Zona Virtual Humaira

Zona Virtual Humaira
Mengambang


__ADS_3

Semua Audience bertepuk tangan meriah, setelahnya Humaira turun dari pentas yang telah disediakan. Dan menghampiri ukhty Ify guna menginformasikan bahwa ia akan pamit dan izin pulang duluan. Ukhty Ify tentu mengizinkan, ia segera menuju parkiran dan membawa motor matic putih miliknya.


Keesokan harinya, ia mulai berkerja kembali tentunya dengan menggunakan cadar. Karena ia telah yakin untuk menggunakan pakaian Sunnah tersebut. Sangat disayangkan, ternyata pemilik toko tak mengizinkan ia untuk mengenakan cadar. Setelah bernegosiasi alhasil ia mengundurkan diri dari pekerjaan tersebut. Tidak mungkin cadar akan menghalanginya untuk mendapatkan rezeki. Allah telah menjamin semua makhluk ciptaannya, bahkan makhluk melata sekalipun.


Dengan yakin Humaira mulai mengemasi barang-barang miliknya. Setelah ia sampai dirumah ia mulai fokus pada jasa design grafis yang ia kuasai. Lumayan banyak orderan yang masuk, dimulai dari pembuatan logo sebuah brand, cafe, dll. Ataupun sebuah flyer dan Pamflet, bahkan ada spanduk, voucher, dan video iklan sekaligus. Allah selalu memudahkan hamba-Nya, selama kita yakin. Dan nyatanya Allah memang selalu sesuai dengan setiap prasangka hamba-Nya.


📨📨📨 (WhatsApp)


✉️ Ocha


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh Ka.."


" Kak, Neng bingung harus gimana, Neng baper banget sama cowok yang neng suka itu."


^^^✉️Humaira^^^


^^^"Wa'alaikumussalam warrahmatullahi wabarokatuh, kamu jangan bermain-main dalam menaruh hati. Allah maha membolak-balikkan hati. Memang Allah tidak melarang umat-Nya untuk saling jatuh cinta. Tetapi cinta sebelum pada waktunya juga tidak baik, itu dapat merusak hati, menimbulkan zina dan dosa."^^^


^^^"Kenapa kamu sampai baper?"^^^


...****************...


Ocha merupakan salah satu member di komunitas yang Humaira bangun. Dan Ia memiliki seorang kembaran yang bernama Icha. Keduanya telah dianggap selayaknya seperti adik sendiri oleh Humaira. Jadi wajar jika mereka kelihatan akrab dan sangat dekat. Berawal dari novel yang ditulis Humaira pada salah satu komunitas menulis, mereka saling mengenal.


Humaira sering menceritakan sosok Alif Fikri kepada Ocha, tentunya dengan nama samaran. Dan Sepertinya Humaira kenal siapa lelaki yang Ocha sukai, dari Voice Note yang dikirim Ocha barusan. Disana terdengar jelas suara Alif Fikri tengah mengucapkan ijab Kabul kepada Ocha, dan mengucapkan kata 'Semangat Calon Istri' sungguh tiada diduga. Humaira hanya bermaksud mengenalkan mereka, agar Ocha bisa belajar dengan Alif. Bukan untuk saling merayu.


Menyesal selalu datang belakangan, itulah yang Humaira rasakan saat ini. Ia pikir Alif Fikri tidak pandai merayu, dan memiliki kepribadian introvert. Sehingga lelaki dingin hanya mampu ditaklukkan oleh Humaira. Persepsi itu salah, Humaira ingin marah tapi kepada siapa ia akan marah?


Humaira mengetikan sesuatu di ponselnya, lalu ia menatap nanar orang yang berlalu lalang didepan rumahnya.


^^^✉️ Humaira^^^


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh."


" Mau tanya dong, Selama ini aa Deket ya sama Ocha, Selamat ya."


✉️ Alif


" Wa'alaikumussalam warrahmatullahi wabarokatuh."

__ADS_1


"Hmm.. Gimana ya Cara jelasinnya. Soalnya dia deketin aa, juga kamu yang suruh kan?"


^^^✉️Humaira^^^


^^^" Yaudah Gapapa juga sih!"^^^


...----------------...


✉️Ocha


"Kakak kenal juga sama orang yang aku suka?"


"Aku pengen nikah sama dia."


"Menurut kakak, dia mau ga?"


^^^✉️Humaira^^^


^^^" iya kenal kok, dia kan Partner nulis ku, juga mantan admin di grup, kamu pasti inget kan?"^^^


✉️Ocha


"Aduhhh, maaf ya kak, Ocha ga peka, Ocha juga ga tahu, jadinya kakak malah bantuin Ocha buat dapetin orang yang kakak suka😥."


