World Destroyer Battle

World Destroyer Battle
mengenal satu sama lain (3)


__ADS_3

Mereka berbicara cukup lama sampai akhirnya Araka menawarkan makan pada Auroura.


"Roura kau lapar? jika lapar ikut aku" ajak Araka berjalan duluan meninggalkan Auroura sendirian.


"Araka tunggu' teriak Aurora berlari mengejar Araka.


Mereka berjalan menuju ruang makan dan langsung duduk di meja makan.


''Apa yang kau lakukan ikut duduk di sini?'' tanya Araka yang sudah duduk.


"Tentu saja makan emangnya apa lagi" jawab Auroura terlihat heran.


"Mau makan apa jika kau tidak masak?'' jelas Araka mengetok meja dengan jari²nya, membuat Auroura melihat meja setelah mendengar ucapan Araka.


"Aku lupa kalau di rumah belum ada pelayan" jawab Auroura kemudian melirik Araka.


"Bisakah kau saja yang memasak?'' tanya Auroura dengan nada lembut sambil menundukkan kepalanya.


"Kau tidak bisa memasak? tanya Araka, mendengar itu Auroura menganggukkan kepalanya pelan. "hah.. ikut aku'' Araka menghela nafas dan menuju dapur di ikuti Auroura di belakangnya.


Sesampainya di dapur Araka mengambil daging di dalam wadah. wadah itu merupakan alat sihir yang berfungsi mengawetkan makanan.


"Lihat baik-baik," perintah Araka yang mulai memotong daging.


Setelah selesai memotong daging, Araka kemudian memotong sayuran, dan mencucinya, setelah di cuci Araka langsung memasak sayur dan daging yang barusan dia potong dan tak lupa memasak nasi.


Apa yang dilakukan Araka di perhatikan semua oleh Auroura seperti yang di bilang Araka tadi.


Setelah selesai memasak kemudian Araka menyajikan makanan di atas meja di bantu olah Auroura. Kini di meja makan terdapat banyak makanan.


"Bagaimana, apa kau memperhatikannya dengan baik?'' tanya Araka.


"em, sudah di perhatikan seperti yang kau perintahkan" Aurora menganggukkan kepalanya pelan.


Setelah menjawab pertanyaan Araka, kemudian Araka mengajak Auroura menyantap hidangan yang baru saja di buat Araka.


"Enak, aku tidak menyangka akan seenak ini" puji Aurora dengan terus mengunyah makanannya.


"Makan jangan banyak bicara" tegur Araka, namun di abaikan Auroura yang masih menikmati makanan.


Setelah selesai Makan Araka langsung membereskan piring kotor bekas mereka makan.

__ADS_1


"Sekarang kau cuci piringnya" perintah Araka dan Auroura hanya tertawa kecil membuat Araka tau apa maksudnya.


"Mulai besok aku akan mengajarimu memasak, dan mencuci piring. Sekarang kau pergilah istirahat" perintah Araka yang membawa piring ke dapur.


Setelah itu Auroura langsung berbaring di kasur memandangi langit ² kamar.


"Hah apa keputusan kakek benar'' Auroura menghela nafas, Auroura mengangkat tangannya ke atas dan memutar balikan tangganya berkali-kali. "Setelah menikah walaupun agak diam tapi dia sangat perhatian dan pemaaf. Bahkan saat dia tau aku tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga seperti istri lainnya, dia juga bersedia mengajari ku. ah! apa yang harus ku lakukan? apa aku menerimanya saja atau setelah dia memenuhi persyaratannya saja!?" Auroura tampak bingung memikirkan hubungan nya dengan Araka, dia mengelus² dan memukul pelan jidatnya terus-menerus.


Sampai akhirnya terdengar suara pintu terbuka membuat dia berhenti memukul kepalanya. Dia melihat Araka yang masuk membuat dia berpura-pura tidur, karena malu mengira Araka mendengar dan melihat apa yang dia lakukan.


Araka yang masuk melirik Auroura sebentar, kemudian berjalan kembali ke kamar mandi untuk mandi. Auroura yang mengintip dan memastikan Araka benar-benar mandi langsung menghela nafas. Sepertinya dia mengira Araka tidak melihat apa yang dia lakukan barusan.


"Huh... sepertinya dia tidak melihat." gumam Aurora melihat pintu kamar mandi.


Saat Auroura tengah memandangi pintu kamar mandi tiba-tiba pintu itu terbuka membuat Auroura kembali berpura-pura tidur.


Araka yang keluar dan sudah berganti pakaian langsung menghampiri Auroura yang tengah berpura-pura tidur.


"Bangunlah! tidak usah pura-pura tidur" ucap Araka yang kini sudah berbaring di tempat tidur tepat di belakang Auroura.


Auroura yang mendengar nampak terkejut, namun masih tetap berpura- pura tidur.


