World Destroyer Battle

World Destroyer Battle
di adopsi


__ADS_3

Saat mereka berbicara bincang tuan Miller pun bertanya kepada Araka yang membuat Eric terkejut.


"Araka, apa kau mau menjadi anak angkatku?" ucap tuan Miller membuat mereka pun diam beberapa saat, "aku tau mungkin ini mendadak, dan kau pun pasti bingung kenapa aku mau mengangkat mu menjadi anakku" tuan Miller pun menjelaskan, dan berusaha tetap santai agar tidak terjadi kecanggungan.


"Beri aku waktu untuk memikirkannya"bjawab Araka.


Mendengar jawaban Araka tuan Miller menghela nafas lega.


"baik lah, aku akan memberimu waktu dan besok pagi jam 9 kita bicara lagi" tuan Miller terlihat bersemangat, dan bahagia "ayo jalan lagi ric" Eric pun mengaguk, dan menjalan kan lagi kudanya.


panti asuhan


"apa sudah menemukan nya" ucap pengawas panti yang terlihat cemas,


"belum, ak_aku sudah me_mencari di bagian be_be_belakang tapi tidak ket_temu" jawab nya, dengan suara gemetar, takut kena marah kepala panti,


"baiklah ayo cari di luar panti, tidak perlu gugup dan takut," ucap pengawas panti satunya.


Dua orang itu bergegas pergi ke depan gerbang "kalian mau kemana?" tanya kepala panti, baru muncul dari dalam.


"Mencari Araka di luar, kepala panti" jawabnya


"aku ikut" ucap kepala panti, menyusul mereka


Di sisi lain Araka yang sebentar lagi sampai di panti melihat lengan tuan Miller, terlihat lengan itu terluka, mungkin akibat terkena serangan monster tadi.


"Tuan, bisakah aku yang menyembuhkan luka tuan?" tanya Araka, yang melihat, dan menunjuk luka di lengan tuan Miller,


"memangnya Araka bisa menyebutkan luka? tanya tuan Miller penasaran,


"bisa, jawab Araka lalu meletakkan tangannya di atas lengan tuan Miller yang terdapat luka tanpa mengucapkan mantra lagi, cahaya putih pun muncul di bagian telapak tangan Araka dan menutupi luka itu. Lalu luka itu langsung sembuh, hal itu pun membuat tuan Miller dan Eric bingung sekaligus penasaran dengan sosok Araka yang sudah bisa menggunakan sihir penyembuhan, bahkan tingkat penyembuhan nya sangat cepat.


" benar saja anak ini bukan anak biasa, dia mampu menggunakan sihir penyembuhan tingkat tinggi, dimana pengguna sihir penyembuhan tingkat tinggi sangat langka dan jarang di temui penggunanya" batin tuan Miller dan Eric bersamaan, yang masih terlihatlah keheranan.


Tak terasa, mereka sudah sampai di depan panti, saat Araka turun dari kereta kuda dia langsung di peluk kepala panti, yang saat itu baru keluar dari gerbang untuk mencarinya di luar panti.


"Araka sayang kamu dari mana saja nak " ucapannya sambil memeluk dan mengusap lembut kepala Araka, walaupun dia buka ibu kandung Araka tapi, dia sudah menganggap Araka anaknya sendiri.

__ADS_1


Dia berusaha untuk tidak menangis tapi air matanya tetap terjatuh, karena dia takut Araka menghilang.


Ia pun melepas pelukannya dan melihat dua orang di belakang Araka, kemudian dia berdiri dan menghampiri dua pria tersebut.


"Terimakasih banyak, karena telah membawa Araka pulang" ucap sang kepala panti dan menundukkan kepalanya.


"Sama-sama, kebetulan kami bertemu di jalan dan dia sendirian terlihat kebingungan jadi aku mengantarnya" bohong tuan Miller, saat melihat wajah Araka yang terlihat cemas dan sambil menggeleng kan kepalanya memberi Isyarat pada tuan Miller, "kalau begitu kami permisi dulu masih ada urusan yang harus kami selesaikan" tuan Miller pun pergi dan memberi senyum melambaikan tangan, yang kemudian di balas oleh Araka juga.


"Araka, ayo kita kedalam yang lain khawatir kerena kamu tiba-tiba menghilang" ajak kepala panti dan mereka masuk kedalam.


Malam hari di panti


"apa aku terima tawaran tuan Miller, tapi jika aku terima aku tidak bisa bermain dengan yang lain, di sisi lain aku juga ingin punya keluarga" gumam Araka sambil menggosok- gosok jidatnya dan terlihat kebingungan.


"apa aku tanya buk kepala panti saja ya" gumam Araka lagi.


Araka pun keluar dari kamar dan menuju kamar kepala panti.