^^^✉️Humaira^^^


"Tebakan kamu benar, tapi gpp! kalau kamu bahagia, dia bahagia, aku juga bahagia."


"Karena cinta yang tulus itu ialah ketika kita bahagia melihat orang yang kita cintai bahagia, meskipun dia bukan bahagia karena kita, ataupun bersama kita."


"Kamu suruh gih, aa Alif buat lamar kamu, coba aja dulu, lagian Zulaikha juga pernah mencoba bukan? meskipun dia bukan Yusuf! tapi kan kita boleh mencobanya."


...----------------...


Ocha pun melakukan tindakan yang disarankan oleh Humaira. Ia mencoba bernegosiasi dengan harapan. Semoga saja setelah ini ada kabar baik yang ia terima, ia telah mengirim beberapa pesan kepada Alif. Berharap Alif segera membalasnya. Namun pias, kenyataan tak selalu indah. Kembali menelan pil pahit, saat cintanya ditolak. Dan Alif pun mulai menjauhinya.


Jelas saja Hal itu diketahui oleh Humaira, bagaimana tidak! Alif Fikri sendiri yang meminta Humaira untuk mengetik balasan pesan Ocha. Dengan berat hati Humaira harus mengetikkan kata-kata penolakan yang menyakitkan.


^^^✉️ Humaira^^^

__ADS_1


^^^"Kenapa kamu menolak Ocha?"^^^


✉️ Alif


"Karena aku tidak ingin menikah bersamanya!"


"Maaf jika aku melakukan kesalahan, mengapa kamu lebih memilih untuk mendukung Ocha?"


^^^✉️Humaira^^^


"Sebenarnya aku telah lama menyukai aa, cuma aku Pendem. Ga berani dan merasa ga pantas."


"Aa suka ga sama aku?"


✉️ Alif


"iya kalau jodoh ga bakalan kemana kok, kalau kata íbu warteg garam dilautan, sayur di kebun, bakalan ketemu juga di wajan."


"Sebenarnya Aa juga suka, sama-sama memantaskan diri aja ya."


^^^✉️Humaira^^^


^^^"Apakah Aa punya niat buat kesini?"^^^


✉️Alif


"Belum tahu!"


...****************...


Ocha semakin down dengan kejadian yang menimpanya, Icha pun berusaha mengabari Humaira. Bahwasannya Ocha sudah seharian mengunci diri didalam kamar. Ia tak keluar, bahkan makan pun dirasa enggan. Patah hati memang tidak mengenakan. Namun, sebuah kejujuran meski pahit. Lebih baik dinyatakan diawal saja.


Sementara Humaira dan Alif semakin dekat, banyak canda dan tawa mereka lalui bersama. Sebetulnya Humaira begitu mengenal sosok Alif, bertahun-tahun mereka saling mengenal. Dia adalah seorang anak terakhir dari 3 bersaudara. Kedua Abangnya telah lama menikah, ia tinggal bersama Umi dan juga Bapaknya. Ia begitu menyayangi sang Umi, begitu tulus sehingga rela meninggalkan apapun. Terkesan seperti kisah Uwais al-Qarni memang.


Terlebih banyak orang hasad yang selalu mengusik kehidupan mereka. Sampai Uminya sering kerasukan. Untung Alif adalah seorang pemuda Sholeh. Ia selalu menemani umi dan Me-Ruqyah kapan saja, jika di butuhkan.


Malam itu adalah malam kali pertama mereka bertelepon kembali. Setelah lama tidak melakukannya, obrolan disisipi oleh rasa canggung. Saking gugupnya Alif sampai memecahkan sebuah gelas. Ia memang terkesan kaku dan pemalu. Tetapi disaat bersamaan ia justru malah mendekati Ocha tanpa sepengetahuan Humaira.


Beberapa bulan kemudian, Humaira diterima bekerja disebuah pondok pesantren modern yang terkenal dan mahal. Ia terpilih sebagai seorang kepala koki disana. Dan selama tinggal disana ia akan tinggal di asrama, tentu bisa belajar lebih mendalam tentang ilmu agama dan juga ilmu Al-Qur'an.

__ADS_1


Selama berkerja semua tampak normal, sampai suatu ketika ada beberapa proposal CV yang masuk. Humaira menolak, ia tak mau melakukan ta'aruf dengan lelaki manapun, selain masih dihantui trauma, ia juga masih tengah mengharapakan seorang Alif Fikri untuk melamar.


__ADS_2