
" ji won... " panggil min hoo.
" dari mana saja.. " tanya ji won.
" ke kamar, ada yang ketinggalan tadi. Apa makanmu sudah selesai ? " ji won mengangguk..
" apa kau ingin jalan jalan ? " ji won berseraya iya.
" sambil memikirkan masalah yang di buat rachel.. aku akan melihat keadaan luar. " batin min hoo.
" ayo.. " mereka berdua pun pergi dari tempat tersebut.
.
.
.
.
.
" Pak.. ada laporan.. " ucap asisten tersebut.
" ada apa ? " tanya hyunbin.
" terjadi pembunuhan di luar kota.. sepertinya pembunuh berantai itu berulah lagi.. "
" dimana lokasinya ? "
" pulau jeju pak.. " ucapnya.
" bagaimana dengan raichand ? "
" saya mendapat informasi, jika pasangan suami istri itu juga berbulan madu kesana.. "
" apa ini ulahnya lagi .. kali ini kita tidak akan melepaskannya.. kita pergi kesana. " ucap hyunbin bergegas..
" baik.pak... "
.
.
.
.
.
Drtttttttt...drttttttt..
" kau dimana ? " tanya min hoo di telpon.
" aku sedang di kamar, ada apa ? "
__ADS_1
" baiklah.. aku akan menghubungimu lagi.. " menutup telepon.
.
.
.
.
" sedang menelepon siapa ? " lee min hoo menoleh kebelakang. " sekretarisku.. urusan kerjaan. " ucap min hoo.
" emmm... baiklah.. "
" apa kau ingin sesuatu.. katakan kepadaku. " ujar min hoo. Ji won menggelengkan kepala
" tidak.. " lee min hoo mengerti.
Tak lama kemudian, ponsel lee min hoo berdering. Min hoo langsung mengangkatnya setelah melihat orang yang meneleponnya.
" pak! Gawat! Inspektur hyunbin sepertinya bergegas ke tempat anda sekarang.. "
" sial... apa kau sudah memeriksanya ? " tanya min hoo
" sudah pak.. tidak ada sidik jari atau tanda pengenal gadis tersebut. Semua aman.. "
" baiklah..selidiki hyunbin dan laporkan kepadaku secepatnya.. "
" baik pak... " menutup telpon.
.
.
.
" tidak perlu cemas.. semua sudah kuurus.. " ucap min hoo.
" tidak.. kita kembali saja ke hotel.. sepertinya urusanmu belum selesai.. " ujar ji won.
" baiklah.. jika istriku bilang begitu.. " mereka berdua pun beranjak pergi.
.
.
.
.
.
Skip
Keesokannya, polisi sedang menyelidiki kasus tersebut. Datanglah hyunbin dan rekannya untuk bertugas disana menyelediki kejadian tidak mengenakan disana.
" Pak! " memberi hormat.
" apa yang terjadi ? " tanya hyunbin mengenai rincian pembunuhan tersebut.
" di temukannya gadis ini oleh seorang pemulung, gadis ini tidak bernyawa dan wajahnya penuh darah.. kejadian ini sama speerti korban pembunuh berantai. "
__ADS_1
" emmm.. selalu memakai solasi itu keunikannya dan tajaman ini pisau.. bekas pisau.. benar . Ini sama.. dia cukup cerdik menghilangkan semua identitasnya.. menarik.. " batin hyunbin..
" laporkan kepadaku hasil autopsinya lebih lanjut dan cari tahu siapa gadis ini dan pekerjaannya.. "
" Baik.pak.. " hyunbin pergi..
.
.
.
.
.
" pagi.... " ji won menyiapkan hidangan sarapan hari ini.
" bangunlah dan sarapan.. aku menyiapkan roti bakar + selai coklat dan juga susu.. " ucap ji won.
" terima kasih istriku.. " elus puncak rambut jinwon lembut.
" apa kau sudah sarapan ? " tanya min ho
" sudah.. aku akan kebawah.. " min hoo mencegah ji won pergi.
" bisakah kamu mengambilkan selembar kertas di dekat meja.. " ucap min hoo menujuk ke arah kertas tersebut.
Ji won berjalan ke arahnya.. dan mengambilnya tanpa ada rasa curiga sedikitpun.. dia memegang wadahnya..
Min hoo tersenyum, " aku tidak ingat.. jika ada wadah kaca ini disini kemarin.. " ucap ji won.
" ah.. itu.. aku yang menyuruh pegawai tersebut. Aku butuh wadah untuk batang rokokku, bukan .. " ucap min hoo menjelaskan
" iya benar.. ini " memberikan selembar kertas..
" aku akan kebawah.. pastikan kau sudah menghabiskan sarapanmu.. " ucap ji won.
" siap istriku.. " ji won pun pergi dari sana. Lee min hoo bergegas mengambil wadah tersebut dan disembunyikannya perlahan ke dalam sebuah kantong..
" langkah selanjutnya... " menyeringai..
.
.
.
.
.
Ji won sedang berjalan jalan, dan tidak diduga bertemu dengan hyunbin disana..
" Nyonya Lee ji won raichand.. " ucap hyunbin
__ADS_1