
Di tengah hutan, terlihat seorang wanita sedang berlari sambil menggendong seorang bayi laki-laki berusia 5-6 bulan.
Di tempat yang berbeda, di sebuah panti asuhan, seorang wanita tua terlihat sedang menyuruh anak-anak kecil untuk beristirahat,
"anak-anak sudah waktunya tidur" ucap wanita tersebut.
"ya buk sebentar lagi," ucap salah satu anak di sana yang tengah bermain,
"anak-anak, kalian sudah harus tidur" ucap sang ibu,
"tapi buk biasanya tidur jam 9:30, ini kan masih jam 9" balas salah satu anak,
"sayang sekarang sedang hujan lebat, dan cuaca sedang dingin jadi kalian tidurlah" balas sang ibu,
"baik buk, kami beres kan dulu mainannya" balas sang anak lagi.
Setelah selesai membereskan mainan, anak-anak tersebut pun langsung menuju ke kamar masing-masing.
Di tengah malam yang sunyi, tiba-tiba terdengar tangisan bayi di panti asuhan tempat anak-anak tadi bermain, "oek oek oek" bayi itu menangis sangat kuat hingga terdengar oleh pengurus panti.
"suara apa sih di luar malam-malam begini" ucap pengurus panti, yang tadi menyuruh anak-anak tadi istirahat,"seperti suara seorang bayi" ucapnya fokus mendengar suara tersebut.
"hei sedang apa" ucap pengurus panti lain membuat temannya terkejut.
"haa... apa yang kau lakukan mengagetkan saja? " Teriak pengurus panti.
"habis nya melamun di tengah malam... hehehe"ucap temannya Sabil tertawa kecil "jadi kau tadi sedang apa"lanjutnya
"aku sedang mendengarkan suara" balasnya
"suara, suara apa sampai sefokus itu?"tanya nya lagi
"suara bayi, apa kau tidak mendengarnya?"ucap nya
"mana ada suara bayi"ucapnya Sabil mencari suara yang di maksud."Tuh gak ada apa-apa mungkin kamu salah denger kali.
"iya juga ya, di panti kan gak ada bayi"ucap ya Sabil menepuk jidatnya,"kalau begitu kita ke kamar anak-anak melihat mereka sudah tidur atau belum"lanjutnya.
"ayo ini sudah malam"
mereka berdua pun berjalan. setelah mereka berjalan beberapa langkah, dan saat mereka tiba di ruang tamu, saat mereka ingin menuju kamar anak-anak, terdengar suara tangisan bayi lagi.
__ADS_1
"oek oek oek" suara tangisan tersebut membuat mereka terkejut, dan berteriak. "aahhaa, teriaknya ketakutan.
"kalian sedang apa, kenapa berteriak di tengah malam begini"ucap seseorang yang berjalan menuju arah mereka.
"kepala panti begini", belum sempat ia menyelesaikan ucapannya temanya dengan cepat menyalah ucapannya.
"ada suara bayi di luar"ucapannya dengan cepat, dan terlihat cemas.
"ayo kita lihat, apa benar ada bayi"ucap kepala panti sambil berjalan keluar gerbang
mereka berjalan ke arah gerbang, semakin mereka mendekati gerbang semakin terdengar suara tangisan bayi tersebut, dan saat mereka membuka gerbang mereka terkejut melihat bayi di depan mereka yang basah kuyup karena hujan sebelumnya.
kepala panti pun dengan cepat menggendong bayi tersebut "cup cup cup, jangan menangis lagi"ucap sang kepala panti, sambil menggendong sang bayi ke pelukannya.
"lihat matanya satu berwarna merah satu berwana emas," ucap salah satu pengurus panti.
"iya bener, kenapa matanya berwarna merah sebelah?" ucap kepala panti ke heran nan.
"ayo bawa masuk dulu" ucap salah satu pengurus panti.
mereka pun masuk dan mengganti pakaian bayi tersebut, setelah selesai mengganti pakaian bayi mereka mulai membicarakan dari mana asal bayi tersebut.
"Lihat matanya kembali hitam seperti orang normal," ucapannya membuat mereka bertiga kebingungan.
