
Setelah itu, Eric menceritakan tentang sihir dan cara mengunakannya.
"Sihir sudah ada sejak ribuan tahun lalu, bahkan sudah ada sebelum kekaisaran ini berdiri. Sihir dulu hanya sebagai perlindungan diri dari para monster, namun para ahli penggunaan sihir berubah menjadi saling menjatuhkan saat mereka sudah berhasil mengalahkan para monster, dan mereka ingin menjadi pemimpin dari wilayah mereka. Terjadilah perang besar antar pengguna sihir, parang itu kerap melibatkan manusia yang tak bisa mengunakan sihir. Alhasil para manusia biasa itu membetuk kelompok sendiri, mereka mulai mengembangkan tehnik berpedang. Gerakan demi gerakan mereka kembangkan, dan akhirnya mereka berhasil menciptakan sebuah tehnik hebat, tehnik berpedang yang bisa menyaingi penggunaan sihir. Perang terus berlanjut, sampai saat sosok iblis muncul, dan mengalahkan orang-orang hebat dari berbagai wilayah akhirnya mereka membentuk kelompok, dan pemimpin kelompok dipilih berdasarkan kecerdasan serta kekuatannya, dimana orang itu harus membuktikan dengan cara di tes. Sampai sekarang kita masih berperang dengan iblis dan kerajaan lain." Jelas Eric panjang lebar, entah itu di pahami atau tidak oleh Araka maupun Claudia.
Setelah menjelaskan tentang sihir, Eric mulai mencontohkan sihir-sihir dasar, dan menjelaskan cara mengunakan sihir dengan benar. "Sihir api tehnik bola api" ucap Eric, api pun muncul di atas telapak tangan Eric "apa sudah melihatnya, bagaimana?" tanya Eric pada mereka.
"Sudah, jawab mereka serempak.
"Bagaimana, apa kalian mengerti?" tanya Eric lagi.
"Mengerti, aku akan mencobanya" jawab Claudia dengan semangat, dan segera berdiri.
"Sihir api tehnik bola api hiyaat" ucap Claudia, dengan semangat penuh keyakinan dan berteriak.
Beberapa saat berlalu, tidak ada apapun yang muncul di telapak tangannya. Membuat Claudia bingung "kenapa tidak muncul" gumam Claudia "om Eric pasti membohongiku, kenapa tidak muncul api seperti om?" kesal Claudia, karena api tak kunjung muncul di telapak tangannya seperti yang Eric lakukan.
"Nona Claudia, orang biasanya bisa menggunakan sihir saat orang itu sudah memiliki kekuatan atau energi sihir, dan kebanyakan orang pada umumnya bisa meningkatkan atau mengembangkan energi sihir mereka pada usia 15 tahun. Sejak lahir orang sudah memiliki energi sihir tapi belum bisa di kembangkan, jadi energi sihir mereka berada di tingkat terendah" ucap Eric, menjelaskan kembali tentang sihir.
"Jadi, di dunia ini terdapat energi sihir seperti yang dijelaskan tadi, kemudian terdapat tehnik, monster, senjata, dan beberapa elemen sihir. Kita akan membahas elemen sihir terlebih dahulu, seperti namanya elemen sihir terdiri dari beberapa jenis elemen yang ada di dunia, semua orang bisa menggunakan semua elemen tapi tidak semua orang bisa mengembang kan elemen tersebut, seperti contoh aku hanya mahir menggunakan sihir api dan tanah, walaupun bisa menggunakan sihir lain, dan terdapat juga sihir spesial. Contoh sihir spesial adalah sihir penyembuhan milik Araka," jelas Eric. "Untuk yang lain kita bahas lain kali dan besok kita akan ke hutan untuk latihan secara langsung. Baiklah, pelajaran kali ini Samapi di sini dulu, kalian bisa pulang" ucap Eric pada mereka,
tak lama para prajurit atau pengawal mereka pun datang lalu mereka pulang.
Malam hari kediaman keluarga Don.
Tok tok, terdengar suara ketukan pintu di luar kamar Araka "siapa?, tanya Araka.
"Ini aku paman kecil, jawab Claudia.
__ADS_1
"Ada apa?" jawab Araka membuka pintu kamar.
"biarkan aku masuk dulu paman" jawab Claudia langsung masuk, dan duduk di atas kasur begitu Araka membuka pintu.
Araka yang melihat itu langsung pasrah, karena jika di marahi pasti menangis, ya walaupun usianya lebih tua dari Araka.
"Ada apa mencari ku malam-malam begini?" tanya Araka, yang ikut duduk.
"Aku penasaran dengan sihir spesial mu yang om Eric bilang tadi," Jawab Claudia "bisakah paman kecil tunjukkan pada ku?" tanya Claudia, sambil menarik-narik tangan Araka.
"Tidak mau, jawab Araka melepaskan tangannya yang di pegang oleh Claudia.
"Jika kau tidak mau, aku akan beritahu kakek bahwa kau pelit pada ku." Ancam Claudia.
