
Keesokannya, di kediaman Raichand.
Lee min hoo menceritakan segalanya kepada ayahnya. tiba tiba, ibunya datang ke kamarnya. " Min hoo, cobalah memeriksa pakaianmu, aku punya banyak hal yang harus dilakukan. " Dia meletakkan baju pertunangan dan berlalu pergi.
" Min hoo, tidak ada yang tahu tentang rencanamu dan mereka sangat bahagia. " ucap ayahnya.
" saya akan menangani semuanya, ayah. " Lee min hoo pun pergi.
Lee min hoo mengirim pesan ke Kim ji won. sekarang, ji won tengah bersiap siap untuk berangkat.
" Pak siapa wanita ini ? " polisi yang melihat foto.
" foto itu adalah para wanita yang berada di pesta malam itu. " jawab hyunbin.
" pak, darimana anda mendapatkan phptos ini? " hyunbin tersenyum.
"Saya mendapatkan semua foto dari telepon gadis itu yang sedang berdansa dengan saya hari itu. Lagi pula, kita hanya mengetahui nama sampai sekarang. sekarang, kita harus memiliki wajah untuk nama mereka. " tersenyum percaya diri. hyunbin mengambil foto saat Lee min hoo Raichand berdansa dengan Kim ji won.
Ji won tengah mengemasi barang- barangnya.
" wajah ini adalah Kim ji won. " ujar hyunbin
" Tidak ada yang mengundang gadis itu ke pesta tapi dia ada di sana dan dia menari dengan Lee min hoo. dia mencoba bersembunyi dariku. "
" Di atas segalanya gadis yang bahkan tidak diundang oleh lee min hoo ke pesta adalah gadis yang akan dinikahinya juga dalam 2 hari ? dia terlihat seperti operator yang sangat cepat. awasi gadis ini. " menatap foto tersebut.
" Kim ji won..." lanjutnya.
Kim ji won pergi membawa kopernya, keluarganya tidak mengetahui bahwa ia pergi. Lee min hoo sedang menunggunya di dekat mobil. " dimana dia ? " ucapnya di depan mobil.
Kim ji won datang ke hotel Green. " Permisi, bolehkah saya meminta nomor kamar, Tuan Park Fero aldrick ? " ucapnya kepada resepsionis.
" Tuan fero ? biar saya check. ah.. Nona, dia telah pergi. itu dia.. " menunjuk ke arah Fero yang sedang menuju ke pintu lift.
Kim ji won berbalik dan tersenyum sinis.
tak lama kemudian, Kim ji won datang ke lee min hoo. " mengapa kamu terlihat khawatir? " tanya Min hoo. " aku harus mengambil langkah besar itu sebabnya. "
__ADS_1
" mari kita pergi, kita tidak punya waktu lagi. " mereka menaiki mobil dan pergi.
Ibu Lee min hoo menyambut bibi dan tamu-tamu lain di acara pertunangan. " Selamat datang, ini adalah suamiku. Lee bo min Raichand. " ujar ibu lee min hoo.
" dimana Kim ji won ? " tanya ibu min hoo.
" aku kira dia telah tiba disini, karena saat kita di rumah. ji won sudah tidak ada. " jawabnya.
" ahhhh.. mungkin dia lagi bersama Lee min hoo. kalau begitu, ayo mari silahkan masuk.. " ujar ibu min hoo.
Di dalam mobil.
" aku membawa hadiah kecil untukmu. " Dia memberikan bola kristal dengan pangeran dan putri di dalamnya. " aku tidak bisa menerimanya. " ji won memaksa.
" kamu harus. " Dia menyimpannya di mobilnya.
" ini akan membuatku sulit melupakanmu. aku akan sangat merindukanmu. "
" simpanlah untuk saat ini. " jawab ji won. " aku akan membuangnya jika kamu tidak menginginkannya. "
" tidak, aku akan menyimpannya. " ji won tersenyum. " aku minta maaf dan terima kasih kepadamu. "
.
.
.
.
Lee min hoo menghentikan mobil dan mengatakan, " Fero akan menunggumu disana dan berbahagilah. "
" cepat pergi! atau aku akan membawamu kembali bersamaku. " ji won tertawa. dia mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal. kim ji won akan keluar dari mobil.
sebelum itu, ji won memeluk lee min hoo. " Thank you.. " dia pun pergi. ji won berjalan di jembatan menunggu fero.
Lee min hoo datang ke arah Ji won. " Min hoo, kau masih disini ? " tanya ji won.
" Tentu, aku ingin melihat kalian berdua. aku ingin tahu seperti apa pria beruntung itu bisa memilikimu. "
__ADS_1
" di mana dia ? Aku juga ingin bertemu dengannya. " lanjutnya.
" aku belum tahu mengapa dia belum datang. Saya yakin dia pasti masih dalam perjalanan. " ujar ji won.
" Kalau begitu, aku tidak akan pergi kecuali dia ada di sini. " Mereka menunggu di jembatan gantung. " mengapa tidak kamu menghubunginya ? " ji won menghubunginya, tetapi ponselnya mati.
" dia bilang pergi dari hotel jam 4:30 lalu kemana dia pergi? " ji won celingak celinguk.
.
.
.
Sudah 3 Jam Lee min hoo dan kim ji won menunggu disana. Min ho sedang melihat ke arah jam tangannya dan sesekali melihat ke atas. Lee min hoo mendekat. " ini sudah telat, mengapa kamu tidak menelepon hotelnya ? " tanya lee min hoo.
Ji won menelepon.
" Halo! hotel mega beace. apakah Fero aldrick ada disana ? "
" dia seorang laki laki, apa dia masih ada di hotel, sekarang ? " ji won terkejut. dia mematikan ponselnya. " pukul 4. 30 dia sudah meninggalkan tempat hotel itu. " ujarnya kepada lee min hoo.
" tetapi, jarak antara sini dan hotel itu.. " ucap ji won. " sekitar 20 menit " sambung lee min hoo. ji won terkejut dan sedih.
" bisakah dia mengubah keputusannya? " tanya min hoo. " tidak!! saya tidak berpikir dia bisa pergi. Dia tidak akan mengkhianati saya. " ujar ji won yakin.
Kim ji won berlutut, dia sedang menangis. kemudian, ada mayat yang mengalir di sungai. " kamu yakin dia akan datang ? " tanya min hoo.
" Tidak!! " Ji won sangat kezal. dia memegang batu dan melemparnya jauh. Lee min hoo mencoba menenangkannya. " Ji won, hari sudah semakin gelap. saya berpikir bahwa dia tidak akan datang. " ujar lee min hoo. ji won sangat sedih dan menangis.
" Ji won, saya tidak akan meninggalkanmu
sendirian disini. ayo pergi. " Min hoo menggandeng tangan ji won pergi. sampai di dekat mobil, ji won melepaskan tangannya dari lee min hoo.
" bagaimana kamu bisa mengatakan dia tidak akan datang. Tidak ada yang terjadi padanya. " ujar ji won.
" acara pertunangan pasti sedang berlangsung. kamu tahu dia tidak akan datang. " ujar ji won marah.
" aku hanya mencoba membantumu dan dia punya alasan untuk tidak datang. aku lakukan untuk kebahagianmu. " ujar min hoo. ji won beranjak pergi. " ji won... "
__ADS_1
" jangan ikuti aku, Min hoo. " kim ji won pergi.