World Serfent

World Serfent
BAB 19


__ADS_3

Zenova mendengar tawaran Vergama seketika matanya terbuka namun ia mengerutkan keningnya


"Hah? Bukankah semua masyarakat kerajaan Ekzan mulai mewaspadaiku? Bukankah aku akan ditolak mentah mentah pada saat masuk ke akademi sihir" Ucap Zenova


"Tidak tuan, akademi sihir tidak tau dengan berita diluar akademi dan juga akademi tersebut terletak di belakang ibukota" Ucap Vergama


"Aku akan menyiapkan identitas barumu untuk bisa mendaftar akademi tersebut" Ucap Vergama


"Untuk sekarang aku ingin kamu bersabar dulu disini selagi aku akan membuat identitas dan akan mendaftarkanmu" Ucap Vergama


"Hah~, baiklah akan kuturuti permintaan mu" Zenova menghela nafas lalu berkata dengan nada lelah sambil berdiri lagi dari duduknya


"Jadi kapan dimulainya pendaftaran akademi sihir?" Ucap Zenova


"Besok ,akan ku urus berkas identitasmu sekarang biar besok kamu bisa langsung terdaftar di akademi" Ucap Vergama


Zenova terdiam lalu ia mengingat sesuatu yaitu dimana kedua senjatanya


"Dimana kedua senjataku?" Ucap Zenova


"Senjata mu kan Golok dan Tombak? Tenang saja kedua senjata itu masih kubawa di kantorku seharusnya pihak gereja mengambil tapi berkat prajurit ku yang menyembunyikan nya karena itulah gereja tidak menyadari hal itu" Ucap Vergama


"Kalau begitu baguslah, besok aku ingin kedua senjata itu kembali ke tanganku" Ucap Zenova


"Baik tuan" Ucap Vergama


"Kalau begitu aku permisi dulu" Ucap Vergama menundukan badannya lalu berjalan menaiki tangga ruang bawah tanah meninggalkan penjara bawah tanah


Zenova mendongak keatas lalu teringat kata kata terakhir bibinya


"Tetaplah hidupkah..., aku ingin sekali hidup damai di pelosok desa setelah ini semua berakhir" Gumam Zenova


"Akademi sihirkah..., semoga saja ada beberapa yang bisa kupelajari yah, dan juga aku akan mencari pasangan walaupun terdengar mesum tapi mustahil aku hidup di pelosok desa tanpa adanya pemuas nafsuku" Ucap Zenova


...Keesokan Harinya...


Di bagian utara ibukota kerajaan Ekzan terdapat sebuah hutan yang tengah tengah hutan tersebut terdapat beberapa gedung tinggi dan salah satu gedung memiliki tinggi lebih tinggi dari yang lain nya


Kawasan tersebut merupakan kawasan akademi sihir kerajaan Ekzan bernama Zantunium


Banyak sekali orang orang berjalan dari arah selatan berjalan diatas jalanan yang menuju ke pintu gerbang masuk akademi sihir


Di tengah tengah keramaian orang orang yang berjalan masuk ke akademi sihir terdapat tiga orang pria muda keluar dari kereta kuda yang terlihat sangat mewah menjadi sorotan para wanita


"Lihat ketiga pangeran itu tampan sekali" Ucap salah wanita dengan nada memuja


Para wanita banyak sekali melihat ketiga pria tersebut yang merupakan pangeran kerajaan Ekzan dengan tatapan memuja


Salah satu pangeran melambaikan tangan nya sambil menatap segerombolan wanita dengan senyuman lembut


Hal itu sontai membuat para wanita semakin menyoraki para pangeran tersebut

__ADS_1


Sedangkan para pria pria biasa hanya bisa diam ada juga menatap kearah para pangeran dengan tatapan iri dan juga kagum begitu juga sama pria pria dari keluarga bangsawan melihat para pangeran dengan tatapan iri dan ada juga kagum


Salah satu pangeran seperti kebingungan sambil melihat kesekitaran


"Are? Dimana tuan Vergama berada?" Ucap salah satu pangeran bernama Arganto mempunyai penampilan berambut hijau dengan wajah tampan iris mata bulat dengan pupil mata yang berikilau hijau seperti emerald


"Hmm,ada apa wahai adikku" Ucap pangeran berambut hitam dengan iris mata hijau seperti zamrud bernama Vavier merupakan pangeran ke 7 sedangkan Arganto pangeran ke 9


"Aku mendengar jika jenderal Vergama akan datang kesini untuk mengantarkan anak nya mendaftar akademi sihir" Ucap Arganto


"Benarkah?" Ucap pangeran ke 8 yang bernama Agans


"Benar kakakku, kalau tidak salah namanya Zenova" Ucap Arganto


...Disisi Lain...


