
Malam itu, Kim ji won datang ke restoran yang sama dengan temannya Ella. Ella mengambil menu yang ada di meja.
" em.. biar aku saja yang akan memilih. " Ucap Ji won mengambil menunya.
Setelah melihat lihat, Ji won memesan makanan. tak lama kemudian, Pesanannya datang. mereka berdua bertengkar untuk gigitan pertama. Karena tidak ada yang mengalah akhirnya makanan itu terlempar ke sebelahnya dan jatuh pada seseorang.
Kim ji won terkejut. tanpa ia sadari orang disebelahnya itu adalah Lee min hoo Raichand. " Pak, aku sangat menyesal. tolong maafkan aku. " Ucap Ji won berdiri sambil meminta maaf.
Ji won tidak mengetahui bahwa Lee min hoo sama sekali tidak mengubris perkataannya. dia terus saja menatap wajah Kim ji won yang manis sambil meminta maaf.
" Pak!! " ucap Sopir Lee min hoo.
Lee min hoo tersadar. " aku menyesal aku tidak melakukannya dengan sengaja. Saya bisa membersihkannya. " Ji won mendekat dan mengambil Kain di meja, tetapi malah ketimpa tangga lagi. dia tidak sengaja menjatuhkan jusnya juga. wajahnya benar benar terkejut.
" Oh tuhan! maafkan aku. aku tidak sengaja. maafkan aku. " kata Ji won membersihkan noda di baju Lee min hoo.
" pembunuhan ganda dalam sekejap. apakah kamu seorang pembunuh berantai? ". ujar Lee min hoo. ji won kebingungan dan linglung.
" aku hanya bercanda. " Ucapnya sambil tersenyum
" aku menghukum orang. " Ji won terkejut.
" Hukumanmu adalah bahwa aku akan menunggu titik sungai jam 5 sore. "
" kau ingin mengajakku berkencan? " tanya Ji won.
" mengapa tidak. besok adalah kencan yang baik untuk kencan. maukah kau datang ? " ujar Lee min hoo dengan senyum yang manis. tetapi ji won terdiam dan berlalu pergi sambil mengajak Ella.
Lee min hoo menatapnya sampai keluar restoran.
" Sir, gadis itu tidak mengatakan apa apa. apa dia menolaknya ? " ucap Sopir yang berada disebelahnya.
" Dia akan pergi nanti. " tersenyum.
Setelah berjalan jauh dari restoran, Ella menghentikan langkah Ji won.
" kenapa kamu menolaknya? Dia adalah Lee min hoo Raichand. " ujar Ella.
" dia adalah direktur terkenal di korea. dia sangat kaya dan tampan. " lanjutnya
" aku lebih suka orang sederhana. " ujar Ji won
di dalam mobil
__ADS_1
" dia adalah gadis yang sangat sederhana itulah mengapa aku menyukainya. " ujar Lee min hoo kepada sopirnya.
" dia mengatakan apa yang dia rasakan. dia tidak hanya akan mengatakan ya untuk kencan tapi juga pernikahan. " lanjutnya.
" menikah? kamu tidak tahu orang kaya ini. Saya tidak tertarik pada pria ini. " ujar kim ji won.
" kenapa tidak ? dia sangat tampan dan masih lajang. " ucap Ella menganggumi sosok pria itu.
" karena saya memiliki agenda berbeda dalam hidup saya. " ucapnya dengan tatapan dingin.
Pada malam hari, dalam pakaian gelap Ji won meletakkan cincin di atas pisau dan mengatakan kekasih lain telah meninggal.
di lain tempat..
" hatiku.." ujar Lee min hoo.
" akan setia padaku. " ucap ji won.
" kamu tidak pernah tahu apa yang kamu cintai. " lanjutnya sambil tersenyum sinis.
Keesokannya, Teman ji won. Ella mencoba membuatnya siap. " tolong pergi kencan! setidaknya hari ini saja. "
" tidak. aku tidak mau. jangan mengangguku. " ujarnya
Inspektur hyunbin datang ke hotel. Mereka bertanya pada karyawan. " tidak satupun dari mereka adalah pembunuhnya. " ujar petugas polisi tersebut. inspektur pergi untuk menelpon seseorang.
