World Destroyer Battle

World Destroyer Battle
perjodohan


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama 1 hari,


mereka pun memutuskan untuk singgah di rumah dari teman tuan Miller.


Rumah itu terlihat tua, namu rumah itu tampak sangat rapi, dan bersi


"halo apa ada orang" panggil Eric sambil mengetok pintu rumah tersebut.


"iya sebentar, ucap orang di dalam rumah yang terdengar sedikit tua, namun ada getaran yang membuat orang takut.


ceklek suara pintu terbuka, dan sosok berpakaian sederhana keluar dari rumah, namun sosok itu memancarkan aura yang tidak sederhana dan misterius.


"oh Eric rupanya,dimana tuan mu yang bau tanah itu he..he" ucapnya sambil terkekeh dan melihat kearah kereta kuda.


Dia sebenarnya dari awal sudah tau kalau sahabat ya akan datang ke rumah nya, dia bahkan bisa merasakan aura dari tuan Miller dari jauh, bahkan dia juga tau kalau ada anak kecil yang memiliki energi sihir tidak biasa di dalam kereta.


"apa kalian tidak mau turun" sambungnya dengan nada santai.


"ha..ha..ha... kau masih seperti biasa" ucap tuan Miller, berjalan dan memeluk sahabatnya tersebut.


"ayo masuk kita dan berbicara di dalam " ajak pria tua itu


di ruang tamu mereka berbicara karena belum bertemu beberapa bulan.


"oh iya aku lupa memperkenalkan kamu" ucap tuan Miller menepuk jidatnya karena kelupaan, "ini anak angkat ku namanya Araka Don, "tuan Miller memperkenalkan Araka yang duduk di sampingnya.


"Aku Alex sky" pria itu menjulurkan tangannya dan di sabut oleh Araka, "senang berkenalan denganmu nak" lanjutnya sambil tersenyum ramah.


mereka pun berbincang sampai waktu makan malam tiba, mereka menuju dapur dan duduk di kursi masing-masing.


"ayo di makan selagi hangat" ajak tuan Alex yang habis memasak dan menghidangkan makanan.

__ADS_1


Walaupun makanannya sederhana tapi mereka menikmati nya, saat mereka selesai makan mereka pun kembali ke ruang tamu.


Terlihat Eric yang sedang membaca buku dan dua pria tua yang sedang berbicara dan Araka yang sedang membaca buku sihir.


"hei apa kau ingat tentang janji dulu saat kau menyelamatkan aku" tanya tuan Alex dengan suara kecil.


"tentu saja ingat tapi aku tidak punya cucu laki-laki" Jawab tuan Miller.


"bagai mana dengan Araka, dia hanya berbeda 4 tahun lebih muda dari cucuku" jawab tuan Alex, menunjuk Araka yang sedang membaca


"kalau itu harus tanya kan dulu kepadanya" jawab tuan Miller


"Araka ke sini sebentar ada yang mau ku bahas dengan mu, ini penting" panggil tuan Alex, Araka yang di panggil mendekat.


"bagaimana cara bilangnya agar bisa kau cerna" tuan Alex bingung cara menyampaikan kepada Araka yang masih berusia 5 tahunan.


"Bilang saja aku pasti mengerti" jawab Araka, yang menyadari kebingungan tuan Alex, dengan apa yang ingin di sampai kepadanya.


"Begini Araka aku dan ayah angkatmu sudah berteman sejak lama dan Kami memiliki janji sewaktu muda" ucapnya ter jeda melihat ekspresi bingung Araka, "saat kami muda, kami bertarung bersama melawan global invasi iblis di kaisar, dan saat itu aku terluka para karena serangan para iblis beserta monster, bahkan aku sudah terkepung saat itu, aku sudah pasrah, tapi tiba-tiba ayah mu muncul dan membantuku. Kami pun berkerja sama melawan monster dengan sekuat tenaga dan Akhirnya mengalahkan semua musuh, karena itu aku merasa berutang budi, jadi di situ pula kami membuat janji" tuan Alex menceritakan kisah nya dengan tuan Miller kepada Araka secara singkat.


