World Destroyer Battle

World Destroyer Battle
Auroura Sky


__ADS_3

Mereka berjalan ke tengah hutan dan setelah 40 menit kemudian, mereka melihat 2 monster yang sedang mau bertarung.


"Kalian tetap di belakangku, dan perhatikan cara ku mengalah kan monster itu" ucap Eric pada Araka juga Claudia. "Untuk kalian, tetap lindungi tuan dan nona muda" perintah Eric pada para prajurit.


Para prajurit pun mengangguk kepala tanda mengerti.


Setelah memberi perintah, Eric langsung menuju monster tersebut dengan cepat.


"Sihir api, tehnik bola api, tebakan api" teriak Eric, yang melesat menyerang salah satun monster.


Bola - bola api bertebaran ke arah monster tersebut. Monster yang satunya lagi menghindar mundur cukup jauh, menghindari serangan Eric.


Monster yang terkena serangan langsung terjatuh tak bergerak, namu Monster itu masih hidup.


"Sihir batu, tehnik tangan batu." Munculah batu di kedua tangan Eric.


Eric langsung menyerang monster yang satu lagi, pukulan dari tehnik itu berhasil mengenai tubuh monster tersebut, dan monster tersebut langsung mati, tapi kali ini monster itu tidak memiliki luka luar, seperti monster pertama.


Kali ini tehnik yang di gunakan berbeda dari yang pertama.


"Baiklah, kalian boleh mendekat" ucap Eric pada mereka semua.


"Om, monster ini beneran mati kan om?" tanya Claudia pada Eric.


"Tentu saja mati, nona Claudia" terang Eric, sambil menggoyahkan tubuh monster tersebut.


"Kalau yang satunya masih hidup kan?"tanya Claudia lagi.


"Iya bener masih hidup, karena saya akan menyuruh Araka menggunakan sihir spesial penyembuhan nya," jawab Eric "lalu, apa kalian memperhatikan bagaimana saya menyerang monster tadi?" tanya Eric.


"Memperhatikan om" jawab Claudia.


"Om, apakah tehnik sihir yang om gunakan pertama dan kedua berbeda tingkatnya?" tanya Araka.


"Tentu saja berbeda, yang pertama adalah tehnik sihir tingkat dasar, yang kedua adalah tehnik tingkat bumi " jawab Eric.


"Ada berapa banyak tingkat tehnik sihir yang om ketahui?" tanya Claudia.

__ADS_1


"Terdapat lima tingkat yang ada di dunia ini, mungkin ada yang lebih tinggi lagi di dunia luar seperti yang tertulis di buku-buku kono. Tehnik tingkat dasar adalah tehnik yang hampir semua orang kuasai dan jumlahnya sangat banyak. Tehnik tingkat atas, tehnik tingkat ini sedikit lebih sulit di kuasai, walaupun jumlah pengguna nya masih banyak dan yang pasti memiliki daya serang yang lebih besar. Tehnik tingkat lanjut, tehnik tingkat lanjut adalah tehnik yang biasanya banyak di miliki oleh keluarga-keluarga besar yang ada di kekaisaran jumlah tehnik ini pun hanya sedikit. tehnik tingkat bumi adalah tehnik yang hanya ada pada keluarga kerajaan, dan beberapa orang yang ada di keluarga besar. tehnik tingkat bumi sangat sulit untuk mendapatkannya, sudah ada pun belum tentu bisa menguasainya. Tingkat langit, tehnik ini mungkin hanya ada pada legenda. " Jelas Eric panjang lebar.


"Araka coba kamu gunakan sihir spesial milik mu untuk menyembuhkan kaki monster itu'' perintah Eric pada Araka.


Araka pun mengangguk dan langsung menyembuhkan luka monster tersebut.


"Sudah, ucap Araka singkat.


Para prajurit yang melihat itu langsung terheran-heran karena Araka bisa menggunakan sihir di usia 5 tahun, dan itu adalah sihir spesial.


Sihir milik Araka adalah sihir spesial yang mampu menyembuhkan luka secara instan tanpa harus mengeluarkan energi sihir.


Sihir spesial Araka juga mampu menghidupkan tumbuhan yang sudah mati, dan mempercepat proses pertumbuhan pohon tersebut. Sihir spesialnya juga dapat menetralisir segala jenis racun dalam bentuk apapun. Selain itu sihir ini juga akan selalu aktif, bahkan jika Araka dalam keadaan tidak sadar.


Tingkat sihir spesial akan ditentukan oleh penggunanya sediri, semampu apa kah penggunaan mampu mengembangkan, seperti itu juga kekuatan nya.


Jika pengguna tidak dapat mengembangkan, makah sihir itu tidak akan ada gunanya.


"Wow.., benar-benar sembuh" kagum Claudia yang melihat, "tapi paman kecilkan masih kecil, bagaimana mungkin bisa menggunakan sihir, katanya orang bisa mengembangkan energi sihir saat usia 10" gerutunya.


"Kan aku memang spesial, tidak sepertimu" ledek Araka, membuat Claudia marah.


