World Destroyer Battle

World Destroyer Battle
Rencana konyol Auroura


__ADS_3

Malam hari, di sebuah kamar bernuansa biru terlihat seorang wanita cantik sedang melamun, ya itu adalah Auroura.


"Bagaimana mana cara ku membatalkan perjodohan ini" gerutunya menggaruk-garuk kepalanya lalu berdiri "sebaiknya aku minta ayah untuk membujuk kakek agar membatalkan perjodohan ku," Auroura langsung berdiri lalu berlari keluar kamar menuju ke tempat ayahnya.


Di ruang makan, terlihat keluarga tuan Alex sedang makan malam dan terdapat para pelayan juga prajurit yang menjaga serta melayani.


"Selamat malam tuan putri Auroura" para pelayan dan prajurit menunduk memberi hormat.


"Ayah, panggil Auroura langsung duduk di samping ayahnya.


"Ada apa? tumben langsung nempel" tanya ayahnya.


"Ayah begini, tolong bujuk kakek untuk membatalkan perjodohannya" bisik Auroura, belum sempat menjawab pertanyaan anaknya tuan Alex langsung memotong pembicaraan mereka.


"Bicara saja kenapa harus bisik-bisik" tegur sang kakek pada sang anak dan cucunya yang tengah berbisik.


"Begini ayah, apa ayah bisa membatalkan perjodohan ini? Bagaimana pun Auroura seorang putri kerajaan dan seorang jenius harapan kerajaan. Bagaimana ayah bisa menjodohkannya dengan orang tidak jelas" ucap ayah Auroura yang adalah seorang kaisar di negara api langit.


Duarr'.


Tuan Alex berdiri dan memukul meja, membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut langsung diam termasuk ayah Auroura.


"Pokoknya perjodohan akan tetap berlanjut, jika sampai menolak aku akan langsung menikah kan mereka, dan satu lagi jangan sembarang berbicara tentang Araka" setelah berbicara dengan nada keras, tuan Alex langsung pergi dari ruangan tersebut karena marah pada anak cucunya dan hanya menyisakan sedang mereka 4 yang makan.


"Kau sudah lihat kan, kakekmu sangat marah jika membahas pembatalan pernikahanmu" ucapnya langsung berdiri.


"Kau mau kemana alfi?" ucap wanita tua yang dari tadi diam.


"Pergi, masih ada masalah kerajaan yang harus ku urus" ucap ayah Auroura yang bernama Alfi sky, lalu pergi dari ruang tersebut.


Setelah Alfi pergi, wanita itu mulai berbicara pada Aurora. "Auroura sebaiknya kau mennuruti perkataan kakekmu, selama ini pun kakek tidak pernah berbohong padamu kan, kali ini pun dia pasti tidak akan berbohong tentang calon suamimu" jelas nenek Auroura yang bernama Rika.


Auroura yang mendengar hanya diam menundukkan kepalanya.


"Nenek juga mau istirahat sudah malam, kalian ngobrol lah" wanita tua itu langsung berdiri di bantu para pelayan.


"Selamat beristirahat nek" ucap Auroura dan kakaknya serempak, wanita tua itu hanya mengangguk dan pergi meninggalkan mereka berdua.


"Kak, bisakah kakak bujuk kakek" ucap Auroura.


"Kau lihat sendiri kan gimana reaksi kakek tadi, bahkan baru berbicara sedikit saja sudah marah" ucap sang kakak.


"Kak Aleksander aku mohon" ucap Auroura terdengar sedih.


"Maaf, ucap sang kakak lalu pergi meninggalkan Auroura sendiri.


"Sekarang apa aku harus benar-benar menikah?" gumamnya lirih.

__ADS_1


Di tempat yang berbeda, Araka yang dalam perjalanan besok sudah sampai di kekaisaran.


"Tuan Araka ketika sampai di kekaisaran, tuan akan tinggal di rumah yang sudah di sediakan oleh tuan Alex" ucap Eric yang tengah mengendarai kuda, Araka mengiyakan ucapan Eric.


Setelah perjalanan panjang, mereka akhirnya sampai di kekaisaran. Di gerbang ibu kota mereka di periksa oleh para prajurit untuk memastikan ibu kota kekaisaran aman.


Setelah selesai di periksa, mereka berhenti di sebuah tempat makan untuk menunggu tuan Alex menjemput seperti yang sudah di janji kan.


"Om Eric, aku mau berkeliling sebentar melihat ibu kota" tampa menunggu jawaban, Araka langsung beranjak pergi.


Di istana kerajaan.


"Bagaimana cara ku membatalkan perjodohan ini" gumamnya kebingungan.


Teryata Auroura belum juga menyerah untuk membatalkan pernikahannya.


"Bagaimana kalau aku pura-pura di culik dan di tiduri, dengan begitu kakek tidak mungkin menikahkan ku" batin ya, memikirkan sebuah ide bodoh. Mungkin yang dia pikirkan hanya membatalkan perjodohan tanpa memikirkan akibat perbuatannya.


Setelah itu Auroura keluar istana dan berlari ke arah ibu kota secara diam-diam.


