World Serfent

World Serfent
BAB 16


__ADS_3

Di bagian barat kota Feinz, terlihat banyak sekali ledakan dan ada sesosok ungu yang besar merupakan aura milik seorang pria dari clan Agayasaki bernama Akarma


2 orang mundur dari aura ungu akarma yang berbentuk setengah manusia atau bisa disebut Kagayasaki


"Tcih, pertahanan kuat serta daya serang tinggi bukankah ini sangat curang" Ucap Venes


Dan di samping adalah Drago yang hanya bisa diam dan menatap kearah Akarma didalam tubuh Kagayasaki berdiri dengan santai dengan tatapan serius


"Kalian sangat mengagu" Ucap Akarma bersamaan itu Kagayasaki mengayunkan pedang ungunya yang membara kearah mereka berdua


WOSH


Venes mengerahkan tangan kirinya kedepan sambil bergumam


"Stone Hand" Venes


Tanah di belakang Venes bergerak lalu terangkat keatas lalu membentuk menjadi sebuah tangan raksasa


CLANK


Tangan batu tersebut menangkap pedang ungu Kagayasaki milik Akarma membuat sebuah hempasan angin kuat membuat undead banyak yang terlempat kemana mana


Drago mengambil kesempatan ini untuk merapalkan sihir Venes melihat Drago ingin mengeluarkan sihir seketika ia membatalkan sihir batunya lalu mundur menjauh dari Kagayasaki Akarma


"Flame Burst" Drago


BURST


Sebuah lingkaran sihir tercipta di atas Kagayasaki Akarma dan menyembur api yang sangat besar bahkan memenuhi tubuh Kagayasaki


Semburan api lama kelamaan berhenti lalu menampakan Kagayasaki Akarma yang semulanya memakai armor lengkap sekarang seperti hancur dan menghilang


"Tcih, masih tidak cukup padahal tadi aku sudah menggunakan 50% manaku" Gumam Drago dengan nada kesal


"Sudah kubilang ,kalian tidak bisa menyentuhku" Ucap Akarma dengan nada datar lalu ia mengarahkan tangan kananya kearah Drago dan Venes seperti ingin memberi jabatan tangan


"Sekarang kalian hanya mempunyai 2 pilihan yaitu mati atau menyerahlah dan jadilah budak kelompok kami" Ucap Akarma


"Kalian pikir bisa dengan mudah membuat kami budak kalian?" Ucap Venes dengan nada kesal


"Apa yang kamu maksudkan? Kelompok kecil seperti kalian ingin membuat kami seorang jenderal menjadi budak kalian?" Ucap Drago dengan nada kesal


"Kelompok kecil? Kau tau ,aku dan bawahan hanya lah sebagian kecilnya dari kelompok ini" Ucap Akarma


"Apa!? Kalian hanya sebagian kecil saja?" Ucap Drago dengan nada terkejut tidak main main tentu saja wajar karna Akarma saja sudah cukup kuat untuk meratakan 1 kerajaan


"Jadi ini hanya sebagian kecil dari kelompokmu? Omong kosong! Tidak mungkin itu" Ucap Venes dengan lantang


"Kaliam percaya atau tidak itu urusan kalian ,karena setelah ini kalian akan mati" Ucap Akarma bersamaan itu armor Kagayasaki milik Akarma terbuat kembali membuat Venes dan Drago hanya bisa yakin jika mereka berdua bisa bertahan selagi tuan putri mereka berdu berhasil selamat


Disaat Drago dan Venes sedang menghadapi Akarma Agayasaki ,lain nya juga melakukan pertarungan Vincent sedang menghadapai beberapa guru akademi sihir kerajaan Jagaham sedangkan Wagaham sedang melawan seluruh orang yang dari pihak kerajaan Sagafana


Di kota Feinz terlihat banyak warga yang cemas dan ketakutan melihat sebuah sihir pembatas yang mengurung kota tersebut


Kota Feinz merupakan kota yang hanya berisikan warga warga biasa tidak ada guild petualang sama sekali bahkan jarang sekali petualang yang berkunjung kesana karena terlalu biasa saja dan tidak ada tanda tanda bahaya sama sekali di dekat kota itu


Dari luar kubah yang mengurung kota Feinz terlihat ada seseorang warga biasa melihat tersebut membuatnya ketakutan dan segera berlari menuju ke kota lain untuk melaporkan kejadian ini


Di tengah tengah hutan yang berada di belakang kota Feinz terdapat kastil terbengkalai yang sunyi


Ketiga orang yng disuruh oleh guru akademi yang bernama Anna yang adalah Fasha ,Sanesa dan Ryu sudah sampai didepan kastil tersebut dan terkejutlah mereka melihat undead undead zombie yang sudah termutilasi banyak berserakan dimana mana dan pintu gerbang kastil terlihat terbuka lebar


"Siapa yang melakukan ini?" Ucap Sanesa dengan nada terkejut


"Sepertinya ini baru saja terjadi 1 menit yang lalu" Ucap Ryu


Sedangkan Fasha yang sudah menyadarinya berkata


"Dia sudah sampai disini?" Ucap Fasha membuat Sanesa dan Ryu kebingungan


...FLASBACK...

