World Destroyer Battle

World Destroyer Battle
Pertemuan


__ADS_3

Empat tahun pun berlalu dengan cepat, dan kini Araka telah berumur 5 tahun.


Seperti hari-hari biasa Araka bermain bersama anak-anak panti lainnya.


"duarr, terdengar suara suara ledakan di dalam hutan di dekat panti.


"anak-anak ayo masuk nak ada Monster"teriak pengurus panti.


Segera anak-anak itu pun berlari masuk ke dalam panti, tapi tidak dengan Araka yang terlihat penasaran dengan suara tersebut.


Araka yang penasaran pun pergi ke sumber suara.


Hutan besar kekaisaran SKY FIRE


Di dalam hutan terdapat enam orang yang sedang berusaha menangkap binatang sihir/monster.


Wus, dar, monster sihir itu menyemburkan api hingga membuat pohon-pohon terbakar, dan hampir mengenai seorang yang terlihat Lebih tua dari yang lain.


"tuan, hati-hati" Teriak sala satu dari enam orang tersebut, sepertinya dia adalah pengawal dari pria yang sedikit terlihat tua yang hampir terkena serangan dari Monster sihir tadi.


"tenang saja Ric, mungkin aku sudah tua ha.. ha.. ha .." laki-laki paruh baya tersebut tertawa, sambil menghindari semburan api dari Monster Tersebut.


laki-laki paruh baya tersebut kemudian melompat ke pohon besar di dekat sana dan di ikuti Eric orang kepercayaan nya.


"tuan tangan tuan berdarah"ucap Eric yang mukanya terlihat cemas.


"hanya luka ringan tidak perlu cemas"ucapnya sambil menutup luka nya dengan kain yang di berikan Eric, "ric sebaiknya kau bantu mereka dan segera kalahkan monster tersebut" ucap nya lagi, sambil menunjuk kearah 4 orang di bawah mereka, yang terlihat sedang kesusahan menghadapi monster tersebut karena terus menyemburkan api.


"baik tuan" setelah mengatakan itu dia langsung lompat, dan memukul monster tersebut hingga terpental lumayan jauh, sampai beberapa pohon pun bertumbangan.

__ADS_1


Di sisi lain hutan terlihat seorang anak laki-laki berumur lima tahun yang ternyata adalah Araka, yang sedang mendekat ke arah pertempuran terjadi "seperti nya di depan sana" ucap Araka, yang masih terus berlari semakin dekat.


"sihir batu, tehnik tangan batu, serangan penghancur organ dalam," dengan tangan yang di lapisi batu, dia melompat kearah monster tersebut, dan mengarahkan serangannya tepat di tubuh bagian depan monster tersebut.


Duarr', serangan itu pun mengenai Monster tersebut dan alhasil monster tersebut mati di tempat.


"wow kuat sekali" ucap Araka, yang terlihat takjub, ternyata sedari tadi dia melihat dari balik semak-semak. "Tapi seperti ada yang, aneh monster tersebut terlihat baik-baik saja" Araka tampak heran, saat melihat jasat monster tersebut baik-baik saja dari depan, tapi saat empat orang tersebut membalikan monster Araka pun sangat terkejut, melihat sisi lain dari Monster yang sudah hancur, tapi bagian depan tempat yang terkena pukulan baik-baik saja.


"tuan ini inti monster tersebut" ucap Eric Sabil mengasih Cristal berwarna kuning cerah kepada tuan nya" monster ini monster tingkat 2 tuan, seperti nya dia sedang akan berevolusi untuk naik tingkat" sambung Eric.


"Kebetulan aku membutuhkan itu untuk cucu ku yang sedang sakit, dan membutuhkan inti Monster untuk bahan obatnya" ucap pria yang sedikit terlihat tua itu, sambil mengambil inti monster tersebut.


kresek' kresek' suara semak yang bergerak karena Araka "siapa itu," ucap Eric lalu dengan cepat dia berlari kearah semak dan menangkap Araka "siapa kamu, kenapa kamu bisa ada di hutan kekaisaran" ucap Eric, dengan nada tinggi.


"saya anak dari panti om" ucap Araka yang juga terlihat datar dan tidak terlihat takut.


"kenapa, tanya pria yang sedikit tua itu,


"bawa kemari anak itu," balas sang pria paru baya itu.


Eric pun mambawa Araka ke kehadapan pria tua itu "siapa namamu nak" ucapnya sambil tersenyum ramah,


"Aku Araka anak dari panti kek" ucap Araka Sabil menjulurkan tangannya kearah pria yang sedang duduk di akar pohon besar. Pria itu pun memperkenalkan diri Sabil menyambut "Aku Miller Don, senang berkenalan dengan mu" ucap pria, itu yang terlihat menyukai keberanian Araka.


"Araka kamu tinggal di panti yang mana?" tanya tuan Miller,


"Aku tinggal di panti asuhan di pinggir ibu kota kekaisaran" balas Araka,


"baik, aku akan mengantarmu, apa kamu mau?" tanya tuan Miller lagi,

__ADS_1


"baiklah aku mau" balas Araka, tersenyum sambil menganggukkan kepalanya


"kalian cepat bawah jasat itu dan jual di pasar monster" perintah Miller pada pengawalnya, "ayo kita naik kereta" sambungnya mengajak Araka naik kreta kuda.


Merekapun menaiki kereta kuda yang di kendarai oleh Eric, yang di ikuti anak buahnya yang membawa monster.


Sepajang perjalanan ini mereka hanya diam dan tak berbicara sedikit pun, Araka pun tampak melihat sekeliling hutan.


"kamu tidak takut aku adalah orang jahat yang akan menculik mu?" tanya tuan Miller, yang membuka pembicaraan.


"Tidak, jika kau jahat kau akan membunuhku seperti monster barusan, karena aku telah melihat kejadian tadi," jawab Araka, yang terlihat tenang, dan berani.


"seandainya ni, aku beneran orang jahat apa yang akan kau lakukan?" tanya tuan Miller, yang sepertinya sangat penasaran dengan Araka yang terlihat berani,


"aku akan berlari keliling hutan" jawab Araka santai,


"berkeliling hutan !!" batin nya "emang kamu hapal daerah hutan ini?" tanya tuan Miller, yang semakin penasaran.


"ada apa dengan tuan hari ini? kenapa banyak tanya kepada orang yang baru dia kenal beberapa waktu lalu?" batin Eric pasalnya tuannya jarang berbicara kepada orang lain selain keluarga dan beberapa teman dekat nya.


"aku sangat hapal tempat ini, kerena jika aku bosan di panti aku biasanya bermain disini" jawab Araka, menggaruk kepalanya yang tidak gatal Sabil tersenyum kearah tuan Miller, karena menceritakan kebosanan nya.


"Apa tidak kena marah?" tanya tuan Miller, yang terkejut dengan apa yang di ucapkan Araka.


"iya benar apa lagi di sini sering muncul monster" sambung Eric, yang tak kalah terkejut mendengar ucapan Araka.


"tidak, jika tidak ketahuan he.. he.." jawab Araka sambil tertawa, membuat tuan Miller dan Eric pun ikut tertawa.


Merekapun terus berbincang sepanjang perjalanan sampai akhirnya tuan Miller pun bertanya sesuatu kepada Araka, yang membuat Eric terkejut dan mendadak menghentikan kreta kudanya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2