Setelah sampai di ibukota, Auroura langsung menjalankan rencananya.


"Aku harus mencari seseorang untuk membantu ku" ucapnya melirik ke kiri, dan kanan.


Setelah beberapa lama tidak ada yang mau membantunya karena takut pada kaisar.


Auroura pun langsung mengambil sebuah botol kecil di tokonya "botol ini kan botol untuk membuat orang pingsan dengan meminum sedikit saja, aku punya ide he..he..he" ucapannya berjalan sambil cengengesan.


Tak lama dia berjalan, terlihat seorang laki - laki berambut panjang berpakaian abu abu tengah melihat-lihat bangunan kota.


"Hai, sapa Auroura mendekat ke arah laki-laki itu.


Namun laki-laki itu hanya diam dan mengangguk kepalanya.


"Bisakah aku minta tolong padamu, bantu cari kan kalungku yang hilang di rerumputan itu" tunjuk Auroura ke arah rerumputan.


Laki-laki itu mengangguk dan mencari kalung yang sebenarnya tidak ada.


"Jika tidak ketemu biarkan saja" ucap Auroura.


"Tidak apa, jika memang terjatuh di sini harus ada" jawab laki-laki itu, masih terus mencari.


"Biarkan saja, tidak apa-apa" ucap Auroura dan laki-laki itu pun berhenti mencari.


"Terima kasih telah mau membantuku, sebagai balasan aku akan mentraktir mu makan" ajak Auroura.


"Tidak perlu mentraktir, barangnya juga tidak ketemu" jawab laki-laki itu menolak ajakan Auroura.

__ADS_1


"Kalau begitu ini minum lah, ini dapat meningkatkan energi sihir walaupun tak langsung naik tingkat" Auroura memberi kan botol kecil yang tadi dia keluarkan, yang dapat membuat seseorang yang meminumnya pingsan.


Laki-laki itu menggambil botol kecil tersebut lalu membuka tutupnya hingga tercium la bau dari air di dalam botol tersebut, membuat laki-laki itu sadar jika itu obat bius.


"Teryata wanita ini ingin menjebak ku" batin laki-laki itu.


"Araka turuti saja apapun kemauan nya" tiba-tiba terdengar suara di telinga laki-laki tersebut yang ternyata adalah Araka, membuat Araka kebingungan.


"Ini aku, kakek Alex, yang di depanmu adalah cucuku calon istrimu" jelas suara itu tidak lain adalah tuan Alex.


"Kakek Alex? dan yang di depan ini adalah calon istriku?" batin Araka melihat sekeliling mencari sosok tuan Alex yang berada tak jauh dari sana bersama Eric tersenyum kearahnya.


Araka mengangguk pelan dan minum obat dari Auroura.


Auroura yang melihat pun senang karena laki-laki di depan nya berhasil ia jebak.


"Maaf pria baik, aku terpaksa melakukan ini" ucap Auroura menggendong tubuh Araka yang tak sadarkan diri. Auroura membawanya ke sebuah rumah dan di ikuti oleh tuan Alex serta Eric.


Sesampainya di rumah itu, Auroura langsung membawa tubuh Araka ke kamar dan langsung menggulingkan tubuhnya di kasur.


"Huh.., berat juga tubuhmu" gumam Auroura yang juga langsung naik ke atas kasur.


Kemudian Auroura membuka baju Araka, membuat Araka terkejut.


"Apa yang dilakukan wanita ini?" batin Araka yang dari tadi sadar karena tidak terkena efek obat bius.


"Wow tubuh mu bagus juga" kagumnya sambil memainkan perut Araka yang sixpack.


"Berhenti menyentuhku_!, itu jadi bereaksi jika disentuh terus" jeritnya dalam hati karena Auroura tak kunjung berhenti menyentuh perutnya.


Auroura pun melirik wajah Araka "eeeh, kok wajahnya juga memerah" ucapannya melihat wajah Araka yang memerah akibat.


Karena tangan Auroura terus menyentuhnya dan membuat bagian intim nya bereaksi.


Auroura yang melihat celana Araka membentuk sesuatu, dengan cepat menarik kembali tangannya.


Auroura yang juga ikut malu karena kejadian tersebut, langsung memakaikan kembali baju Araka yang sudah ia buka.


"tidak usah di lepas saja bajunya dan aku hanya perlu berpenampilan acak-acakan, lalu menaruh sedikit dara kambing di atas kasur dengan begitu dia akan mengira kalau telah meniduri ku dan kakek akan membatalkan pernikahannya. Jika kakek marah kakek juga tidak akan menghukumku terlalu berat. " ucap Auroura dengan gembira menggira rencananya berjalan sempurna, walau ada ketakutan di hatinya kalau sang kakek akan beneran marah.


Segera setelah itu pergi ke arah kursi dan membawa selimut yang menyelimuti Araka.


Auroura pun tidur di kursi dia tidak tidur di kasur bersama Araka.


Pagi harinya, Auroura mengeluarkan hewan sihir miliknya yang sudah ia jinakkan. Auroura menyuruh hewan sihirnya untuk bilang kepada kakeknya tantang apa yang terjadi di sini.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2