"aku tidak bohong, memang dari kecil aku sudah memiliki kemampuan ini," terang Araka. "Hei jangan menangis, nanti ketika aku besar aku akan memberimu senjata sihir yang sangat kuat" bujuk Araka, membuat Claudia tidak jadi menangis.


"oiya om, kenapa Araka tidak perlu mengucapkan tehnik sihir lagi, seperti yang om Eric lakukan?" tanya Claudia karena penasaran dengan Araka yang tidak perlu mengucapkan tehnik sihir lagi.


"Seseorang tidak perlu mengucap mantra atau tehnik sihir lagi ketika energi sihir mereka sudah pada tingkat master, dan untuk Araka sendiri, aku pun tidak mengerti apa yang terjadi pada nya" jawab Eric.


"Ini sudah mulai sore, kita pulang dulu" ajak Eric "kalian Bawa monster itu" perintah Eric pada para prajurit.


Setelah itu Araka pun melewati hari-hari dengan latihan, menolong warga kota yang kesusahan, dan mencari tau tentang kotak yang di tinggalkan ibunya pada buku kuno yang ada, hingga tak terasa waktu berlalu sangat cepat.


11 tahun kemudian.


Di rumah keluarga Don.


Di ruang tamu keluarga terlihat empat orang tengah duduk "Araka cepat turun" panggil tuan Miller yang kini terlihat tua dengan rambut putihnya.

__ADS_1


"Iya sebentar, ucapannya.


Tidak lama terlihat seseorang laki-laki, berambut panjang di ikat kebelakang berwarna hitam, dengan pakaian panjang berwarna abu-abu menuruni tangga, wajahnya yang tidak terlalu tampan namun tetap di atas rata-rata, dan mata yang terlihat tajam seperti mata elang dengan iris pupil berwarna biru sedikit gelap. Dia adalah Araka Don sang tokoh utama.


"Araka, apa kau sudah siap? hari ini kau akan pergi ke ibu kota kekaisaran untuk memenuhi perjodohanmu" tanya tuan Miller pada Araka.


"Ya aku sudah siap, semua barang yang akan dibawa juga sudah siap" jawab Araka.


"Setelah sampai di sana, kau akan masuk akademi sihir kekaisaran. Tenang saja kau langsung masuk ke kelas tiga" terang tuan Miller.


"Ayah angkat, siapa nama calon istriku? selama ini aku bertanya tidak pernah di jawab" tanya Araka.


"Namanya Auroura sky, sayang sekali tidak ada gambarnya," jawab tuan Miller, "oiya ketika sampai di kekaisaran jangan lengah, dan ceroboh. Banyak orang yang ingin menjadi yang terkuat dengan cara menjatuhkan orang lain, dan jangan berbelas kasih pada orang yang sudah mengusik ketenangan mu," jelas tuan Miller pada Araka.


"Tuan, sudah waktunya berangkat " ucap Eric.


"Ayah, kakak, kakak ipar aku berangkat dulu" ucap Araka berpamitan.


Kekaisaran api langit.


Di sebuah ruangan mewah, terlihat seorang wanita berusia 21 tahun, dengan penampilan cantik, memiliki wajah yang terlihat sedikit dewasa, berbaju putih, mata lentik, dengan iris pupil biru cerah, kulit putih mulus, dan berambut panjang sampai siku tangan dengan ujung sedikit bergelombang.


Pakaian yang dia kenakan adalah gaun pendek di bawah lutut, dan lengan di bawah siku berwarna biru, sedikit keputihan sedikit berwarna biru tua.


Terlihat wanita itu sedang berbicara pada pria tua yang tak lain adalah tuan Alex.


"Kakek, bisa tidak bisakah perjodohannya di batalkan saja, aku tidak mau menikahi orang yang lebih muda dari ku kek" ucap wanita itu memohon. Wanita tersebut adalah Aurora sky.


"Tidak bisa, kakek sudah janji pada sahabat kakek" jawab tuan Alex.


"Kakek, aku bisa mencari calon yang lebih baik lagi dari calon pilihan kakek" bujuk Aurora pada kakeknya sambil memegangi tangan kakeknya.


"Bagaimana kamu tau baik tidak nya pilihan kakek sementara kalian belum pernah bertemu?" tanya tuan Alex pada cucunya dan Auroura terdiam Dengan sedikit senyum, memegang kepalanya, dan mulai berpikir lagi cara membatalkan perjodohannya.


"Pokoknya kamu harus menikah dengan nya, dia laki-laki yang baik, dan memiliki masa depan yang cerah. Pokoknya dia yang terbaik" ucap tuan Alex dengan tegas pada Auroura.


"Sebenarnya cucu kakek aku atau dia, kenapa kakek selalu memujinya" kesal Claudia, kemudian berdiri dan melangkah pergi.

__ADS_1


"mau kemana, dua hari lagi dia akan datang" teriak tuan Alex pada Auroura yang keluar dari kamar sang kakek, para pelayan langsung mengikuti nonanya pergi setelah memberi hormat pada tuan Alex.


Bersambung...


__ADS_2