"Aku tidak takut." Jawab Araka santai, "bukan kah kau sudah harus tidur jam segini, jika ayah angkat tau kau belum tidur, apa yang akan terjadi kau pasti tau" sambung Araka menakut-nakuti Claudia, membuat Claudia langsung terlihat cemas.
"Sudah kau kembalilah ke kamarmu" ucap Araka mendorong Claudia.
"Paman cerita sedikit saja" ucap Claudia, yang sepertinya ingin menangis.
"haa, Araka menghela nafas pelan, dan Araka kembali membiarkan Claudia duduk. "Aku pun tidak tau siapa calon istri ku" terang Araka.
"Apa maksud paman kecil?, apa paman tidak tau siapa istri paman?" tanya Claudia, terlihat bingung namun juga heran.
"Ya karena kami belum pernah bertemu satu sama lain, dan kami akan menikah saat usia kami 16/17 tahun dan itu masih lama. Sudah kau tidurlah dulu, besok kita masi akan masuk hutan untuk belajar sihir lagi." Setelah menjelaskan tentang perjodohannya secara singkat, Araka menyuruh Claudia pergi tidur.
Claudia mengaguk, berjalan keluar kamar. Namun saat Claudia keluar kamar, dia seperti mendengar teriakan Araka.
__ADS_1
"Satu lagi, aku dan dia belum menikah, jadi jangan sebut dia istriku." Teriak Araka, tapi sepertinya Claudia tak mendengarnya.
Besok paginya, setelah sarapan mereka langsung ke tempat latihan.
"Selamat pagi tuan muda Araka, nona Claudia," sapa Eric "baiklah, seperti yang saya bilang kemarin, kita akan ke hutan untuk latihan secara langsung. Tapi sebelum itu aku akan menerangkan secara singkat tentang monster sihir. Karena nanti kita akan melawan monster sihir." Lalu Eric lalu berdiri, menggambil buku.
"Seperti yang kalian tau, monster dibagi beberapa tingkatan mulai dari tingkat 1 Samapi 5. Tingkat 1 adalah monster yang kekuatannya mereka bisa setara dengan manusia yang memiliki energi sihir tingkat prajurit awal, dan memiliki inti monster berwarna putih. Tingkat 2 adalah monster yang kekuatannya setara manusia tingkat prajurit bintang 8, inti Monster yang berwarna kuning. Tingkat 3, kekuatannya, setara manusia tingkat pejuang, inti monster nya berwarna oranye. Tingkat 4, kekuatan nya setara manusia tingkat master, inti monster nya berwarna merah Tingkat 5, kekuatan nya setara great master, inti monster berwarna ungu." Jelas Eric sambil menunjukan gambar monster dari tingkat 1samapi 5.
Tingkat 1, penampilannya seperti hewan biasa tapi terlihat lebih besar. Tingkat 2, berbetuk besar dan ada sedikit tambahan di beberapa bagian tubuh. Tingkat 3, Sama seperti tingkat 2, tapi miliki lebih banyak tambahan di bagian tubuh. Monster tingkat 4 wujudnya sama saja, namun memiliki kecerdasan di atas rata-rata monster yang hanya mengandalkan insting tanpa berpikir. Dan tingkat 5, adalah monster yang bisa berpikir seperti manusia.
"Kegunaan inti monster adalah dapat meningkatkan kekuatan/energi sihir kita, lalu bisa di gunakan juga sebagai obat atau bahan membuat senjata, armor. Monster juga memiliki elemen mereka sendiri, jadi kita bisa menentukan elemen yang cocok untuk kita gunakan, biasanya jika elemen yang kita kuasai sama dengan elemen monster, maka energi yang kita dapatkan akan semakin besar jika menyerap intinya. Daging monster juga memiliki manfaat, seperti memulihkan luka, walaupun tidak langsung sembuh jika parah. Apa kalian mengerti." Tanya Eric, setelah menjelaskan.
"Kami mengerti om Eric" jawab Araka dan juga Claudia yang menganggukkan kepala.
"Baiklah, ayo kita berangkat" ajak Eric, langsung menuju kereta kuda, dan di ikuti Araka juga Claudia.
Di hutan pinggir kota Don.
Sesampainya di hutan, mereka pun turun. Eric menyuruh beberapa prajurit kota ikut, dan dua tinggal untuk menunggu di kereta.
"Ikuti aku terus, jangan sampai terpisah" ucap Eric pada Araka dan Claudia.
"Kalian harus terus melihat sekeliling, dan melindungi tuan muda serta nona muda." Perintah Eric pada para prajurit. "Jika tuan dan nona muda sampai terluka, maka harus siap di hukum, oleh walikota yang marah," ancam Eric, pada para prajurit.
"Iya, kami siap melindungi tuan muda, dan nona muda, dengan seluruh kemampuan kami" jawab para prajurit, kerena takut dengan tuan Miller, ya tuan Miller adalah walikota.
Mereka berjalan ke tengah hutan, dan berapa menit kemudian, Eric melihat 2 monster yang sedang mau bertarung.
__ADS_1
Bersambung...