World Destroyer Battle

World Destroyer Battle
Akademi sihir.


__ADS_3

Auroura yang telah mengikat rambut semakin terlihat cantik dengan style rambut poni panjang samping dengan ujung bergelombang.


"Sudah siap ayo berbakat" ajak Araka yang masih terpesona "huh... ada apa dengan perasaan ini? apa ini cinta" batin Araka yang memikirkan perasaannya.


"Katanya mau pergi ayo" ajak Auroura.


"o.. oh ayo' balas Araka gugup.


Mereka menaiki kereta kuda yang di kendarai oleh prajurit istana yang menyamar. Para pelayan dan prajurit sudah datang dari tadi pagi seperti yang di jadwalkan.


Dalam perjalanan menuju akademi Araka dan Auroura tidak saling berbicara, namun hanya sesekali saling curi pandang.


Sesampainya di akademi banyak pasangan mata yang tertuju pada mereka. Ada yang mandang kagum, ada juga memandang penuh kebencian dan iri.


Tentu saja Araka dan Auroura tak memperdulikan tatapan tak bersahabat dari sebagai besar orang di sana.


Di sebuah kelas, kelas palin ujung namu paling luas terdapat 15 siswa, siswa siswa di sana ada yang tidur, makan, juga berpacaran.


Tak lama guru pun datang, "permisi semua, kita kedatangan murid baru yang masuk ke kelas kita" ucapan guru tersebut di abaikan oleh para siswa yang ada di sana.

__ADS_1


"Silahkan masuk dan memperkenalkan diri Araka" ujar pak guru mempersilahkan Araka masuk.


"Semuanya, perkenalkan nama saya Araka don, umur saya 16 tahun" ucapan Araka.


Ucapan tersebut menarik perhatian para siswa yang ada di ruangan tersebut, tak terkecuali guru yang mengantar Araka juga kaget.


Pasalnya Araka baru berusia 16 tahun tapi sudah bisa masuk ke kelas 3, di mana umumnya usia segitu baru masuk atau baru 1 tahun sekolah. Kerena orang-orang baru bisa menggunakan energi sihir saat usia sekitar 15 tahun.


"Araka silakan duduk" ucap guru tersebut yang terkejut "untuk apa terkejut dia adalah orang yang di titipkan secara khusus oleh kepala sekolah" batin guru tersebut.


"Kalau begitu, saya permisi dulu nak Araka" ucap sang guru meninggalkan ruangan kelas.


Araka duduk di belakang sudut paling kiri, saat Araka berjalan sampai duduk, semata tertuju padanya membuat Araka bingung.


"Hoi, siapa namamu tadi aku lupa" ucapannya dengan nada tinggi, tampak di depan Araka ada dua orang yang satu perempuan, yang satu lagi laki-laki.


Araka menoleh melihat orang yang memanggilnya terlihat dua orang, yang perempuan mengenakan pakaian pendek memperlihatkan pusarnya, rambutnya berwarna coklat pendek dengan poni menutupi jidat.


Yang laki-laki mengenakan pakaian panjang, rambut berwarna hitam pendek, dan mengunakan kacamata.

__ADS_1


"Namaku Araka, ada apa?" ucap Araka dingin.


"Aku ketua kelas di sini, namaku Defi" ucap wanita itu memperkenalkan diri "dan ini Dafa dia adalah wakilku sekaligus kekasihku" sambungnya memperkenalkan laki-laki di sebelahnya.


"Halo saya Dafa Vinco" laki-laki itu menjulurkan tangan dan di sambut Araka tersenyum ramah.


"Senang berkenalan denganmu" ucap Araka.


"Di sini sudah ada yang duduk, jadi kau bisa pindah ke bangku sebelah" ujar Dafa.


"Oh, maaf aku belum tau" ucap Araka, "Memang Kemana orangnya?" tanya Araka.


"Dia sedang melakukan misi" jawab Defi.


"Jadi kapan kita belajar?" tanya Araka lagi.


"Kelas kita adalah kelas buangan, jadi sehari-hari kita hanya bermain dan belajar sendiri" Terang Defi. "Aku akan menjelaskan kelas kita dan orang-orang di sini."


Setelah mengucapkan itu Defi menjelaskan dan memberi tau nama-nama teman sekelasnya.

__ADS_1


Tapi ada satu orang yang menarik perhatian Araka, Pria itu bernama Ryan Cloart.


❄️Bersambung...


__ADS_2