" Saya Akan Mati Dalam Cinta Ini "

" Saya Akan Mati Dalam Cinta Ini "
Eps. 13


__ADS_3

Inspektur hyunbin dan tim lainnya datang ke hotel.



" apa kamu yakin pria ini tinggal disini ? " memberikan foto Fero kepada resepsionis.


" ya. pak " ujar resepsionis. " berikan saya daftar panggilan terakhir dari kamarnya. " ujar hyunbin. resepsionis mengecek komputernya.


" pak, dia hanya menggunakan satu panggilan dari ruang ini. "


" berikan kepadaku. itu sudah cukup. " resepsionis mencopy nomor itu ke ponsel hyunbin.


Ji won merasa terpuruk, dia melirik handphone yang di banting tadi. dia mengambilnya dan menghidupkannya lagi.


Drtttttttt.......drtttttttt...


" *halo ? "


"........"


" bagaimana dia melakukan itu ? "


" ..... "


" setelah apa yang dia lakukan, dia mati untuk saya. dia sudah mati bagiku. "


" jika kamu mencoba menghubungi saya lagi, mungkin aku*.... " menutup teleponnya.


Hyunbin menghubungi Nomor ponsel yang diberikan resepsionis saat di hotel tadi.


berdering.....


Kim ji won mematikan teleponnya dan memecah simnya. dia menangis


" nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, silahkan hubungi kembali untuk beberapa saat lagi. "


Hyunbin terkejut, " ponselnya mati " .


" padahal tadi berdering, ini berarti dia adalah penjahat pemberani. dia tidak mematikan telepon bahkan setelah pembunuhan. " ujar hyunbin. disisi lain, Ji won tengah menangis dan menangis.


Kim ji won terbangun dari tidurnya dia teringat kenangan Fero bersamanya.


" Min hoo adalah pria yang baik.. dia bisa membuatmu bahagia.. " ucapnya dalam ingatannya.

__ADS_1


Ji won mengambil kartu baru dari dalam laci. lalu, dia memasang di ponselnya.


mengetik sesuatu...


" *Halo! ini aku. "


" aku ingin bertemu dengamu besok pagi, ini sangat penting*. " menutup teleponnya.


dia teringat kembali ucapan Fero kepadanya.


" kamu bisa percaya saya, aku tidak akan menghianatimu. " Ji won mengambil Vas dan melemparnya ke lantai, akibatnya Vas itu pecah.


Suaranya sangat keras, sehingga bibi dan pamannya mendengarnya. mereka mengetuk pintu ji won. " Ji won!! ji won!!! apa kau baik baik saja ? kami tadi mendengar sesuatu yang pecah. "


" Ji won!! " teriak bibinya dari luar. ji won melangkah ke arah pintu dan membukanya.


" hikssss...hiksssss...hikssss... " dia memeluk pamannya. " Ji won, apa yang terjadi. kenapa kamu menangis ? " ujar pamanya.


" apakah kamu sedang berpikir kezal tentang acara pernikahanmu besok ? " ujar bibinya.


" kamu akan menikah besok, dan akan tinggal bersama suamimu nanti. kenapa kau malah seperti ini. "


" Ji won, apa semua baik baik saja ? apa yang terjadi. " tanya pamannya.


" saya tidak bisa tinggal diam lebih lama lagi. " paman dan bibinya terkejut.


Skip


Hyunbin memanggil kedua timnya untuk mencarikan kantor telekom pemilik nomor tersebut. " saya ingin nama dan alamat. pemilik nomor ini. kalian mengerti ? "


" baik, pak. " mereka berdua pergi.


" saya ingin sekali segera bertemu denganmu.. Nona pembunuh! " ujar hyunbin di dekat mobilnya.


Skip


" Apa yang kamu katakan, ji won besok kamu akan menikah! sekarang, dia mengatakan tentang kehidupan cintanya. " Ujar bibinya dengan nada sedikit marah.