__ADS_1


1 menit yang lalu, kastil tersebut masih dijaga oleh undead undead zombie yang berjumlah sangat banyak didepan pintu gerbang kastil namun sesaat kemudian


Munculah Zenova membawa tombak hitam miliknya dari dalam hutan ,para undead zombie melihatnya seketika menyerang Zenova namun Zenova dengan mudahnya menebas nebas para undead menjadi potongan potongan daging lalu masuk ke kastil


Kastil tersebut memiliki ruangan yang merupakan ruangan penjara yang berada di bawah tanah ,ruangan tersebut sangat sunyi dan minim penerangan


Dari dalam penjara terdapat kedua wanita yang tengah di tahan disana


Satunya wanita tersebut merupakan putri kerajaan Jagaham yang bernama Lisandra mempunyai penampilan berambut hitam dicampuri putih mata kanan dan kiri yang berbeda kanan berwarna ungu dan kirinya berwarna putih perak


Dan satunya lagi wanita putri kerajaan Sagafana bernama Ayanam mempunyai penampilan berambut putih perak dengan kedua iris mata merah darah



Source : Pinterest



Source : Pinterest


Mereka berdua tengah sedang berbincang bincang dengan nada pelan


"Apa kamu yakin jika kerajaan akan bisa menyelamatkan kita" Ucap Lisandra dengan nada sedikit khawatir


"Tenang saja ,aku tau sifat ayahmu dan sifat ayahku,walaupun kamu sering seperti tidak dipedulikan oleh ayahmu tapi aku yakin ayahmu sangat menyayangimu" Ucap Ayanami dengan senyuman lembut hal itu membuat Lisandra yang tadinya cemas kembali tenang


Lalu beberapa saat kemudian ada suara langkah kaki terdengar dari tangga membuat mereka berdua seketika tegang dan mengira jika itu adalah orang yang menculik mereka namun


Seseorang pria berambut hitam dengan iris mata kanan merah ruby dan kirinya emas yang tidak lagi dan tidak bukan adalah Zenova berdiri tepat di depan penjara kedua tuan putri tersebut


Kedua tuan putri tersebut terpesona dengan penampilan Zenova yang tampan walaupun terlihat lusuh sekalipun


Zenova langsung membakar jeruji penjara dengan api hitam membuat jeruji hitam meleleh


"Kenapa kalian diam saja? Ayo keluar" Ucap Zenova meninggalkan kedua tuan putri menaiki tangga


Kedua tuan putri tersebut seketika tersadar dan mengikuti Zenova dari belakang


Ketiga orang yang berada di depan kastil melihat sesosok Zenova perlahan keluar dari pintu gerbang bersama kedua wanita yang berada di belakang nya yang sedang berbicara


Tuan putri Lisandra terlihat sangat jijik melihat potongan potongan daging undead yang berserakan di tanah bahkan hampir muntah


Sedangkan Ayanami menatap kearah Zenova dengan tatapan penasaran


"Apakah kamu yang melakukan semua ini?" Ucap Ayanami


"Kalau iya kenapa" Ucap Zenova dengan nada datar


"Hebat sekali, apa kamu orang suruhan dari ayahku?" Ucap Ayanami dengan nada kagum


"Tentu saja tidak, aku disuruh oleh kakak temanmu itu" Ucap Zenova menatap kearah Lisandra yang sedang menutup hidung


"E-eh, kakaku?" Ucap Lisandra dengan nada terkejut


"Ya" Ucap Zenova


Sanesa dan Ryu yang sudah bertemu bahkan menjadi penjaga tuan putri Lisandra melihat Lisandra yang baik baik saja seketika mereka berdua langsung mendekati tuan putri mereka


"Nona Lisandra apakah anda baik baik saja!?" Ucap kedua orang tersebut sambil berlutut hormat didepan Lisandra


"Kalian!?" Ucap Lisandra dengan nada terkejut lalu Lisandra menatap kearah Zenova dengan tujuan ingin bertanya namun dijawab oleh Zenova


"Ada banyak orang yang dikirim oleh kedua pihak kerajaan untuk menyelamatkan kalian berdua dan sekarang sedang bertarung dengan kelompok itu" Ucap Zenova membuat Lisandra dan Ayanami terkejut