Tok tok suara ketukan pintu terdengar di sebuah kamar Araka pun, dan tak lama ibu panti pun keluar dari kamar.


"ada apa Araka?" tanya kepala panti yang terlihat mengantuk.


"ayo bicara di dalam aja" ajak kepala panti, mereka pun masuk ke dalam kamar dan kemudian duduk di kursi yang ada di kamar.


"begini buk tadi siang orang yang bersama Araka mengajak" ucapan araka terhenti dan dia pun tampak kebingungan apakah dia harus bilang atau tidak.


"Araka bilang saja kalau ada apa-apa" jawab kepala panti dengan lembut dan tersenyum,


Araka pun menarik nafas dan kemudian mulai berbicara tentang kejadian tadi siang, kepala panti pun terkejut mendengar cerita Araka.


"lalu di perjalanan pulang dia mau mengangkat Araka menjadi anaknya" ucap Araka terhenti dan melihat kearah kepala panti, "jadi apa yang harus aku lakukan buk, apa aku terima atau tidak?" tanya Araka dengan serius.


kepala panti menatap Araka Dengan serius kemudian dia berkata "kamu tanyakan pada dirimu sendiri, apa yang akan kamu lakukan aku akan mendukung mu" ucap kepala panti sambil nunjuk dada Araka.


Araka pun mengaguk dan mulai berpikir, sampai 10 menit lamanya.


"apa sudah menemukan jawaban?" tanya kepala panti kepada Araka.

__ADS_1


"Sudah, aku sudah memutuskan aku akan menerima tawaran nya" jawab Araka penuh keyakinan.


Ibu kepala panti pun terlihat senang karena Araka menjawab dengan tegas dan penuh keyakinan, "sudah malam Araka tidur dulu" perintah kepala panti.


Araka pun pergi meninggalkan ruang tersebut.


pagi hari panti asuhan


terlihat ada beberapa orang yang tengah duduk di ruang tamu, orang-orang itu adalah Araka, tuan Miller, Eric, kepala panti, dan beberapa pengurus panti.


"perkenalkan saya Miller Don dan ini Eric pengawal saya" ucap tuan Miller, memperkenalkan diri ya dan Eric yang ada di sebelahnya.


"saya Siti kepala panti asuhan ini" Jawab kepala panti yang juga memperkenalkan dirinya.


"begini buk, maksud kedatangan saya kemarin untuk mengadopsi salah satu anak di panti ini" tuan Miller menjelaskan sambil melirik Araka yang duduk diseberang ya.


"iya saya tau, Araka sudah bilang sama saya" jawab buk Siti,


"kalau begitu apa jawaban Araka?" tanya tuan Miller dengan antusias,


"saya mau tuan Miller" jawab Araka, singkat dan mantap dengan ucapan, yang membuat tuan Miller dan Eric tersenyum.


Setelah mendengar ucapan Araka, tuan Miller terlihat bahagia. Kepala panti juga terlihat senang karena Araka berani menyampaikan kenapa dia mau menjadi anak adopsi tuan Miller.


Buk kepala panti juga menyuruh Araka berpamitan pada teman-temannya, dan menyiapkan barang yang ingin di bawak.


Lalu mereka pun berbincang sejenak dan tak lama Araka kembali ke ruang tamu setelah berpamitan dengan teman² panti. "Buk, saya sangat berterima kasih kepada ibu dan semuanya, yang telah merawat saya, saya tidak akan melupakan kebaikan kalian" ucap Araka, yang terdengar sedu, mereka pun bersiap berangkat "buk saya permisi" sabung Araka yang berjalan ke sisi tuan Miller.


"sama-sama nak, ucap buk Siti menarik Araka ke pelukannya dan dia menangis "Araka, nanti jangan nakal ya, dengar apa yang di ucapkan tuan Miller ya, satu lagi cari lah teman yang baik" ucap buk Siti, menyekat air matanya yang jatuh.


"hmm... saya akan lakukan apa yang buk Siti bilang tadi" ucap Araka sambil menyekat air mata buk Siti.


Ya kedua nya cukup dekat jadi mereka, sehingga buk Siti pun menangis sesenggukan.


"baik lah kalau begitu saya permisi dan nanti syarat serta surat-surat Eric yang urus"ucap tuan Miller, menunjuk ke arah Eric, Eric pun mengaguk kan kepalanya.


mereka masuk ke dalam kereta kuda lalu kepala Araka pun keluar dari jendela, "terimakasih semuanya sampai jumpa lagi" teriak Araka sambil melambaikan tangannya ke arah orang-orang di gerbang panti, orang-orang di panti membalas lambaikan tangan Araka dan tersenyum.

__ADS_1


perjalanan dari ibu kota kekaisaran menuju kota Don adalah 2 hari.


Bersambung...


__ADS_2