Membuat Araka menarik-narik rambut Aurora Lambat sambil memanggil namanya "Roura, Roura, Roura" panggil Araka di dekat telinga Auroura.


Akibat apa yang dilakukan Araka barusan membuat suasana menjadi canggung kembali.


"O..oh itu ada yang ingin ku bicara" Araka berusaha menghilangkan kecanggungan dengan berbicara tetap tenang namun suasana masih sedikit canggung.


"Ada apa?'' tanya Auroura dingin karena kesal dengan apa yang di lakukan Araka.


''Mulai besok pagi kita akan belajar masak'' jawab Araka. "Dan seharusnya yang marah itu aku" jelas Araka lagi.


"Memangnya aku salah apa, sehingga kau harus marah?'' tanya Auroura tanpa rasa bersalah.


"Saat aku keluar dari kamar mandi tadi kau seharusnya sudah bangun kan? lalu kenapa berpura-pura tidur?'' tanya Araka.


Auroura yang ketahuan berbohong hanya tersenyum malu, memalingkan pandangannya tak berani menatap Araka seperti tadi.


"Hah... sudahlah ini sudah malam besok masih harus belajar masak" melihat sikap Auroura, hanya bisa Araka menghela nafas memejamkan matanya.


Tak lama Araka memejamkan matanya dan tertidur pulas.

__ADS_1


Auroura yang berbalik menatap wajah Araka yang sedang tertidur pulas bergumam, "Araka kenapa kau baik sekali padaku," gumamnya merapikan rambut panjang Araka yang berantakan menutupi sebagian wajahnya.


Setelah merapikan rambut Araka, Auroura juga ikut tertidur di samping Araka. Hingga pagi hari tiba Auroura yang baru bangun di sambut sinar matahari hangat dengan hembusan angin segar dari luar.


Auroura menguap dan melihat sekeliling mencari keberadaan Araka namun tidak menemukannya. Melihat tidak ada Araka di kamar, Auroura langsung menuju ke dapur dengan penampilan yang berantakan.


Sesampainya di dapur terlihat Araka menyiapkan bahan makanan yang ingin di gunakan untuk Auroura belajar masak.


"Kau sudah bangun? tanya Araka menyadari keberadaan Auroura, "rapikan dulu pakaianmu baru kita belajar memasak'' perintah Araka yang tersenyum melihat Auroura dengan penampilan acak-acakan tidak mencerminkan penampilan seorang tuan putri kerajaan.


"Kenapa tertawa? memangnya ada yang aneh?'' kesal Auroura.


''Tentu saja aneh memang ada putri yang berpenampilan acak-acakan?'' Tanyanya balik.


"Namanya juga baru bangun" jawab Auroura mengambil peralatan memasak, setelah merapikan penampilanya.


"Kita akan belajar masak ikan goreng" terang Araka mengambil ikan.


Setelah bahan dan peralatan sudah siap Araka langsung mempraktekan cara-caranya memasak.


"Pertama kau harus memastikan bahan dan peralatan sudah bersih," ucap Araka memeriksa sayuran dan peralatan agar bersi, "kedua potong bahan yang ingin kita masak, ketiga hidupkan kompor dan panaskan minyak, kemudian masukan ikan yang sudah di bumbui jika minyaknya sudah panas. goreng ikan sampai garing, jika sudah garing tinggal angkat." jelas Araka mempraktekan cara memasang dan di sebelahnya Auroura Mengikuti yang di lakukan Araka.


"Selesai, coba lihat hasilnya? apa tampilannya bagus?" tanya Aurora memperlihatkan hasil masakannya.


"Tampilannya cukup bagus" pujinya, kemudian Araka mencicip masakan Auroura. "Rasanya lumayan bagimu yang baru belajar masak'' puji Araka "ayo langsung makan aja aku sudah lapar."


"Tapi kita baru masak ikan goreng saja, apa tidak masak yang lain?'' tanya Auroura.


"Aku sudah masak, ayo" Araka berjalan membawa ikan yang mereka goreng keruang makan dan Auroura Mengikuti di belakang.


Di ruang Makan terlihat berbagai macam makanan membuat Auroura terkejut dan heran karena Araka bisa memasak begitu banyak makanan enak.


"Wow kau yang memasak semua ini? makanan² ini terlihat enak" Auroura langsung duduk di kursi kosong bersebrangan dengan Araka.


"Silahkan makan', setelah Araka menawarkan makan Auroura langsung makan dengan semangat.


"Ini sangat enak bagaimana kau membuat ini?


tanya Auroura yang mencicip masakan Araka.


"Tentu saja aku belajar '' jawab singkat "sudah makan dulu baru nanti bicara" sambung Araka yang ikut makan.

__ADS_1


Setelah itu Auroura mengangguk dan makan dengan tenang.


Bersambung...


__ADS_2