World Destroyer Battle

World Destroyer Battle
Pernikahan


__ADS_3

Pagi hari nya Auroura menjalankan rencananya mulai dari menaruh darah hewan di atas kasur, sampai membuat dirinya acak-acakan.


"Keluar lah Flower, ucap Auroura.


Di lantai muncul cahaya putih terang, kemudian dari tengah cahaya munculah hewan kuda.


Kuda itu bertanduk dan bersayap berwarna putih. Berjenis kelamin betina.


"Ada apa nona memanggilku keluar?" tanya kuda tersebut, menunduk hormat.


"Kau pergi ke tempat kakek, bilang padanya aku di kasih obat bius, lalu kau bilang aku di apa-apain pokoknya kau ceritakan seperti yang kau lihat di sini," perintah Auroura.


"Tapi nona_, ucap kuda itu seperti menyadari kalau Araka tidak pingsan sama sekali, namun ucapannya terpotong.


"Tidak ada tapi tapian, sekarang pergilah" mendengar perintah Auroura, kuda itu pun terbang, pergi menuju istana.


"Sekarang aku hanya perlu berbaring, dan saat kakek datang aku akan pura pura menangis" gumam Auroura.


"Flower', panggil tuan Alex. flower yang mendengar langsung berhenti dan mendekat pada tuan Alex.


"Tuan Alex aku mau melaporkan sesuatu" flower memberi hormat dan ingin menyampaikan apa yang di perintahkan nona nya, yaitu Auroura.


"Aku sudah tau, ayo kita ke sana" mereka pun langsung terbang menuju tempat Auroura berada.


Duarr'


Suara pintu terbuka dengan keras terbanting.


"sepertinya kakek sudah datang" gumam Auroura Masi berpura-pura tidur.


"Auroura, apa yang terjadi di sini?" teriak tuan Alex, terdengar sangat marah.


Auroura terkejut karena kakeknya sepertinya benar-benar marah.


Namun dia tetap melanjutkan rencananya, dia berpura-pura bangun, dan melihat keadaan yang acak-acakan kemudian menangis sejadi jadinya


Saat menoleh kesamping Auroura langsung bangkit dan langsung berakting "kakek di.. hiks.. hiks.. dia.. kemari me..bius ku aah... aaah.." Aurora langsung memeluk dan suaranya terdengar bener - benar seperti orang yang lagi menangis.


Araka yang melihat itu hanya menahan tawa, karena sebelum tuan Alex datang, Aurora terlihat senang dan ketika tuan Alex datang, Auroura langsung berubah menjadi sedih, membuat Araka ingin tertawa.


"Sudah jangan menangis, kamu keluar dulu, Eric temani cucuku dulu aku mau bicara pada orang itu" perintah tuan Alex pada Eric.


Eric mengaguk tanda mengerti, dia langsung keluar menemani Aurora.


"yea sepertinya aku berhasil he..he..he.." batin aurora yang mengira rencana berhasil.


Sangking senangnya Auroura sepat tersenyum, dia hampir lupa kalau dia sedang berakting, namun dia kembali menghilangkan senyumnya.


Tentu Eric yang di sampingnya menyadari jika Auroura tadi tersenyum, membuatnya ingi tertawa melihat tingkah Auroura.


"Sekarang kau bisa bangun mereka sudah keluar" ucap tuan Alex yang tengah duduk di kursi kamar itu.


Araka pun bangun berjalan menuju ke arah kursi, lalu memberi hormat menundukkan tubuhnya.


Tuan Alex pun tersenyum dan menyuruh Araka duduk.


"Takku sangka energi sihir mu sudah berada di tingkat pejuang, walau aku tak tahu kau berada tingkat awal atau akhir, jadi di depan ku kau tak perlu menyembunyikan energi sihir mu karena aku masih jauh di atas, mungkin sebentar lagi kau susul" ucap tuan Alex memeriksa energi sihir Araka.


"Sepertinya aku tak bisa menyembunyikan apapun dari kakek. Aku berada di tingkat pejuang akhir, dan kakek Alex berada di tingkat kaisar awal benar kan?" ucap Araka yang membuat tuan Alex terkejut, kerena Araka bisa melihat seberapa besar energi sihir seseorang.