" ji won, aku tidak akan menghentikanmu, jika kau mencintai orang lain. aku akan mendukungnya! tetapi saya tidak bisa mendengar orang yang kamu katakan barusan. "


" Apa kamu tahu pria itu ? lelaki itu adalah orang yang telah menghancurkan Ayah kita!! " lanjut pamannya kezal.


" hiks...hiksss.. Temannya meneleponku. dia bilang... "

__ADS_1


" Apa! ji won ?? bilang apa ? "


" Dia bilang bahwa dia akan menikah dengan orang lain. hiksss...hiksss... Dia menghianatiku!! dia meninggalkanku!!! dia penipu!! " Ji won menangis dengan histeris.



bibinya senang mendengar itu, " itu bagus, kau tidak perlu mengingatnya lagi, dia bukan pria yang baik. sebaiknya kau menjalankan hidup baru dengan Lee min hoo. " ujar bibinya.


" kau tidak perlu menceritakan hal ini kepadanya. " ji won menangis. " Min hoo, sudah tahu semuanya. " bibinya tercengang.


" dia berencana untuk menyatukanku dengan fero. dia membantuku pergi dari sini. hikss.. "


" jangan menangis lagi, besok adalah hari pernikahanmu. sebaiknya kau bersiap. " ujar pamannya.


" Tidak.. paman, aku tidak mencintai Min hoo. aku tidak bisa menikah dengannya. " ujarnya sambil menyeka air matanya.


" apa..apa yang kau bicarakan, sekarang! " ucap bibinya memegang lengan ji won.


" sudah biar aku saja. " Pamannya mengajaknya duduk. " Ji won, dengarkan aku. Min hoo adalah pria yang baik. dia bisa membuatmu bahagia. tidakkah kau melihat bahwa ia sangat mencintaimu.. "


" paman aku.. " ji won menatap pamannya seduh. " Ji won.. dia akan membuatmu bahagia. sekarang, jangan menangis lagi. besok adalah hari istimewa untukmu. " pamannya menyeka air mata ji won. ji won menatap ke arah lain..


Keesokannya, Di kantor polisi. dua orang yang di perintah untuk mencarikan nomor misterius itu akhirnya terungkap. hyunbin membuka amplop tersebut dan dia langsung kezal.


" pemilik nomor ini adalah tunangan Lee min hoo raichand, Kim ji won...!! Wow! " . ujarnya sambil membanting tangan ke meja.


Kim ji won sedang berjalan jalan untuk menemui seseorang, dia merasa seperti ada orang yang mengikutinya. saat dia menoleh kebelakang tidak ada siapapun. dia bergegas pergi, " dia mana Nona tadi ? aku kehilangan jejaknya. " ujar polisi tersebut.


sampai di simpang jalan dekat kolam air mancur, seseorang mendekat dan memegang pundaknya. seketika membuat ji won terkejut. " ada apa ? kenapa kau ketakutan. " ujar pria itu.


" aku merasa ada yang mengikutiku tadi. "


" mengikutimu ? siapa. "


" aku tidak tahu, tetapi... (menyangkal) lupakan, mungkin aku sedang berimajinasi. "


" mengapa kamu melakukan ini ? " tanya ji won.


" aku tahu, aku tahu kamu akan berpikir seperti itu. jika kita tidak menikah nanti, mengapa saya tidak menghentikan acara kemarin. aku tidak tahu, apa pun. saya akan mendapatkan kesempatan ini lagi. " ujarnya menatap ji won serius.


" tetapi saya ingin menceritakan ke kamu bagaimana perasaan saya. saya berharap kamu dan aku bisa bersama selamanya. " lanjutnya.


" min hoo.. " ujar ji won merasa tidak enak hati. min hoo memegang tanganya. " ji won, aku tahu ini akan sulit bagimu. tetapi setiap lelaki tidak seperti fero. " ji won melepas tangannya, dia melangkah mundur.

__ADS_1


" aku minta maaf, min hoo. kamu memang pria yang baik. aku datang kemari hanya ingin memberitahumu bahwa aku akan pergi dari busan. " Ji won melepas cincin tunangan pada jarinya. dia memberikannya kepada lee min hoo.


__ADS_2