Kereta kuda memiliki penampilan seperti kereta kuda perang dan kusir kereta kuda tersebut memakai pakaian armor lengkap tengah menuju ke bagian utara kerajaan Ekzan


Di dalam kereta kuda tersebut terdapat Zenova memasang wajah keruh sambil menatap sebuah kertas yang ditanganya berisikan identitas samaran Zenova


"Maksudmu apa paktua!? Aku tau ini hanya samaran untukku tapi..." Ucap Zenova yang tidak berdaya menatap kearah Vergama dengan kesal


"Maafkan aku ,tapi itu hanya satu satunya cara untk bisa diterima akademi itu" Ucap Vergama dengan nada bersalah sambil tersenyum canggung


"Oi, paktua sepertinya di dalam kepala mu ada sedikit masalah bagaimana jika ku cuci dengan api pengampunanku" Ucap Zenova dengan nada kesal membuka telapak tangannya lalu terciptalah api hitam membara


"Ini didalam kereta kuda bisa bisa kau membakar kereta ini!" Ucap Vergama terkejut namun ia kagum dengan elemen Zenova miliki


"Tuan kita sudah sampai" Ucap kusir dari luar kereta yang menghentikan laju kereta kuda


"Tcih" Ucap Zenova


"Tuan tolong bersikaplah sopan jika bertemu dengan pangeran" Ucap Vergama dengan nada memohon


"Hah? Kau pikir berapa banyak kau meminta tolong dengaku?" Ucap Zenova


"Tolong sekali ini saja" Ucap Vergama


"Tcih, kalau begitu aku akan menuruti nya ,tapi dengan syarat jika aku meminta sesuatu kepadamu kau harus menerimanya" Ucap Zenova dengan nada dingin


"Ya" Ucap Vergama yang tidak berdaya


...Disisi Lain...


Orang orang yang berada di halaman depan akademi sihir terkejut melihat kereta kuda perang yang merupakan miik seorang jenderal tinggi yaitu Vergama


Vergama pun keluar dari kereta kuda membuat banyak orang orang yang berada disana terpana melihatnya kecuali ketiga pangeran tersebut


"Itu dia tuan Vergama" Ucap Arganto


"Lihat orang baru saja keluar dari kereta kuda" Ucap Vavier

__ADS_1


Seorang pria muda bernampilan berambut hitam dengan iris mata kanan merah ruby sedangkan mata kiri ditutupi perban dengan wajah tampan memakai pakaian rapi turun dari kereta kuda dengan pelan yang merupakan Zenova itu sendiri


"Tampan sekali, sama seperti pangeran ketampanannya siapa dia?" Ucap salah satu wanita yang tiba tiba terpukau melihat wajahnya Zenova


Banyak sekali wanita wanita yang terpukau dengan penampilan Zenova


Zenova hanya memasang wajah datar lalu ia menatap kearah Vergama yang tiba tiba dihampiri ketiga pangeran Ekzan


"Selamat pagi pangeran" Ucap Vergama sambil berlutut hormat kepada ketiga pangeran tersebut begitu juga Zenova ikut berlutut hormat karena permintaan Vergama


"Berdirilah jenderal vergama dan anak anda" Ucap Vavier


"Baik pangeran" Ucap Vergama sedangkan Zenova sedikit kesal namun ia ikut berdiri juga


"Tuan Vergama sepertinya anda kesini ingin mengantarkann anak anda mendaftar untuk bisa menjadi murid akademi sihir Zanunium" Ucap Agants


"Benar pangeran, perkenalkan anak saya namanya Zenova ,Zenova beri yang mulia pangeran salam" Ucap Vergama


Orang orang yang berada disana terkejut mendengarnya karena mereka tidak pernah mendengar jika jenderal Vergama mempunyai seorang anak terlebih anaknya sudah berumur 17 tahun


"Salam kenal yang mulia pangeran ,saya adalah anak kandung Vergama dan ibuku telah lama meninggal" Ucap Zenova sembari membungkukan badan ala bangsawan


"Begitukah, aku sangat turut prihatin dengan keadaanmu tuan Vergama dan tuan Zenova" Ucap Agants dengan nada prihatin begitu juga kedua suadara Agants ikut sedih mendengarnya


"Terimakasih pangeran" Ucap Zenova dan Vergama secara bersamaan


Agants ,Arganto dan Vavier mendengar wajah mereka terlihat sama dan saling menatap dan berpikir buah memang tidak jatuh jauh dari pohonnya membuat suasana disana menjadi canggung


"Ngomong ngomong kenapa dengan mata anda tuan Zenova" Ucap Arganto membuat suasana canggung menghilang


"Ini? Maafkan saya jika mengganggu pemandangan anda ,apakah perlu jika ku lepas?" Ucap Zenova


"Tidak tidak perlu, hanya ingin sebabnya apa?" Ucap Arganto menggelengkan kepalanya


"Ini terluka disaat bertarung dengan monster" Ucap Zenova


"Hoh~,apakah monster itu kuat?" Ucap Agants dan Vavier dengan nada tertarik


Zenova tersenyum sedikit lalu berkata


"Tentu saja" Ucapnya dengan nada misterius membuat kedua suadara kagum


Disaat itu juga bell dari akademi berbunyi menandakan acara pendaftaran akademi sihir dimulai membuat banyak orang yang tadinya memarhatikan para pangeran beserta Zenova dan Vergama berbincang pergi dengan cepat cepat kearah pintu gerbang


"Ini sudah bell berbunyi, kalau begitu bagaimana jika tuan Zenova ikut bersana kami" Ucap Vavier


"Tidak perlu pangeran" Ucap Zenova


"Tidak apa apa tuan Zenova kebetulan kami ingin dekat denganmu sebagai anak dari jenderal kerajaan kami" Ucap Arganto


"Hah~, kalau begitu saya tidak bisa menolaknya" Ucap Zenova sambil menghela nafas

__ADS_1


Zenova pun ikut ketiga pangeran tersebut pergi ke masuk akademi Zantunium sedangkan Vergama hanya membungkukan badan nya dengan hormat kepada ketiga pangeran dari belakang mereka


END


__ADS_2