World Serfent

World Serfent
BAB 4


__ADS_3

...Di Desa...


Terlihat banyak sekali prajurit kerajaan sedang mengevakuasikan para warga desa Zenova


Seorang pria berumur 40 tahun dengan armor serba putih memimpin pasukan prajurit tersebut yang bernama Drago terkejut mengetahui jika desa Zenova tadinya diserang pasukan skeleton undead dan 1 skeleton warior dengan level 1A


Tapi adal hal lagi yang membuat Drago terkejut yaitu seorang pemuda berumur 17 tahun lah yang membantai semua skeleton undead beserta satu skeleton warior sendirian


"Dimana pemuda itu berada sekarang?" Ucap Drago dengan nada penasaran


"Kami tidak tau tuan, tapi kami melihat sebuah siluet melesat keluar desa dan masuk ke hutan" Ucap salah satu warga desa sambil menunjuk kearah hutan samping desa yang terlihat ada kobaran api hitam yang sangat besar dari kejauhan


Drago menyipitkan mata nya lalu dia berkata


"Hey ,tolong jaga yang berada disini" Ucap Drago berjalan dengan pelan kearah hutan tersebut dan tiba tiba menghilang dari hadapan para prajurit beserta warga disana


Kedua prajurit yang berada disana seketika berkata dengan lantang


"Siap!" Ucap mereka berdua secara bersamaan dengan nada lantang


Di tengah hutan terlihat Zenova sedang duduk bersandar di pohon besar dengan pohon sekelilingnya tampak terbakar oleh api hitam nya


Zenova duduk dengan tatapan kosong dan wajahnya terlihat datar


Sesaat kemudian munculah seorang pria berumur 40 tahun berdiri di depan yang adalah Drago seorang jendral pasukan prajurit kerajaan


"Selamat siang wahai anak muda" Ucap Drago dengan nada tenang berkata


"Kau siapa? Aku tidak punya waktu untuk berbicara sekarang" Ucap Zenova dengan nada datar


"Kenapa anak muda? Apakah kamu baru saja kehilangan sesuatu yang berharga" Ucap Drago dengan nada tenang sambil maju secara perlahan mendekati Zenova


"Tidak" Zenova dengan singkat


"Kamu tahu? Ada banyak orang yang telah kamu selamatkan di desa itu ,dan mereka sangat berterimakasih kepadamu" Ucap Drago namun Zenova tidak menjawab dan diam hanya menundukan kepalanya


"Anak muda ,kehilangan sesuatu adalah hal yang lumrah di dunia ini ,aku tidak memaksa mu untuk tidak menerima kenyataan jika ia yang kamu sebut berharga di dalam hidup mu menghilang begitu saja" Ucap Drago sambil memberikan sebuah jabatan tangan lalu berkata

__ADS_1


"Cukup dikenang saja-" Ucap Drago tersela melihat tangan kanan Zenova mengambil golok dan menebas dirinya secara tiba tiba


CLANK


Drago menangkis tebasan Zenova dengan pedang yang terdapat ornamen ornamen biru menyala di bilahnya


"Lalu apakah keterlambatan pasukan mu dan dirimu datang kesini harus ku kenang saja? Pak tua jangan menceramahiku seolah kau mempunyai nasib sama denganku" Ucap Zenova dengan nada dingin menatap kearah Drago dengan tatapan dingin


Drago hanya bisa diam namun dia menyarungkan kembali pedangnya lalu berkata sambil berlutut hormat kepada Zenova


"Maafkan saya karena keterlambatan kami-" Ucap Drago tersela setelah wajahnya terkena tendangan Zenova dengan keras membuatnya terpental ke belakang


'Fisik macam apa ini?' Pikir Drago terkejut mendapsti helmnya yang sudah dia lepas penyok karena terkena tendangan Zenova


