
Di ruangan bos berada ,terdapat Zenova terkapar lemas karena sehabis memakan satu kristal ungu dari Rozamen dan harus merasakan kesakitan namun setimpal apa yang dia inginkan yaitu naik Level menjadi level 6A
Zenova bangun dari tidurnya lalu menatap kearah ujung ruangan yang terdapat sebuah pintu gerbang lalu dia memikirkan tentang misi penyelamatan tuan putri kerajaan yang akan dilakukan 1 hari lagi atau lebih tepatnya besok malam
Zenova pun mendekati pintu gerbang lalu membuka nya melihat sebuah ruangan yang berisikan sebuah peti besar yang bentuk petinya seperti peti mayat dan terdapat sebuah lingkaran sihir biru di ujung ruangan tersebut
Zenova membuka peti mayat tersebut ,dari dalam peti itu ada sebuah tombak hitam dengan bilah tajam di atas dan di bawah
Bilah diatas terdapat sebuah orb merah berukuran kecil tertempel di bilah tersebut
Source :Pinterest
Zenova mengambil tombak tersebut melihat tombak yang berada di tangan nya yang memiliki aura intimidasi dan orb merah yang berada di bilah atas menyala terang disaat Zenova memegang tombak
WOSH WOSH
Zenova pun melakukan akrobat tombak seperti memutar tombak sambil mengayunkan tombak kesana kemari sampai dimana ayunannya yang sangat kuat mengani lantai
BRUAK
Lantai langsung menjadi kawah ,tembok tembok di ruangan tersebut langsung retak tapi anehnya lingkaran sihir tidak hilang sama sekali
"Ketahanan yang kuat ,dan ini juga lumayan berat" Gumam Zenova menatap tombaknya yang berada di tangan kananya
Zenova pun menarik goloknya dari punggungnya ,golok peninggalan ayah Zenova terlihat sudah tua dan bisa hancur kapanpun namun Zenova masih ingin menggunakan nya
Zenova menaruh goloknya ke punggungnya kembali sedangkan tombak yang dia dapatkan ia bawa di tangan kanan lalu Zenova berjalan dan berhenti tepat di tengah tengah lingkaran sihir
Seketika lingkaran sihir mengeluarkam cahaya biru menyinari seluruh tubuh Zenova lalu tubuh menghilang dari sana
Zenova muncul di depan batu yang terdapat tulisan aneh tersebut yang merupakan batu yang menteleportkan nya ke dungeon
Batu itu lama kelamaan retak lalu hancur berkeping keping
Zenova mendongak keatas melihat hari sudah gelap menandakan ia harus cepat cepat pergi ke ibukota untuk melakukan persiapan melakukan misi yang diberikan oleh pangeran
...Keesokan Harinya...
Hari telah malam, di ibukota terlihat masih ramai dengan penduduk yang masih aktif pada saat malam hari
Di istana atau lebih tepatnya lapangan ,terdapat 12 orang yang berkumpul disana berbaris dengan rapih
Di hadapan 12 orang tersebut ada seorang pria berambut hitam dengan umur 40 tahun yang merupakan Drago itu sendiri
12 orang tersebut terdiri dari petualang tingkat S berjumlah 5 termasuk Fasha ,guru dari akademi sihir berjumlah 2 dan 2 prajurit kepercayaan Drago
__ADS_1
"Hari ini, adalah hari dimana kita akan menyusup markas kelompok yang menyerang kita tadi malam" Ucap Drago dengan tegas dan wajah yang serius
"Ingat tujuan kita bukan untuk bertarung melainkan menyalamatkan tuan putri kita yang disandra oleh mereka" Ucap Drago
"Jika kalian merasa terancam maka lawanlah tapi sebisa mungkin menghindari pertarungan yang tidak menguntungkan ,mengerti!?" Ucap Drago
"Mengerti!" Ucap ke 12 orang itu secara bersamaan dengan nada lantang
"Bagus" Ucap Drago memuji
Lalu ada salah satu orang mengangkat tangan nya membuat drago langsung memanggilnya
"Ada yang bisa anda katakan nona Yelisha?" Ucap Drago
Seorang wanita berambut coklat dengan mata tertutup ,terdapat kedua telinga sapi di atas kepalanya dan dua tanduk domba menandakan dia merupakan anak pernikahan ras demihuman sapi dan demihuman domba
Wanita tersebut bernama Yelisha Farauna ,merupakan petualang tingkat S role healer
"Ano, tuan drago apakah kerajaan Saganafa apakah ikut membantu dalam masalah ini?" Ucap Yelisha dengan nada sedikit malu namun terdengar sangat menggoda
"Benar nona Yelisha ,tapi mereka mempunyai tujuan sama dengan kita yaitu menyelamatkan tuan putri mereka" Ucap Drago
