Ya'Aburnee

Ya'Aburnee
Bagian 4. Kedatangan tanpa diduga


__ADS_3

“Kamu?!” ucap keduanya bersamaan.


Syeila menutup kembali pintunya,sedetik kemudian ia membuka lagi pintu itu,memastikan apa yang dilihatnya hanya halusinasi,namun pada kali katiga ia melakukan hal yang sama dengan membuka tutup pintu,makhluk itu tetap berada ditempatnya,masih dengan mulut menganga,gadis itu mengacak rambutnya frustasi.


“Mamaaaaa...” teriaknya seakan ada penyusup masuk yang hendak memerkosanya,Sabrina yang terkejut mendengar putrinya berteriak layaknya orang kesurupan,denga tergopoh-gopoh berlari menghampirinya.


Namun berbeda dengan Syeila,ekspresi Sabrina tampak berbinar ketika dilihatnya siapa yang berada diambang pintu,bahkan dengan ramah mempersilahkan laki-laki itu masuk,membuat Syeila yang kali ini menganga.


tolong tampar Syeila,apakah semua ini hanya mimpi?


“Kamu Anggara kan?anaknya om Tito?” tanya Sabrina antusias.


“i-iya tante.” Balas laki-laki itu sembari tersenyum gugup,yang hadirnya masih membuat Syeila tergugu.


“Mama kenal?”tanya Syeila tak percaya.


“Kamu gimana sih,bukannya disuruh masuk,malah atraksi kesurupan.”


“Ayo masuk Gara.”Sabrina mempersilahkan.


“owh jadi nama cowok ngeselin ini Gara.”


Gumam Syeila yang masih berdiri ditempatnya,sementara laki-laki itu telah duduk disofa bersama sang mama yang tampak akrab.


Sang mama kemudian menatapnya tajam,membuat Syeila mengernyit bingung,seketika ia menyentuh bibirnya,merutuki kebodohannya dengan kata-katanya barusan,dia pikir tadi ia mengatakannya dalam hati.


Syeila menghampiri dua manusia itu,ikut duduk disudut sofa,mendengarkan obrolan yang entah kenapa sedikit membuatnya tertarik ingin mendengarnya.


“Jadi satu minggu yang lalu kamu baru pulang dari Amerika,pasti disana beda banget ya sama disini?” tanya Sabrina pada laki-laki itu.


“Iya tante,tapi aku lebih suka disini.”


Syeila mengangguk-anggukan kepalanya,dan ketika laki-laki bernama Gara itu meliriknya dengan cepat ia memalingkan mukanya datar,seolah-olah tak peduli.


“Ayah kamu udah bilang semuanya,semoga kamu betah ya.” Sabrina tersenyum tulus,yang dibalas dengan senang hati oleh laki-laki itu,selama beberapa detik membuat Syeila terpana.ya,Syeila tidak ingin munafik terhadap ketampanan laki-laki itu,dia mengakuinya.


“Eh tante hampir lupa,ini putri tante namanya Syeila,agak gesrek sedikit,dimaklum aja ya.dan anak tante yang satu lagi namanya Sakka,dia lagi keluar sama temennya.” Ucap Sabrina,membuat Syeila dengam cepat menolah padanya dengan tatapan menuntut.


Gara memandang Syeila dengan senyuman yang lebih ia anggap sebagai ledekan,mengesalkan.


“Syeila,dan ini Gara,anaknya om Tito.”


“hay Gara,pasti sukanya cari gara-gara.” Celutuk Syeila yang sedetik kemudian dihadiahi pelototan sang mama.

__ADS_1


“Tuh kan emang rada gesrek.” Sabrina terkekeh.


“Ikhh mama...” rengek gadis itu,bisa-bisanya sang mama memperlakukannya seperti anak tiri,sementara laki-laki disampingnya terus-terusan ia senyumi,baru kali ini Syeila merasa seasing ini,bahkan dirumahnya sendiri.


“Apa sih?udah jangan mulai deh,malu sama Gara.”


“ck...yaudah aku ke atas aja.” decaknya kesal,hendak melangkahkan kakinya pergi,namun ucapan selanjutnya sang mama membuat langkahnya kembali tertahan.


“Eh jangan ke atas dulu,bantu masukkin ke rumah barang-barangnya Gara.”


“barang-barang?dimana?” tanya Syeila.


“Biar saya aja tante.” Sergah Gara merasa tak enak.


“mama,sekarang kamu panggil mama jangan tante,oke?” Gara hanya menggangguk meng-iyakan.


“Dia aja bisa sendiri kok ma.” Tutur Syeila,merasa menjadi pihak yang paling keberatan diantara mereka,sudah dibully,disuruh-suruh pula.


“Ishh...ya kali tamu disuruh ngangkat barang-barangnya sendiri,kamu aja ya,anak mama yang cantik.” Rayu Sabrina dengan senyuman merayu.


“Tadi aja dikatain,giliran ada maunya aku dibaik-baikin.” Gumam gadis itu melngkahkan kakinya keluar rumah sembari menghentak-hentakan kakinya kesal,dengan jelas ia mendengar Gara terkikik,seandainya membunuh bukanlah tindakan berdosa dan tak dijatuhi hukuman pidana,Syeila akkan mencekiknya hingga puas.


Matanya membelalak ketika melihat barang yang harus ia angkat kedalam ternyata sebanyak tak ia duga.


Tak berpikir panjang lagi,akhirnya Syeila mengangkat satu persatu koper itu kedalam rumah,sementara Sabrina dan Gara hanya mengobrol dan sesekali memperhatikannya tanpa sedikit pun berniat membantu,sungguh tidak berperasaan.


Apakah ini karma untuknya karena telah menonjok Gara tempo hari?


