penuturan bi susi sukses membuat arnold khawatir


"saya pulang bi" ucap arnold dan langsung mematikan sambungan telfonnya

__ADS_1


"ka gue pulang, aurel teriak didalam kamarnya" ucap arnold dan langsung bergegas pergi ke parkiran


"gue ikut" ucap raka dan langsung mengikuti arnold, dan langsung melaju ke rumah arnold


arnold yang baru sampai di rumah dengan cepat langsung lari menuju kamar aurel


"aurel buka pintunya" teriak arnold


tok


tok


tok


"aurel buka abang mohon, jangan berbuat macam macam aurel" ucap arnold lagi, namun tidak ada respon apapun dari dalam kamar aurel


"dobrak aja udah" ucal raka, dan langsung dilakukan dengan arnold


"AURELL" teriak arnold ketika melihat aurel terkulai lemas dilantai dengan beberapa luka sayatan di tangannya dan banyak darah membasahi tubuh serta lantai kamar aurel, bagai tertusuk beribu ribu duri hati arnold yang melihat adiknya tak berdaya dengan cepat arnold mengangkat badan aurel


"raka tolong siapain mobil, kunci ada di kamar gue" ucap arlond dengan wajah takut


"bertahanlah dek" ucal arnold seraya mengelus pipi adiknya yang sudah ada didalam mobil dan langsung menuju rumah sakit


"Dokterr, susterr tolong saya" teriak arnold ketika sampai di rumah sakit dan langsung disambut beberapa suster dengan membawa brankar rumah sakit


"suster siapkan ruang UGD" titah dokter dengan mendorong brankar rumah sakit itu menuju ruang UGD


"maaf mas silahkan tunggu diluar" ucap suster dan langsung menutup pintu ruang UGD tersebut

__ADS_1


arnold yang sedari tadi menunggu dokter keluar hanya diem tak berkutik pikirannya kacau sangat kacau tasa takut kehilangan begitu besar ia tak sanggup jika harus kehilangan adik kecilnya, sedangkan taka yang dari tadi memperhatikan arnold terus mencoba untuk menenangkan sahabatnya ia tau sahabatnya sedang kacau


"udah nol, gua yakin aurel kuat dan bisa" ucap raka yang berniat menenangkan pikiran arnold


"gua takut ka, gua takut dia pergi" ucap arnold dengan menahan tangisnya


"keluarga pasien" ucap dokter yang baru saja keluar dari ruangan UGD, arnold yang mendengar dan sadar akan kehadiran dokter ia langsung bangkit


"saya abangnya dok, gimana keadaan adik saya?" tanya arnold dengan wajah khawatir


"adik anda kekurangan darah saya butuh darah AB+ karna sayatan yang ada di tangannya cukup dalam yang mengakibatkan darah terus keluar" penuturan dokter sukses membuat arnold meneteskan air mata


"saya akan mencarikan secepatnya dok karna golongan darah saya A" ucap arnold kepada sang dokter


"ambil darah saya dok" ucap raka dan membuat arnold menatap raka tak percaya


"thanks ka" ucap arnold dengan senyum getir


"mari ikut saya" ucap dokter dan langsung menuju ruangan untuk melakukan donor darah


waktu berlalu kini aurel telah dipindahkan keruang inap setelah proses donor darah


"mending lo pulang ka udah tengah malam nanti bonyok lo nyariin" ucap arnold yang menatap raka


"gua disini aja sekaliam nemenin lo" jawab raka dan diangguki oleh arnold


"jujur nol, gua udah suka sama aurel sejak pertama gua ketemu dia katna insiden waktu itu" lanjut raka dan langsung ditatap oleh arnold


"gua percaya sama lo ka, gua titip aurel jangan bikin dia sakit dan jangan bikin dia menangis" ucap arnold dan langsung menepuk pundak raka

__ADS_1


"gua gak janji tapi akan gua usahakan" ucap raka


kini keduanya tertidur dengan posisi raka yang tertidur di sofa dan arnold yang tertidur disamping tempat tidur aurel


__ADS_2