World Serfent

World Serfent
BAB 6


__ADS_3

Zenova telah membunuh pemimpin sekelompok bandit membuat para bandit seketika takut dan menatap jearah Zenoca dengan tatapan ketakutan


Refka melihat para bandit terlihat tubuh mereka gemetar ketakutan mengambil kesempatan tersebut untuk membicarakan baik baik


"Bagaimana? Pemimpin kalian telah terbunuh? Apakah masih ingin bertarung?" Ucap Refka dengan nada provokasi


"Mustahil kita bisa melawan"


"Ayo kita lari!" Ucap para bandit yang ketakutan ingin melarikan dirii dari tempat itu


Refka melihatnya merasa lega namun kelegaan nya segera menghilang mendengar suara Zenova yang datar


"Untuk apa aku harus membiarkan para tikus seperti kalian untuk melarikan diri" Ucap Zenova seketika melesat dengan kecepatan bisa dilihat dengan mata namun tidak bisa menyamai melesat kearah para bandit yang berhamburan melarikan diri ke arah hutan


WOSH SLASH WOSH SLASH


Para bandit banyak terpotong potong oleh tebasan Zenova yang terus menerus mengincar para bandit yang melarikan diri dengan golok nya yang diselimuti listrik


Refka dan teman temannnya beserta pedagang dan kusir merasa ngeri melihat pembantaian sebelah pihak dilakukan oleh Zenova


Suara jeritan para bandit yang tadinya bergema di hutan lama kelamaan menghilang lalu dari hutan keluar lah Zenova dengan tubuh berlumuran darah sambil membawa kepala salah satu bandit di tangan kanannya


BUKK


Zenova membuang kepala bandit tersebut ke arah lain lalu berjalan kearah Refka dan lainnya yang menatapnya dengan tatapan ngeri


"Kenapa?" ucap Zenova dengan nada dingin yang membuat mereka semakin merinding

__ADS_1


"T-tuan Zenova ,kenapa anda membunuh mereka? Bukankah lebih baik membiarkan mereka hidup untuk menyesali perbuatan mereka" Ucap Refka dengan nada canggung


"Kau berkata seperti itu seolah tidak tahu dengan sifat manusia" Zenova


"Tuan Zenova apa yang anda katak-" Ucap Refka nada bingung namun tersela oleh Zenova


"Manusia tidak akan dengan mudah bisa berubah dalam 1hari hanya masalah sepele seperti ini, walaupun pemimpin mereka telah tiada mereka tidak akan bubar begitu saja dan tidak lagi mengganggu orang lain lagi, kau tau alasan nya kenapa?" Ucap Zenova dengan nada dingin


Refka dan lain nya hanya memasang wajah bingung lalu Zenov berkata


"Mereka akan mencari pemimpin baru lagi atau tidak terima dengan kematian pemimpin mereka lalu balas dendam kepadaku" Ucap Zenova


Refka seketika mengerti dengan maksud Zenova namun dia menoleh kebelakang melihat para rekan rekan menatap kearah Zenova dengan tatapan ngeri dan serta merasa jika orang yang didepan mereka saat ini lebih berbahaya dari pada sekelompok bandit tersebut


Zenova berbalik badan dan berkata dengan nada datar


...Disisi Lain...


Di jalanan menuju ke ibukota terlihat seorang pria memakai jubah sobek sobek dan berkerudung yang ternyata pria tersebut adalah Zenova


Zenova memutuskan meninggalkan party Refka karena party Refka beserta pedagang dan kusir sudah merasa ketakutan melihat dirinya membuatnya tidak merasa enak jika menumpang lagi karena itulah dia meninggalkan party Refka dan memutuskan berjalan kaki menuju ke ibukota


Lagipula perjalanan menuju ibukota hanya membutuhkan 1 jam lagi karena Zenova menumpang kereta kuda jadi waktu semakin hemat


Beberapa saat kemudian Zenova berhenti di padang rumput setelah melihat dari kejauhan sebuah kota yang sangat luas dengan tembok yang melingkari kota tersebut ,dengan istana megah yang berada di tengah tengah ,kota tersebut banyak sekali danau danau yang terselubung ke istana membuat pemandang kota semakin berasa indah


Kota tersebut adalah ibukota kerajaan Jagaham, Zenova hampir sampai di ibukota Jagaham

__ADS_1



Source : Pinterest


Zenova melihat pemandangan ibukota dari kejauhan sudah merasa jika ibukota sangat indah terlebih Zenova melihat pada saat sore hari membuatnya semakin indah dilihat


Zenova pun melanjutkan perjalanannya ,Zenova mempunyai rencana pergi ke ibukota berniat belajar sihir di perpustakaan lalu dia mencari informasi tentang ras ras yang hidup di dunia ini kemungkinan besar jika orang yang membunuh bibinya bukan ras manusia


Zenova berjalan sambil mengegam erat kepalan nya lalu bergumam


"Tunggulah bibi, aku pasti akan mengirimnya ke neraka" Gumam Zenova


...Disisi Lain...


Di ibukota jagaham ,terdapat sebuah bangunan yang terletak bagian selatan ibukota merupakan bangunan tempat dimana jendral drago menjaganya


Drago yang sedang menulis dokument dokument tiba tiba didatangi oleh prajurit nya dan prajuritnya memintanya untuk segera hadir acara pertemuan para jenderal di istana


"Begitukah?" Ucap Drago


"Benar Jenderal Drago, saya ditugaskan untuk menyampaikan kepada anda untuk segera datang menghadiri acara pertemuan di istana" Ucap Prajuri dengan nada sopan dan hormat


"Kalau begitu arahkan saya jalannya" Ucap Drago berdiri dari duduknya


Drago pun menghentikan pekerjaan nya lalu berjalan bersama prajurit yang memintanya untuk mengarahkan ke tempat acara pertemuan di laksanakan


END

__ADS_1


__ADS_2