“barangnya banyak banget,buat apa sih?” tanya Syeila akhirnya penasaran.


“iya,kan Gara mau tinggal disini,semalem kan mama udah bilang sama kamu.” Jawab Sabrina.


“Apa?!” terkejut gadis itu,bagai tersambar petir disiang bolong,tak ada angin apalagi hujan,demi apapun apa ia salah dengar?


“Besok ada tamu yang mau nginep disini,kalian baik-baik ya sama dia,pokoknya mama gak mau denger kalo tiba-tiba itu tamu minggat.”


Ucapan sang mama terngiang-ngiang ditelinganya,beruang-ulang sampai otaknya serasa akan pecah,Kedua tangannya kini sudah berada dikepalanya.


”Ma?mama seriua?!dia,tinggal disini?” Syeila menujuk Gara memastikan,ia sungguh tak menyangka jika orang yang dimaksud adalah Gara,permainan apa lagi ini?


“Iya,satu bulan Gara tinggal disini.” Mama mengangguk mantap,membuat Syeila semakin terkejut.


“Satu bulan?!”

__ADS_1


“Ma! liat dia muncul depan pintu aja aku udah gak tahan,apalagi liat dia selama satu bulan!” tuturnya dengan nada tinggi.


“lebay kamu,siapa yang suruh kamu liatin Gara?Gara ganteng ya?” Goda Sabrina,malah tersenyum jahil.


Syeila masih tak habis pikir,ia menggigit bibirnya menahan kesal,kali ini ia benar-benar kesal,kepalanya akan melutus sebentar lagi,melontarkan kata-kata kasar apapun yang bisa mewakili perasaan kacaunya,jika bisa membuat Gara pergi dari rumah ini,oh tuhan...apa yang kau rencakan,kenapa diantara miliaran manusia dibumi ini,harus makhluk mengesalkan seperti Gara yang dikirim kerumahnya,batin gadis itu.


“Gak!pokoknya aku gak mauuu...!!”


Dengan langkah seribu dan amarah yang menggebu-gebu,Syeila meninggalkan ruang tamu menaiki anak tangga menuju kamarnya,cukup,ini hari minggu.


Gara memandang Sabrina,”Sudah biarin aja,anak tante emang gitu.” Ujar Sabrina mengerti maksud tatapan Gara mengenai Syeila


🍁🍁🍁


Gara menaiki anak tangga menuju lantai dua,tepatnya menuju kamar yang akan menjadi miliknya untuk satu bulan kedepan,namun sebelum ia memutar knop pintu kamarnya yang sebelumnya sudah ditunjukkan Sabrina,laki-laki itu membalikkan tubuhnya menghadap pintu kamar yang berhadapan langsung dengan kamarnya,ia menempelkan telinganya pada daun pintu itu ketika suara gedebam membuatnya sedikit terperanjat.apa terjadi sesuatu didalam sana?


Tangannya mengepal hendak mengetuk pintu,namun baru saja ia mengayunkan tangannya,pintu itu terbuka,menampilkan sosok Syeila yang mengernyit heran dengn jidatnya yang memerah entah kenapa.sesaat membuat Gara berusaha menahan tawanya.


Gara menurunkan lengannya,kemudian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,”Kamu gak apa-apa?” tanyanya.


Bukannya menjawab,gadis itu malah balik bertanya perihal Gara yang berdiri didepan pintunya dengan aneh,”Kamu sendiri ngapain depan pintu kamar aku?mau macem-macem ya?” tuduhnya.


“Enggak tuh..”


“Jangan ngelak!” sambar Syeila dengan tatapan mengintimadasi yang membuat Gara tersentak,ternyata Syeila benar-benar diluar dugaannya,tidak hanya keturunan Kris John sepertinya ia juga keturunan nenek lampir,begitu pikirnya.


gadis itu mendekatkan wajahnya menatap Gara sengit,membuat Gara mati-matian meneguk ludahnya,bukan karena takut,tapi karena sesuatu yang menggelitik diantara relung hatinya ketika mata indah itu menatapnya maski bukan tatapan tak bersahabat.


“Denger baik-baik ya,jangan cari gara-gara sama aku,atau kamu...” Syeila membuat garis diudara tepat didepan lehernya,bukannya merasa terancam,Gara malah terkekeh memperhatikan tingkah Syeila yang menurutnya lucu.


“Kamu ketawa?” geram Syeila.


“Jidat kamu merah,kaya...apa ya?” Laki-laki itu tampat berfikir sembari memiringkan kepalanya,seolah kata-kata Syeila barusan tak berpengaruh apapun baginya.


Seolah baru tersadar,gadis itu menyentuh jidatnya sendiri dan langsung mengaduh sakit,sebelumnya Syeila terjatuh dari atas ranjang dengan kepala yang menyentuh lantai duluan,terbayangkan bagaimana posisi Syeila jatuh?


“Berisik kamu!” sentak gadis itu berlalu menuruni tangga dengan tangan yang masih memegangi dahinya,sepertinya kedatangan laki-laki itu membawa pengaruh buruk baginya.


“Cuma satu bulan Syeila...satu bulan.” Gumamnya.


Gara masih berdiri ditempatnya,”Atau kamu...” laki-laki itu mengikuti gerakkan yang Syeila lakukan padanya tadi,kemudian setelahnya tertawa layaknya orang gila sembari mumukul-mukul tembok,yang tak sengaja pula,membuat jidatnya terpentok pintu kamarnya sendiri,sialan.


Bersambung...

__ADS_1


😄Gaje ya?banget!Pokoknya komen deh,kasih author pencerahan,dan semangat buat terus lanjutkan cerita aneh ini,yayaya readers ku tersayang😢jan lupa like juga


__ADS_2