"ke..ke..ke.." kekeh Eric, tertawa mendengar kisah tuannya yang memiliki keturunan berjenis kelamin sama dengan keturunan sahabatnya, membuat tuan Miller kesal dan melemparnya dengan buku, buku itu tepat mengenai kepala Eric membuatnya seketika diam membisu, melihat tuannya yang menunjukan ekspresi marah Erik langsung diam.


"Baiklah, kita lanjutkan pembahasan tadi, jadi kami sepakat untuk untuk menjodohkan by kamu dengan cucuku" ucap tuan Alex dengan serius menatap Araka "jadi kamu setuju atau tidak jika menikah dengan cucuku?" tanya tuan Alex, menatap wajah Araka dengan sedikit intimidasi aura untuk memastikan bahwa Araka memang bukan sembarangan anak kecil.


"jika Ayah setuju aku pun setuju" jawab Araka dengan santai dan tidak terlihat panik akibat intimidasi aura dari tuan Alex.


Hal tersebut membuat tuan Alex terkejut dan heran melihat kejadian itu padahal Araka masih berusia 5 tahunan.


Melihat itu tuan Miller dan Eric pun hanya tersenyum, karena sudah pernah melihat kejadian tak masuk akal yang di lakukan oleh Araka.


"kalau aku setuju, jadi kalian menikah saat usia mu 17 tahun, bagaimana apa kau setuju Lex?" tanya tuan Miller pada sahabat ya

__ADS_1


"kalau aku sudah pasti setuju" Jawab tuan Alex, "kalau begitu kita istirahat ini sudah larut malam" ajak tuan Alex.


Pagi hari nya tuan Miller dan yang lain sedang bersiap siap melanjutkan perjalanan mereka.


"Apa akan pergi secepat ini?, tidak ingin menginap satu malam lagi saja?" tanya tuan Alex


"tidak bisa, aku harus cepat pulang karena cucuku sakit" jawab tuan Miller, "baiklah aku sudah harus berangkat, sampai jumpa lagi waktu" mereka berpamitan, dan menaiki kereta kuda yang Eric.


Setelah memastikan semuanya naik Eric langsung memacu kereta kudanya.


"Sampai jumpa, aku akan sering mengunjungi mu" teriak tuan Alex "sepertinya aku harus pulang dan memberi tau keluarga ku juga tentang perjodohan ini" gumam nya dan kemudian dia dengan sangat cepat terbang ke langit dan menghilang.


Diperjalanan menuju rumah keluarga Don Araka terlihat melamun dan lamunan itu menghilang saat tuan Miller bertanya.


"Ada apa kenapa melamun terus, apa memikirkan perjodohan tadi?" tanya tuan Miller.


"Tidak, aku hanya penasaran dengan orang tua kandungku" jawab Araka dengan suara pelan.


"Apa kamu ingin mencari orang tua kandung mu?" tanya tuan Miller


"mungkin nanti saat kotak ini terbuka" ucap Araka sambil menunjukan kotak yang di maksud kepada tuan Miller,


"kotak apa ini? "tanya tuan Miller lagi,


"kata ibu panti kotak ini sudah ada di sampingku saat aku ditemukan" jawab Araka, dan menjeda ucapannya" aku sedang mencari cara agar dapat dibuka, tapi tidak dapat di buka, padahal sudah banyak cara ku pakai tapi masih tidak dapat di buka" jawab Araka yang memutar balik kan kota yang terlihat sederhana itu.


"Kotak ini sepertinya bukan berasal dari wilayah ini" jawab tuan Miller, "simpan dulu saja nanti baru kita pikirkan cara membukanya" tuan Miller menyuruh Araka kembali menyimpan kotak itu.


"Apa ayah angkat tau dari mana asal kota ini?" tanya Araka sambil menyimpan kembali kotak misterius itu.


"Aku tidak terlalu tau tentang dunia luar, aku Hanya membacanya di buku-buku kuno tenang dunia luar, dimana di sana terdapat benda-benda dan orang-orang baru yang tak masuk akal" jelas tuan Miller, Araka pun menganggukkan kepala nya mendengar penjelasan tuan Miller.

__ADS_1


Perjalanan pun berlanjut sampai malam hari pun tiba, mereka sudah sampai di sebuah kota, ya kita itu adalah kota Don terlihat tidak terlalu mewah seperti ibu kota kekaisaran.


Bersambung...


__ADS_2