Zona Virtual Humaira

Zona Virtual Humaira
Bukan Dilan


__ADS_3

Ghaza menatap Humaira yang tengah memberi makanan ikan dipinggir kolam taman kota. Ia tersenyum saat melihat gadis bercadar itu tampak sangat girang. Tak kehabisan ide, beralasan untuk mempertahankan binar bahagia dimata Humaira. Ghaza segera menghampiri penjual ice Cream keliling. Ia tahu jika gadis itu menyukai makanan beku nan lembut satu ini.


" Mau satu ya Uda, yang strawberry trus sama yang cokelat deh." Ghaza mengeluarkan dua lembar uang berwarna kecokelatan.


Penjual ice Cream itu mengangguk, lalu memberikan 2 buah ice Cream kepadanya. Setelah mengambilnya Ghaza berlalu untuk segera menghampiri Humaira.


"Kak, aku ada sesuatu lho." Ghaza mengulurkan tangannya, menyodorkan satu bungkus ice Cream Untuk Humaira. Sesuai dugaan mata gadis itu kembali berbinar.


Menarik ujung plastik ice Cream Humaira segera membuka kemasan dan memakannya.


"Duduk dulu atuh," Kekeh Ghaza seraya berjalan, mengajak Humaira untuk duduk disalah satu bangku taman.


"Kamu kenapa mendadak nyamperin aku kesini?"


Ghaza menggaruk kepalanya sebentar, ia menatap kearah jalanan. Pikirannya mulai bercabang, mulai ragu untuk mengutarakan isi pikiran yang sangat menganggu belakangan ini.


"Jawabannya harus jujur kak?" Ghaza menatap Humaira sebentar, sementara gadis itu hanya mengangkat bahu.


"Ya udahlah, kakak ga usah tahu aja ya, aku takut jadi ga sopan sama kakak." Ghaza berupaya untuk berdiri lalu berjalan pelan meninggalkan Humaira yang berteriak sesekali menyerukan namanya.


...***...


Seorang kurir tampak berhenti tepat di depan rumah Humaira, setelah meninggalkan beberapa paket. Ia pamit pergi untuk mengantarkan paket lainnya. Humaira sudah menduga beberapa paket ini pasti dari seorang Alif Fikri.



Saat dibuka ia menemukan secarik kertas yang membuat dirinya kesulitan untuk bernafas. Alif Fikri berucap "Jangan salah paham, semua sikapku kepadamu. Bahkan termasuk ketika aku marah, kesal, jengkel, menyebalkan, kau harus tahu bahwa itu semua bersumber dari aku yang mencintaimu" pada secarik kertas yang digores oleh tinta berwarna biru.


Lalu pada amplop berikutnya ditemukan lagi selembar kertas HVS Ukuran F4, yang mungkin terbilang besar. Karena isi suratnya hanya sedikit, disana juga tertulis beberapa kata rayuan ala Dilan untuk seorang Milea.



Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh..

__ADS_1


Kepada


Humaira


Yang semakin hari semakin tua ahahahah..


Selamat anda mendapatkan hadiah yang berbeda dari yang biasanya, karena untuk hari ini, anda sedang membaca surat ini didalam hati. Tapi biasa aja bacanya jangan nyolot juga, dapat hadiah tapi nyolot, senyum dong Humaira,,,


Senyum hey,,, bukan tersipu malu kayak gitu,,,


Nah gitu senyum,,, tapi ga usah lari-lari juga, nanti dikira (....)


Selamat menikmati


Semoga suka dan bahagia...


Jika suka silahkan isi tanda tangan dibawah ini, untuk bukti bahwa hadiah sudah diterima, oleh pemenang.


Kira-kira begitulah isi surat yang tertera, lalu dibawahnya terdapat kolom tanda tangan. Bernama Habibi yang telah ditandatangani. Dan kolom Humaira yang segera langsung ditandatangani oleh gadis itu.


Setelah membaca beberapa surat, Humaira menemukan beberapa obat dan beberapa boneka serta buku keagamaan. Setelah menyusun rapi kedalam lemari miliknya. Ia pun merenung, apa benar ia dan Alif akan dapat bersatu. Lantas apakah pantas ia untuk seorang Alif? atau bagaimana jika ia menanyakan secara langsung? pelik tak menemukan jawaban akhirnya ia memutuskan untuk berangkat ke supermarket. Karena hari ini ada orderan cake yang harus ia buat, dan antarkan kepada para pelanggan.


Setelah memasak beberapa bolu kukus, dan ditata rapi dalam sebuah kotak. Maka cake tersebut harus diantarkan tepat waktu. Memang hari ini Humaira tidak mengurus pekerjaannya di pondok pesantren dulu. Ia sengaja mengambil cuti beberapa hari untuk mengurus keperluan acara komunitas hijrah yang ia pegang.


...***...


