World Destroyer Battle

World Destroyer Battle
Mengenal satu sama lain (2)


__ADS_3

Auroura yang memberontak ingin melepaskan tangannya malah membuat mereka terjatuh di atas tempat tidur dengan posisi saling berhadapan.


Mereka saling berpandangan cukup lama sampai Araka melepaskan tangan Auroura. Auroura duduk setelah tangannya di lepas Araka.


Kejadian barusan membuat suasana menjadi canggung, setelah diam cukup lama suara Araka kembali terdengar.


"Itu kau tadi bilang tentang akademi, bisa kau ceritakan tentang akademi padaku" Araka memulai pembicaraan untuk menghilangkan kecanggungan di antara mereka.


"Akademi! apa kau tidak tau apa itu akademi?"


tanya Auroura tidak bisa mencerna ucapan Araka kerena tidak konsen akibat kejadian tadi.


"Walaupun aku belum pernah ke akademi tapi aku tau apa itu akademi. Yang ku pertanyakan adalah suasana di sana" suasana canggung sudah mulai kembali normal dengan pembicaraan yang mereka lakukan.


"he..hehe.. teryata itu yang kau tanyakan" jawab Auroura tersenyum malu karena tadi tidak mengerti maksud Araka. "Jadi akademi kekaisaran tidak berbeda dengan akademi lain, yang membedakan mungkin hanya siswa yang kebanyakan dari kalangan keluarga terpandang atau besar, perbedaan lain mungkin tempat yang luas dan perlengkapan belajar lebih lengkap" jelas Auroura.


Araka mengangguk tanda mengerti apa yang di bicarakan Auroura.


"Oiya, aku hampir lupa menyampaikan ini" Auroura menepuk jidatnya karena lupa menyampaikan sesuatu yang penting yang ingin dia sampaikan.


"Ini tentang pertanyaan yang kau ucap kan semalam. Jika kau ingin aku mengakui mu sebagai suamiku, kau harus masuk akademi ke kelas yang paling buruk lalu kau dari paling bawah samapi menjadi siswa top di akademi, dan sebentar lagi akademi akan mengadakan kompetisi siapa yang berhak masuk ke reruntuhan iblis kuno. Untuk lebih jelasnya apa itu reruntuhan? akan di jelaskan oleh akademi. Aku tidak memintamu untuk menang, tapi aku meminta mu masuk ke reruntuhan untuk mencari tau apa yang ada di reruntuhan dan jika berhasil baru aku akan mengakuimu" jelas Auroura meminta Araka Untuk masuk reruntuhan iblis kuno jika ingin Auroura mengakuinya sebagai suami.


"Apa hanya itu saja!?" tanya Araka.


"Ya hanya itu, namun kau jangan meremehkan reruntuhan kuno di sana banyak jebakan dan monster tingkat 3 sampai 4. Saat itu aku hanya bisa masuk sampai setengah reruntuhan, aku tidak bisa masuk lebih dalam karena sudah kehabisan tenaga, dan saat itu aku berusia 15 tahun dengan tingkat kekuatan prajurit bintang 7 pada saat itu." jelas Auroura tentang pengalamannya memasuki reruntuhan iblis kuno, dan setelah menjelaskan tanpa menunggu jawaban dia pergi menuju kamar mandi.


Setelah selesai berbicara mereka mandi bergantian dan turun ke bawah. Terlihat di bawah banyak prajurit yang membawa barang² menuju kereta kuda, para prajurit itu di pimpin oleh Eric.


"Om Eric barang² ini mau di bawa ke mana?' tanya Araka menghampiri Eric yang sedang mengawasi prajurit.


"Mau di bawa ke rumah kalian" bukan Eric yang menjawab melainkan tuan Alex yang juga baru tiba di tempat.


"apa!, pekik Auroura "jadi kami akan tinggal berdua gitu?" tanya Auroura.

__ADS_1


"Tentu, sebelum Araka ke akademi kalian akan tinggal di sana berdua setelah kalian masuk akademi aku akan menyiapkan pelayan dan prajurit. Ada apa? apa kalian keberatan dengan apa yang ku ucapkan barusan?" jelas tuan Alex dengan santai dan langsung pergi.


Mereka berdua hanya bisa pasrah dengan apa yang di ucapkan olah kakek mereka.


Setelah tuan Alex pergi mereka juga langsung membantu membereskan barang yang akan di bawa pindah.


Setelah selesai memilih barang yang mau dibawa mereka langsung berangkat ke tempat yang akan mereka tinggali. Mereka di temani oleh tuan Alex dan Eric.


Di perjalanan banyak warga ibukota yang melihat ke arah mereka karena penasaran siapa suami dari tuan putri kekaisaran api langit.


Berita tentang menikahnya tuan putri memang sudah tersebar luas di ibu kota. Banyak warga yang penasaran dengan pria beruntung mana yang bisa menikah dengan jenius no.1 kekaisaran.


Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, mereka akhirnya tiba di rumah besar, berlantai dua dengan pasilitas serba mewah.


"Ayo masuk', ajak tuan Alex melangkah masuk di ikuti Auroura dan Araka yang membawa barang pribadinya, sementara Eric dan para prajurit membawa barang² lainya.


Di dalam rumah terdapat ruang tamu besar, dapur, di dekat dapur terdapat kamar pelayan, kamar mandi, 3 kamar tamu, ruang makan, dan di lantai atas terdapat dua kamar yang satu kamar besar dilengkapi kamar mandi, ruang ganti pakaian, kasur besar yang akan di gunakan Araka dan Auroura nanti dan satu kamar lagi tidak terlalu besar.


Araka dan Auroura langsung naik menuju ke kamar mereka.


Karena hanya ada dua kamar di atas jadi tidak susah menemukannya, mereka membuka pintu dan meletakkan barang mereka di lemari yang ada di ruang ganti pakaian.


"Huh..., mulai sekarang kita akan tinggal berdua aku ingin kau berjanji tidak macam² terhadapku sebelum aku mengakui mu" jelas Auroura setelah selesai membereskan bajunya.


"Baik, aku akan berjanji, aku Araka don berjanji, tidak akan bertindak macan² terhadap Auroura sky, selama aku belum memenuhi keinginannya." Araka mengucapkan janjinya di ikuti Auroura yang tersenyum puas dengan apa yang di janjikan Araka.


Karena belum ada pelayan jadi mereka membereskan kamar mereka sendiri, setelah selesai Auroura langsung naik ke kasur ingin beristirahat.


"Araka, panggil Auroura dan Araka yang mendengar langsung datang menghampiri Auroura.


"Ada apa, jawab Araka yang baru keluar dari ruang ganti.


"Aku mau istirahat sebentar, jadi aku ingin kau yang membawa barang ke kamar kita dan meletakkannya. Aku tidak mau ada prajurit yang masuk ke kamar dan melihatku tertidur. apa kau mengerti?" jelas Auroura langsung memejamkan mata tanpa mendengar jawaban Araka.

__ADS_1


Sepertinya Auroura benar-benar lelah jadi Araka langsung kebawah mengambil barang yang akan di letakan di kamar mereka.


Setelah selesai membereskan barang, Araka dan tuan Alex melihat lihat sekeliling rumah Sampai ke halaman belakang yang luas. Di halaman belakang terdapat tempat latihan, sebuah kolam ikan, dan sebuah pondok bersantai di pinggir kolam dengan sebagain pondok di atas kolam serta tanaman hias yang menghiasi sekeliling halaman.


Araka dan tuan Alex duduk di pondok sambil melihat ikan yang ada di kolam sebelah pondok.


"Jadi bagaimana perkembangan hubungan kalian" tanya tuan Alex sambil memberi makan ikan.


"Auroura memberiku syarat jika aku ingin di akui sebagai suami olehnya kek" jawab Araka jujur.


"Kalau begitu penuhi syarat yang dia berikan, aku percaya padamu. Pokoknya jangan kecewakan dia," ucap tuan Alex menepuk bahu Araka dan pergi meninggalkan Araka, "sampai jumpa aku akan kembali ke istana". Araka mengangguk mengiyakan ucapan tuan Alex.


Sore hari Auroura yang telah Bagun dan mandi, mencari keberadaan kakeknya namun tidak ketemu. Sampai Auroura ke halaman belakang dan melihat Araka yang sedang menumbuhkan 2 pohon kecil menjadi besar dengan sangat cepat, membuat Aurora terkejut sekaligus takjub melihat apa yang barusan di lakukan Araka.


"Bagaimana caramu melakukannya?' tanya Auroura menghampiri Araka.


Araka hanya diam berjalan melewati Auroura dan menuju ke pondok santai.


"Araka aku bertanya padamu'' kesal Aurora yang abaikan Araka.


"Kemari la jika ingin tau'' jawab Araka yang duduk di pondok. Auroura yang sangat penasaran langsung berlari duduk di depan Araka.


"Jadi tadi itu sihir apa'' dengan penasaran Auroura bertanya.


"Tadi adalah kemampuan spesial ku dimana aku bisa menyebutkan orang dengan sangat cepat dan aku juga bisa meregenerasi setiap luka yang ku terima, dan kenapa aku bisa membuat pohon menjadi besar karena aku mengembangkan kemampuanku" jelas Araka.


"Enak sekali jika punya kemampuan seperti itu, bisa sembuh seketika jika terluka" Auroura menghela nafas, merasa dia tak seberuntung Araka.


"Tidak seperti yang kau bayangkan, kemampuan spesial seseorang tidak akan benar-benar berguna jika seseorang itu tidak bisa mengembangkannya" jelas Araka.


Mereka pun berbincang cukup lama sampai akhirnya Araka masuk ke dalam rumah.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2