Zenova melihat Fasha yang berjalan lalu berhenti tepat didepan


"Darimana saja kau?" Ucap Fasha dengan nada kesal


Zenova mengerutkan keningnya menatap wanita dari ras Ogre yang berada didepan nya yang tiba tiba datang berkata dengan nada kesal namun ia hanya bisa menghela nafas lalu menatap kearah lain


BLAR BLAR BLAR

__ADS_1


Sisi bagian utara hutan terlihat dari kejauhan banyak sekali ledakan sihir dan ada juga aura ungu yang besar


"Kalau dibiarkan begini terus menerus maka akan memancing pihak kerajaan Ekzan kesini ,kalau begitu" Gumam Zenova


"Hey jawab ak-" Teriak Fasha yang tidak puas tidak dijawab oleh Zenova namun tersela melihat Zenova mengambil kertas berisikan lingkaran sihir


"Apa yang kamu lakukan!?" Teriak Fasha melihat Zenova merobek kertas tersebbut


Sobekan kertas tersebut menghilang menjadi percikan cahaya bersamaan itu tubuh Fasha ,Sanesa ,Ryu ,Lisandra dan Ayanami tiba tiba memudar menjadi percikan cahaya


"Apa ini?" Ucap Lisandra kebingungan melihat tubuhnya memudar menjadi percikan cahaya


"Ini sihir teleportasi instan?" Ucap Ryu dengan nada terkejut


Disisi lain, guru guru akademi jagaham terlihat terkejut melihat tubuh mereka semua menjadi percikan cahaya


"Inikan.. ,sihir teleportasi instan" Ucap guru Anna melihat


Seluruh pihak kerajaan Saganafa yang sedang melawan Vincent juga terkejut mendapati tubuh mereka lama kelamaan menjadi percikan cahaya


Disisi lain ,Drago dan Venes terlihat berlutut lemas dengan tubuh mereka banyak sekali luka gores dan hampir tidak bisa bergerak lagi dihadapan Akarma yang berada di dalam tubuh Kagayasaki


Drago dan Venes melihat tubuh mereka mulai menjadi percikan cahaya sama hal dengan yang lainnya tidak terkejut namun tersenyum


"Akhirnya selesai" Ucap Drago


"Tcih, sihir teleportasi instan sialan" Akarma mendecih kesal sambil mengerahkam Kagayasaki nya untuk mengayunkan pedang ungunya


WOSH


Namun ayunan pedang Kagayasaki Akarma sudah terlambat karena tubuh Drago dan Venes sudah menghilang menandakan sudah berpindah tempat


"Tcih" Decih Akarma


Fasha melihat dirinya sudah menjadi percikan cahaya melihat tubuh Zenova yang tampak tidak menjadi percikan cahaya langsung sadar


"Hey apa yang kamu lakukan!? Jangan besar kepala walaupun kamu bisa melawan mereka tapi kamu akan-" Ucap Fasha tidak bisa dilanjutkan kembali karena tubuhnya sudah menghilang sepenuhnya menandakan sudah berpindah tempat begitu juga yang lain nya berpindah tempat ke kerajaan Jagaham


Dan hanya menyisakan Zenova yang masih berada di sana sendirian


Zenova berdiri di tengah tengah hutan ,lalu tiba tiba api hitam membakar pohon pohon didekat Zenova


...Disisi Lain...


Akarma berdiri lalu aura Kagayasaki hilang sepenuhnya lalu Vincent dan Wagaham seketika menghampiri Akarma


"Apakah mereka semua sudah hilang?" Ucap Akarma dengan nada datar


"Benar tuan,mereka menggunakan teleportasi instan" Ucap Wagaham


"Aku juga sama dengan orang tua ini" Ucap Vincent


"Sepertinya kita akan membawa angin untuk kembali ke kelompok" Ucap Akarma


KRAKKK


Kubah biru yang mengurung seluruh area kota Fainz tiba tiba retak


"Apa yang terjadi!? Bukannya Fanato tidak bertarung sama sekali" Ucap Wagaham dengan nada terkejut


Kubah biru seketika hancur menjadi serpihan serpihan seperti kaca jatuh ke tanah bersamaan itu sebuah siluet jatuh dihadapan mereka bertiga


BRUAKK


Siluet tersebut jatuh membuat tanah retak jaring laba laba ,siluet tersebut membawa kepala Fanato yang telah diputus dan membawanya seperti serabut kelapa


Siluet tersebut merupakan Zenova yang telah membunuh Fanato dengan sekejap membatalkan sihir yang mengurung kota Feinz


Dihadapan mereka bertiga Zenova membawa kepala Fanato dengan mata kiri terdapat celah api hitam yang membara


"Akhirnya ketemu kau" Ucap Zenova dengan nada dingin

__ADS_1


END


__ADS_2