Pada umumnya orang baru bisa melihat energi seseorang yang levelnya jauh lebih rendah, seperti tuan Alex yang berada di level kaisar dan Araka di level pejuang, namun tidak dengan Araka yang bisa melihat energi seseorang yang levelnya lebih tinggi darinya.


"Kau ini selalu mengejutkanku kau bahkan tau level energi sihir ku. Jadi bagaimanakah cucuku menurutmu?" tanya tuan Alex pada Araka.

__ADS_1


"Jujur dia memang cantik tapi kelakuannya sedikit aneh" jawab Araka jujur tersenyum canggung.


"Jadi kau tidak suka dengan sifat nya?"tanya tuan Alex lagi.


"Suka, dia aneh namun lucu" ucap Araka tersenyum malu.


"Bagus kalian akan langsung menikah besok" setelah mengatakan itu tuan Alex keluar dari kamar tanpa medengar jawaban dari Araka.


Membuat Araka hanya mengiyakan tanpa menjawab yang lain.


Di luar kamar terlihat Aurora yang terlihat sedih dengan pakaian yang sudah rapih.


"Kakek, ucap Auroura pelan.


"Sudah tidak perlu berpura-pura sedih, kakek tau kau berbohong" ucap tuan Alex menatap cucunya dengan dingin.


Auroura sepat terkejut medengar ucapan kakeknya, namun diam kembali berakting.


"Kakek aku tidak bohong, lihat itu ada darah karena dia meniduri ku, dia merebut ke kesucian ku" rengek Auroura menunjuk kearah kasur yang terdapat darah.


"Tak ku sangka kau cepat-cepat ingin menikah dengan calon pilihan kakek, sampai - sampai merencanakan untuk menculiknya" ucap tuan Alex.


"Benar, jawab Auroura belum sadar dengan ucapan kakeknya dan masih berakting.


"Eh... tunggu maksud kakek dia" Auroura terkejut dan menatap Araka lalu menatap sang kakek. Tuan Alex yang di tatap hanya mengangguk.


Membuat kepala Auroura langsung pusing dan wajahnya langsung memerah karena malu, teryata laki-laki yang dia jebak untuk membatalkan pernikahan adalah calon suami nya.


"Jadi kalian akan menikah besok, ayo pergi Araka" mereka pun pergi meninggalkan Auroura yang melamun mendengar ucapan kakeknya.


"Nona, panggil flower menyandarkan Aurora dari lamunannya.


"Kakek tunggu, Aurora berteriak mengejar kakeknya.


Malam hari di istana, di ruang makan, terlihat Araka dan keluarga tuan Alex sedang duduk di meja makan tapi tidak dengan Auroura sepertinya masih malu karena kejadian tadi.


Mereka pun menyantap hidangan yang telah di sediakan. setelah selesai makan mereka pun duduk di ruang tamu Auroura juga sudah hadir.


"Baiklah karena Auroura telah datang, aku akan langsung membahas persiapan menikah Araka dan Auroura besok" ucapan tuan Alex membuat semua orang langsung menoleh kearahnya.


"ayah, apa maksud ucapan ayah?" tanya ayah Auroura tuan Alfi.


"aku akan menceritakan apa yang anakmu lakukan kemarin" tuan Alex menceritakan apa yang terjadi kemarin.


Sontak mereka terkejut dengan cerita tuan Alex langsung menatap Auroura yang menutupi wajahnya karena malu dengan tingkah kebodohannya sendiri.


Mereka tidak tau dan tidak Panik kemarin karena tuan Alex memberitahu kalau Aurora bersamanya menunggu Araka.


Namun teryata yang terjadi adalah Auroura melakukan rencana bodoh.


"ha..haha..ha.., tawa Alexander bergema, mendengar cerita tentang kebodohan adiknya.


"Berhenti tertawa, bentak Auroura yang ingin menangis dengan wajah semakin memerah.