Kemudian, Seorang pelayan Park memberi tahu temannya bahwa dia waktu malam itu melihat seorang gadis aneh menuju kamar itu.
Temannya mengatakan "kenapa tidak memberitahu inspektur ? tolong beri tahu mereka. "
" tidak, aku takut semua ini. Saya tidak akan mengatakannya. Pembunuhnya bisa dari mana saja, jika aku bilang aku takut akan dibunuhnya. " ujarnya sambil ketakutan.
Inspektur hyunbin mengingat sesuatu tentang si korban. kemudian, " ada tanda bekas di jarinya. Seseorang mengambil cincinnya. "
" Ji won, ayolah. " ujar ella.
" aku tidak akan pergi ke sana. Saya harus pergi ke tempat lain. " Ji won melihat jam di tangannya.
" sudah terlambat aku harus pergi ke sana. " ujarnya dan beranjak pergi.
Lee min hoo datang ke tempat kencan itu. Sebuah Mobil datang dengan sopir ke rumah Kim ji won. Suara bel berbunyi dan Ji won segera melangkah ke arah pintu tetapi di hentikan oleh bibinya dan membukanya. " Lee min hoo Raichand telah mengirim ini. " ujar Sopir itu.
" Siapa ? Apakah orang kaya itu? " ucap bibinya tampak senang. Sopir itu mengangguk.
__ADS_1
" Tuan kami menyuruh untuk menjemput Nona ji won pergi. "
" Ji won pasti akan datang. " ujar bibinya dan mendorongnya untuk pergi.
" Bibi... tapi aku " Bibinya memaksanya pergi. " Sudah diam !! aku adalah bibimu jadi turuti saja. cepat pergi sana.. "
Akhirnya, Ji won duduk di dalam mobil dan Sopir melajukan mobilnya.
Skip
Pelayan park datang ke Inspektur hyunbin. " apa yang kamu sembunyikan. Kenapa kamu takut? " pelayan itu tidak mengatakan apa-apa.
" kau bisa memberitahuku dengan mudah. katakanlah.. " ujar Hyunbin. " tidak ada, pak. "
" kalau begitu pikirkanlah dan datang kepadaku. " lanjutnya dan berlalu pergi.
Kemudian, Dia mengingat wanita itu. karena ketakutan Dia lari menjauh dan Polisi mengejarnya.
Park sedang berlari. Temannya mengatakan " mengapa kamu berlari, beri tahu mereka apa yang kamu lihat. "
Kim ji won keluar dari mobil dan memanggil seseorang. " aku minta maaf aku agak terlambat. "
" Jangan khawatir saya akan menanganinya. "
Dia bertabrakan dengan pelayan park itu. Ji won menatapnya dingin, Pelayan itu seketika ketakutan dan lari menjauh.
Lee min hoo sedang menunggu ji won di sungai. Pelayan park itu datang dan bersembunyi di sebuah toko kecil. Kemudian, terdengar suara langkah kaki masuk ke dalam toko tersebut.
Seorang wanita datang ke sana dan mencekiknya hingga pingsan. Dia mengikatnya di sana dengan selotip. Para polisi terus mencari keberadaan pelayan tersebut. Kemudian, Dia terbangun.
" tolong biarkan aku pergi. " sambil gemetar.
gadis itu tersenyum, Dia mengambil pisaunya di dalam tas.
" Suttttttttssss... Diamlah! ini tidak akan sakit. "
" tolong lepaskan aku..aku berjanji tidak akan memberitahu siapapun. kumohon lepaskan aku. "
memutar jarinya, " Kau telah melihat semuanya, kenapa aku harus kasihan kepadamu. aku tidak mempercayai siapapun. "
" Aku benci seorang penghianat!! "
__ADS_1
Kemudian Ji won menikamnya. bercak darah dimana mana. dan Dia berlalu pergi..