"lihat ada kotak kayu, dan surat."
"coba baca isi surat tersebut" ucap kepala panti, yang lagi menggendong bayi.
"baik, isinya hanya ada nama Araka " ucapnya,
"mungkin itu nama bayinya" balas temannya,
"baiklah kalau begitu namamu Araka nya," ucap kepala panti "lalu siapa yang meletakan bayi yang tampan ini di depan panti" sambungnya Sabil bermain bersama sang bayi.
flashback on
"hah.. hah hu.." terdengar suara napas yang ngos-ngossan, yang ternyata adalah wanita di hutan tadi, terlihat wanita itu mengajak berbicara bayi yang ada di gendongan nya "anak mama sayang jangan menangis lagi, kita sudah aman." ucapnya sambil mengusap kepala sang bayi.
Setelah mengatakan itu wanita itupun kembali berjalan.
Wanita bertudung itupun sampai di sebuah panti asuhan, kemudian dia meletakkan bayi tersebut kelantai yang membuat mata sang bayi berubah menjadi jadi merah "anak mama sayang, kamu marah nya sama ibu?" ucapnya lirih, sambil memandangi bayi tersebut dengan tatapan sedu, tanpa sadar iya pun menetes kan air mata nya.
__ADS_1
Wanita bertudung itupun berdiri, dan melangkahkan pergi di saat di ingi menghilang, diapun melirik kearah bayi dan meneteskan air mata "maaf, maafin ibu nak" ucapnya lirih, Sabil mengusap air mata nya yang sekarang terlihat jelas, karena hujan deras tadi menutupi air matanya, jadi kita tidak bisa melihat air mata nya yang mengalir deras.
"sekali lagi ibu minta maaf sama kamu, dan semoga kamu bertemu orang yang mau merawat mu seperti anaknya sendiri" batinnya, kemudian dia tersenyum kearah Sang bayi, walaupun air matanya mengalir dan dadanya terasa sesak karena harus meninggalkan bayi nya. Di hatinya ada perasaan tidak telah namu terpaksa melakukannya. Wanita itu pun kemudian menghilang, meninggal kan sang bayi, yang bernama Araka tersebut yang masih menangis.
flashback off
"kira-kira berapanya usianya?" tanya sang kepala panti,
"oh, di surat ini tertulis 6 bulan" ucap sang pengurus panti,
"baik lah, kalian tidurlah aku yang akan menidurkan nya malam ini" ucap kepala panti,
"baik, kalau begitu kami permisi dulu" ucap salah satu pengurus panti, dan mereka pun berjalan keluar kamar.
satu tahun kemudian
Terlihat seorang anak laki-laki berusia satu setengah tahun tengah duduk, memperhatikan anak-anak yang lebih dewasa bermain bola, ya anak kecil itu adalah Araka.
Anak-anak yang sedang bermain bola di lapangan panti asuhan "aduk, ah sakit "teriak salah satu anak yang terjatuh,
"lihat kakinya berdarah" ucap salah satu anak sambil menunjuk tempat yang terluka.
Araka yang melihat langsung mendekat, dan berjongkok di depan anak yang terjatuh, lalu ia meletakkan tangan nya di tempat yang terluka, kemudian cahaya putih pun muncul dan secara tiba-tiba luka itu pun sembuh. Anak-anak yang lain pun kebingungan melihat kejadian tersebut.
Bagai mana mereka tidak bingung, seorang anak kecil bisa menggunakan sihir, yang di mana harus nya anak berusia 15 tahun baru bisa menggunakan sihir tingkat dasar.
"sudah sembuh, kakak bisa bermain bola lagi" ucap Araka sambil berdiri,
"terimakasih" ucap anak yang tadi terluka,
"raka, kamu bisa sihir ya?" tanya salah satu anak disitu,
"shut kalian harus merahasiakan ini" ucap Araka
"baik lah kami akan merahasiakan nya sebagai tanda terima kasih," ucap anak-anak disitu sambil menjulurkan jari kelingking nya,
"baik aku percaya kalian" ucap Araka sambil tersenyum.
mereka pun kembali bermain dan Araka juga ikut bermain.
Bersambung...
__ADS_1