Saat diperempatan jalan ia bertemu dengan seorang ibu-ibu tua yang mengesot sepanjang jalan, Humaira menghampiri dan membawa wanita renta itu untuk berteduh pada sebuah warteg di ujung jalan. Setelah mengisi perut, Humaira mengajaknya mengobrol, beliau bilang ia sengaja ditinggalkan oleh anaknya sendiri untuk mengemis. Biasanya sebelum magrib anaknya akan datang untuk menjemput. Tetapi kali ini, waktu isya telah terlewati tapi tak kunjung anaknya datang untuk menjemput.


Humaira sengaja menunggu bersama dengan nenek tersebut tepat pada sebuah warung kopi kecil-kecilan di simpang menuju pasar pagi. Humaira memberikan jaket kepada nenek tersebut ketika tampak nenek itu menggigil kedinginan.


" Nek, anak nenek kemana ya?" Humaira menatap nenek Rukayha dengan pandangan mata berair.


Teringat akan orang tuanya dirumah, bagaimana nasib ibunya jika tua nanti. Ataupun bagaimana nasibnya ketika menjadi orangtua nanti.

__ADS_1


Tak lama seorang pemuda dengan motor Supra fit datang dan berhenti tepat didepan warung. "Ibu kenapa tidak menungguiku ditempat biasa? aku sudah capek berkeliling mencari!" Hardiknya saat turun dari motor.


"Ma–maf nak,"lirih nenek Rukayha menahan tangis.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh! Tolong hargai orang tua kamu, saya tidak ingin ikut campur, tetapi sebagai sesama umat muslim. Saya berhak mengingatkan, Syurga ada ditelapak kaki ibu! pada Qur'an surat Al isra ayat 23, yang mana artinya Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. " Humaira menatap pemuda itu dengan tatapan dingin.


Pemuda itu melotot tajam, tak terima jika ia dinasehati oleh seorang perempuan yang tak dikenal. Memang Humaira menasehatinya menjauh dari kerumunan, tetapi itu tetap melukai ego didalam dirinya.


"Ga usah sok tahu kamu!" ketus pemuda itu menahan amarah.


"Maaf Uda, perbuatan yang Uda lakukan saat ini sangat tidak disukai oleh Allah, bertaubatlah sebelum terlambat, maaf jika kata-kata saya menyakiti perasaan Uda, ini saya ada sedikit rezeki mohon diterima dan dijadikan modal usaha, dan hidupi ibunya dengan layak. Tak sepantasnya Uda memperlakukan ibu kandung Uda seperti ini, mari saya pamit dulu, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh" Humaira menyelipkan Amplop yang lumayan tebal kedalam telapak tangan nenek Rukayha. Membuat wanita tua itu menangis tersedu-sedu. Tak menyangka jika masih ada yang berbakti kepada orang tua renta sepertinya. Meski bukan anak kandungnya sendiri.


Pemuda itu menatap kepergian Humaira dengan perasaan bersalah, selama ini ia menganggap semua orang hanya berani mengomentari dan tidak pernah ada keberanian untuk menolongnya. Tetapi kali ini, gadis itu menolongnya. Saat amplop tersebut dibuka, ditemukan uang senilai Dua juta rupiah. Dengan berurai air mata ia melaksanakan sujud syukur, dan berjanji akan bertaubat. Dan membuka usaha demi menghidupi keluarganya.


Nenek Rukayha merasa bahagia dengan kehadiran Humaira yang hanya sesaat tetapi mampu memberikan manfaat.


...***...


Alif menatap ponsel miliknya, sedari tadi ia berharap sebuah pesan dari seorang Humaira. Namun nihil, gadis itu sama sekali tak menghubungi.


"Eh kemarin aku di DM akhwat cantik," Celoteh orang berbadan gempal disebelah kiri Alif. Saat menoleh Alif menatap Erlan yang tengah mengemil basreng.


"Orang mana?"merasa tertarik Alif menanggapi ocehan sahabatnya.


"Padang,"lirih Erlan menatap senja yang tersaji pada sudut taman rumah sakit.


"Siapa namanya?" Intonasi suara Alif semakin meninggi.


"Ga tahu, tapi aneh ih! masa dia kirimin photo aku yang lagi nyender digawang! kan ga mungkin dia punya photo aku! itu pas kita rihlah di puncak bareng rekan rumah sakit Minggu lalu lho!" Cerita Erlan disisipi dengan kebingungan.


"Kamu serius? kamu di DM? nama akun dia siapa?"


Erlan tampak mengangguk samar, lalu memperlihatkan akun seseorang yang telah memblokir akun Instagram miliknya. Ia sengaja membuat akun baru dengan nama lain demi bisa mengetahui siapa gadis dibalik akun bernama Hijrah Cinta Offial tersebut.

__ADS_1


"Sial!!" Umpat Alif tanpa sengaja


__ADS_2