WOSH


Sebuah lesatan tendang melesat ke arah perut Drago namun Drago berhasil menghindarinya dan efek tendangan itu bisa membuat sebuah hempasan angin kuat


"Hebat wahai anak muda ,jika saja aku terkena serangan itu sudah pasti tulang ada yang patah" Ucap Drago dengan nada kagum


CLANK


Drago menangkap golok Zenova dengan menggunakan jari saja


"Di level sekecil itu kamu bisa menyalurkan mana sihir ke suatu objek itu sudah membuatku kagum" Ucap Drago


Zenova menyalurkan manas sihirnya ke goloknya kembali mengubah listrik yang menyelimuti golok menjadi api hitam yang sangat panas


BURST


Drago merasakan sarung besi di tangan kananya terbakar oleh api hitam membuatnya langsung melepaskan sarung besi sambil menghindar tebasan Zenova


CLANK


Sarung besi jatuh ke tanah dan terbakar oleh api hitam menjadi meleleh dengan sendirinya


"Tenanglah nak, aku hanya ingin berbicara denganmu" Ucap Drago dengan nada santai dan senyuman ramah terpampang jelas di wajahnya

__ADS_1


Zenova mengarahkan goloknya yang masih diselimuti api hitam kearah Drago


"Pergilah ,aku benar benar ingin sendiri" Ucap Zenova dengan nada dingin


Drago hanya bisa diam menatap kearah wajah Zenova yang tampak datar namun terlihat dengan jelas jika Zenova menahan kesedihan yang sangat mendalam


"Baiklah ,maafkan saya" Ucap Drago sambil menundukan badanya dengan ala bangsawan lalu menghilang dari sana


Zenova melihat drago sudah menghilang mematikan sihir api hitam pada goloknya lalu duduj bersandar di pohon sambil menatap ke langit


"Hah~" Zenova menghela nafas


"Lihat bibi,apakah aku terlihat bisa hidup tanpa keberadaan sesosok yang sudah kuanggap ibu seperti dirimu" Ucap Zenova dengan nada sedih dan hujan secara tiba tiba turun dari langit namun kobaran hitam di hutan tampak tidak padam setelah terkena hujan


Zenova menjentikan jarinya membuat kobaran kobaran aoi hitam yang membakar hutan menghilang begitu saja


...Beberapa Hari Kemudian...


Di desa terlihat sudah sepi dikarenakan kebanyak penduduk desa sudah di evakuasi oleh jendral Drago ke ibukota kerajaan dengan menggunakan sihir teleportasi namun Zenova tampak masih tinggal di rumah dulunya yang masih utuh saja


Beberapa hari lalu Zenova sempat diajak oleh Drago beserta penduduk desa untuk ikut namun Zenova menolak ajakan tersebut dengan mentah mentah


Di rumah Zenova terlihat Zenova melakukan olahraga ringan seperti biasa lalu dia berhenti sambil melihat tangan kananya dan mengepalkan tangannya


"Tidak ,aku harus mencari siapa yang membunuh bibi waktu itu" Ucap Zenova dengan nada dingin


Dalam beberapa hari Zenova memakan sisa sisa krsital skeleton undead terutama skeleton warior membuatnya naik level menjadi level 2A


Zenova pun masuk ke rumahnya lalu mengemas barang barang nya ,memakai baju hitam dan memakai sebuah jubah hitam ,membawa sekantung koin emas yang ia dapatkan dari para bandit dan hanya membawa golok saja di punggungnya


Di luar Zenova tampak melihat rumah bibinya yang masih utuh dan dia menatap rumah yang penuh dengan kenangan dirinya bersama dengan bibinya membuatnya terasa berat lalu dia dengan nada lembut dan lemah


"Selamat tinggal bibi" Ucap Zenova


Zenova pun pergi keluar dari desa tersebut untuk mencari tahu sesosok makhul yang membunuh bibinya beserta menyebabkan penyerangan undead skeleton


END

__ADS_1


__ADS_2