"Begitu ya , terimakasih jawaban nya tuan Drago" Ucap Yelisha membungkuk badan nya
"Tidak usah seformal itu" Ucap drago sambil melambaikan tangan kananya
Yelisha Farauna
Source : Pinterest
'Walaupun dengan jumlah segini ini sudah lebih dari cukup, sebenarnya Raja ingin mengerahlan seluruh prajurit untuk menyerang markas kelompok itu tapi itu dibantah oleh pangeran jika itu terjadi maka nyawa tuan putri semakin bahaya' pikir Drago
'Lalu, anak muda itu sepertinya disuruh oleh pangeran untuk membantu kami secara diam diam' Pikir Drago
Drago berhenti memikirkan hal tersebut lalu dia menatap kearah ke 12 orang tersebut lalu berkata
"Markas mereka berada di kota Feinz kota dalam wilayah kerajaan Ekzan ,kelompok itu sangat pintar mereka membuat markas di dalam kota Feinz yang merupakan kota kerajaan lain ,hal itu bisa membuat kita akan tidak bisa menyerang markas itu secara blak blakan karena bisa memicu perang antar kerajaan Ekzan dan kerajaan Jagaham" Ucap Drago
"Karena itulah kita harus menghindari pertarungan yang sangat mencolok kecuali merasa terancam" Ucap Drago
Ke 12 orang tersebut mengaguk kepalanya ,Drago lanjut berbicara
"Kalau begitu kita pergi" Ucap Drago menyobek sebuah kertas yang bertuliskan lingkaran sihir
Lingkaran sihir tercipta diatas mereka semua lalu menyinari tubuh mereka lalu menghilang bersama ketiga belas orang tersebut
__ADS_1
...Disisi Lain...
Zenova berjalan jalan di tengah padang rumput ditemani hembusan angin yang menerpal jubah milik Zenova
Zenova berhenti sambil memandang kedepan yang terdapat sebuah kota besar yang merupakan kota Feinz
Zenova sudah berada dekat dengan kota Feinz yang jaraknya dari ibukota kerajaan jagaham sangatlah jauh
Kenapa Zenova bisa sampai dekat dengan kota Feinz dikarenakan Zenova sudah memulai perjalanan nya dari malam kemarin atau lebih tepatnya setelah menyelesaikan dungeon ia langsung berangkat menggunakan sihir teleportasi milik kerajaan yang sudah diberikan oleh pangeran
"Malam ini harusnya sudah dimulai" Gumam Zenova
...Disisi Lain...
Di kota Feinz terdapat kelompok orang berjumlah 7 orang memakai jubah dengan kerudung yang merupakan orang orang dari kerajaan Sagafana yang dikirim oleh raja untuk menyelamatkan putrinya
Kelompok tersebut tampak berjalan di tengah tengah ramai nya kota di malam hari
Salah satu orang tersebut berbisik kepada rekan nya yang paling depan
"Tuan Venes, markas mereka berada dimana? Tidak mungkin markas mereka tepat ditengah tengah kota ini" Ucap seorang pria berambut hijau bernama Hashima
"Memang benar markas mereka bukan berada disini ,tapi berada di tengah tengah hutan yang berada di belakang kota ini" Pria bernama Venes
"Lalu untuk apa kita ke kota ini" Ucap Hashima dengan nada kebingungan
"Pertama tama kita harus bertemu dengan pihak kerajaan jagaham untuk mendiskusikan rencana untuk menyusup tanpa bertarung dengan secara terbuka ,terlebih mereka tidak tahu jika markas kelompok berada di tengah tengah hutan ,mereka hanya tahu jika markas kelompok itu berada di kota ini" Ucap Venes dengan nada serius
"Heh~, jadi kita akan bertemu dengan mereka ,aku ingin sekali tahu apakah kelompok dari mereka ada yang menarik bagiku" Ucap salah satu wanita berambut hitam dengan nada penasaran
Wanita tersebut memakai pakaian jubah namun dibalik pakaian jubah tersebut ,ia memakai pakaian penyihir dengan warna ungu ,topi penyihir berwarna ungu sedang ia bawa di tangan nya
Source : Pinterest
"Jangan main main nona Yena, kita disini bukan untuk main main" Ucap Venes dengan nada dingin
"Dingin sekali, karena itulah kamu tidak mempunyai istri" Ucap Yena dengan nada menggoda
Venes hanya bisa diam dan tidak menjawab sama sekali membuat Hashima berkata
"Sudahlah Yena ,anda terlalu berlebihan mengejek tuan Venes" Ucap Hashima
Yena hanya mendengus saja membuat Hashima hanya bisa menghela nafas sedangkan Venes tidak memikirkan tentang omongan Yena tapi dia memikirkan sesuatu
"Semoga saja tidak terjadi diluar dugaan" Pikie Venes dengan niat memohon
__ADS_1
END