"Sudah jangan bertengkar, kita akan menyiapkan semuanya malam ini dan karena mendadak kita hanya akan mengundang keluarga besar ibukota saja serta para penjabat" jelas tuan Alex mereka pun mengangguk setuju.


Auroura yang melihat mereka setuju, langsung pergi ke kamarnya.


Mereka pun lajut membahas pernikahan dan menanyai Araka tentang hidupnya, sampai apa yang membuat Araka setuju menikah dengan Auroura.


Setelah selesai mereka langsung istirahat dan Araka pergi ke perpustakaan istana mencari buku-buku kuno untuk mencari petunjuk tentang kotak.


Saat Araka sedang membaca buku ada yang memangil namanya.

__ADS_1


"Araka, di sini kau rupanya" ucap Alexander, Kakak Auroura.


Araka yang di panggil langsung mendekat "ada apa kak, malam - Malam begini mencariku?" tanya Araka.


"Aku ingin berbincang dengan mu, apa boleh? tanya Alexander.


"Tentu daja boleh" jawab Araka.


Lalu mereka duduk di kursi yang ada di perpustakaan tersebut.


"Araka, aku tak tau kenapa kau setuju menikah dengan adikku, yang pasti aku ingin dia bahagia" ucap Alexander tanpa basa basi. Setelah menyelesaikan ucapannya, Alexander langsung pergi tanpa menunggu jawaban Araka.


"Tentu saja dia akan bahagia" jawab Araka.


Alexander yang mendengar hanya tersenyum, lalu lanjut berjalan meninggalkan Araka sendirian.


Araka kembali melanjutkan kegiatannya.


Pagi pun tiba terlihat Araka yang masih mencari buku.


"Tuan muda, anda harus bersiap karena acara akan di mulai'' ucap Eric yang datang menghampiri Araka,


Araka yang mendengar hanya mengaguk dan mereka langsung pergi dari perpustakaan menuju ruang rias, untuk merias diri.


Terlihat sudah ada Auroura yang memilih gaun pengantin dan kakaknya yang duduk di sofa.


"Kau sudah datang? dari mana saja kau semalam.?" tanya Alexander.


"Aku di perpustakaan, jawab Araka tersenyum ramah.


"Pilihlah pakaian untuk kalian pakai dulu, perintah Alexander.


"Biarkan Auroura saja yang memilih yang mana dia suka" jawab Araka.


"Jika tidak suka jangan salah kan aku" ketus Auroura yang sedang memiliki.


"Kalau begitu kau duduk lah di sini dari tadi berdiri terus" ajak Alexander.


"Tuan muda, saya permisi keluar dulu"setelah memberi hormat, Eric kemudian pergi dan Araka duduk di samping Alexander.


Mereka pun ngobrol tentang pendapat Araka tentang suasana ibu kota. Setelah berbicara cukup lama, Alexander pergi karena ada di urusan kerajaan.


"Hei, apa yang kau bicarakan dengan kakakku?" tanya Auroura dengan nada tidak senang.


"Sudah di pilih bajunya?" tanya Araka balik, membuat Auroura marah.


"Sudah, pergilah berganti di ruang sebelah" perintah Auroura mengusir Araka.


Araka yang mendengar langsung pergi ke ruang sebelah.


Sore harinya.


Terlihat banyak tamu undangan yang sudah berkumpul di dalam istana, para prajurit penjagaan pun di perketat.


"Hadirin semuanya terima kasih telah datang di acara pernikahan cucuku" ucap tuan Alex menyambut para tamu "baiklah langsung saja kita mulai acara pernikahannya" sambung tuan Alex.


Tak lama munculah Araka dengan pakaian hitam dan Auroura dengan pakaian serba putih. Auroura mengunakan gaun putih yang terlihat sangat cantik.


"Wow, tuan putri malam ini benar-benar cantik, pakainya sangat cocok" ucap para tamu.


"Lihat yang pria juga tampan" ucap para gadis yang hadir.


"Ganteng juga kami' balas para tamu undangan laki-laki.

__ADS_1


Pernikahan pun terlaksanakan dan parah tamu undangan menikmati pesta yang di adakan.


Bersambung....


__ADS_2