
Kim ji won bersiap-siap dengan pakaian gelap dan riasan gelapnya. dia mengambil pisau dan memutarnya. meletakkannya ke dalam tas. dia pun pergi dan tersenyum sinis.
Sopir lee min hoo sedang mencari keberadaan tuannya. " Nona, tuan, apakah anda melihat tuan lee min hoo ? sejak tadi pagi saya tidak melihatnya. handphonenya juga mati. " tanya sopir itu.
" Kim, apa yang kau bicarakan. mungkin saja Kakak sedang bersama Kim ji won. " ujar Mira yang tengah duduk di ruang tamu bersama Steven. " Baiklah, tetapi ngomong ngomong bagaimana anda mengenalnya. Dia terlihat agak kasar. " ucap Sopir itu.
" apa yang kau ucapkan! Kak Ji won, dia sangat baik. Kak Min hoo tahu apa yang dia pilih. " ujar Mira. " itu benar. ayo pergi aku lapar. " ujar steven mengajak Mira pergi.
di tempat lain
Inspektur hyunbin dan 2 orang polisi bersamanya bertemu dengan wanita tua itu lagi. wanita itu terlihat ketakutan. " kalian pergilah. aku sudah tutup. "
" Bu, apa yang kau bicarakan. ini salah, kami adalah seorang pelanggan. " ujar hyunbin.
" Tidak...tidak..aku sudah mengatakannya untuk menolak pernikahan itu. tidak boleh menikah..tidak boleh...ini akan menghancurkan keduanya. tidak ada yang mendengar saya. " ujar Wanita itu dan berlalu pergi.
" pak, apa yang dia katakan. Dia menyuruh anda untuk menikah. " ujar polisi itu. " Diam! ini aneh, siapa yang dia bicarakan. siapa yang akan menikah. " ujar hyunbin berpikir.
" Pak, katanya Lee min hoo Raichand akan menikah. " Hyunbin berjalan pergi. " Pak! pak!! "
" Cepat, kalian mencari daftar tamu gadis yang diundang. Cepat ! pergi ! kita akan menemukannya disana." Polisi itu segera pergi. hyunbin tersenyum.
Kim ji won melirik seseorang. dia mengikuti pria tersebut. Orang itu sedang berjalan. Kim ji won berjalan di belakangnya. tidak sengaja, Ponselnya terjatuh. dia mengambilnya dan kehilangan jejak orang tersebut.
Drtttttt...drttttttt.....
Lee min hoo mendapat telepon dari Seseorang.
" Kau dimana ? " tanya orang itu menakutkan.
" apa yang terjadi ? " tanya lee min hoo khawatir.
" kamu bilang akan menangani semuanya. "
" Saya tahu itu, tetapi aku tidak punya pilihan. Saya punya rencana lain, Kita masih bisa melakukan sesuatu. Temui aku di alamat yang kukirimkan padamu. " menutup telepon dan berlalu pergi.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
Kim ji won bertemu Lee min hoo, " mengapa kamu berbohong bahwa kamu akan membatalkan pernikahan ini ? " tanya Ji won dengan kezal.
" saya tahu benar sekarang, kamu marah dengan saya. " Lee min hoo mendekati ji won. " Marah ? " menatap tajam.
" aku sangat marah sehingga aku bahkan bisa membunuh seseorang. kamu berbohong dan memperbaiki tanggal pernikahan. " Ujar Ji won marah.
" katakan kepadaku, mengapa kamu tidak membatalkan pernikahan ini ? "
" saya akan menceritakan kamu semuanya. tolong duduklah. " ujar min hoo mempersilahkan ji won duduk.
" saya tidak ingin duduk, aku hanya ingin jawabannya. "
" beberapa orang terlihat manis ketika mereka marah. " ujar min hoo tersenyum. " Min ho, aku..." terlihat kezal.
" tenang, ji won. saya akan meajwab semua pertanyaanmu. "
" Aku tidak bisa membohongi keluargamu dan keluargaku. ini sangat sulit untuk saya. Lee min hoo Raichand bertemu seorang gadis, dan dia jatuh cinta kepadanya dan ingin menikahinya. Tetapi, tiba tiba dia menolak gadis itu. " ucap Lee min hoo panjang lebar.
" dia meninggalkannya, semua orang pasti akan berbicara mengenai itu. bukan aku melainkan tentang kamu. " ji won terkejut.
" Mereka akan menyelidiki masa lalu kamu dan apa yang kamu coba sembunyikan " ujar min hoo.
" apa yang kamu maksudkan, dengan sembunyi ? " ji won gelisah.
__ADS_1
Lee min hoo menunjukkan fotonya dengan Fero. " apa ini. Bagaimana kamu mendapatkannya? " tanya ji won.
" itu tidak penting, tetapi Saya ingin tahu apakah saudara kamu tahu tentang dia. "
" Oh.. begitu kau ingin memerasku? " tanya ji won
" tidak sama sekali. Aku hanya ingin tahu jika kamu mencintainya. setelah kamu menolak cinta saya. aku hanya ingin kamu berkata jujur. apa kau mencintai pria ini ? " tanya min hoo
" ya ! aku benar-benar mencintainya melebihi hidupku sendiri. " Lee min hoo tercengang dan merasa sedikit sedih.
" Setelah orang tuaku meninggal, dia yang telah merawat saya. dia tidak hanya cintaku, tetapi Dia adalah hidupku. Saya tidak bisa hidup tanpanya. Saya tidak bisa menentang keluarga saya. Kali ini aku akan menikahinya, apa pun yang terjadi. " ujarnya membuat Lee min hoo merasa sedih.
Lee min hoo memberinya amplop dan berkata, " pergilah ke Seoul dengan Fero. Tidak ada yang akan mengganggu kamu di sana. Aku akan mengorbankan cintaku untukmu. " ji won terharu dengan itu.
Lee min hoo memberinya tiket dan uang.
" semua yang terbaik, ji won. " ji won membuka amplop itu. " Min hoo, ini ? "
" ini bukan lelucon. Percaya itu. " ji won mengucapkan terima kasih banyak. tetapi, ji won gelisah.
" apa yang terjadi? kamu khawatir tentang paman dan bibimu ? kamu tidak punya waktu. kamu hanya memiliki opsi ini. Ambil Fero dan pergi dari sini. "
" aku tidak bisa menyakiti keluargaku. Saudaraku bermimpi bahwa aku akan menetap di sini bersamamu. "
" Ji won, ini tentang hidup dan kebahagiaanmu. "
" bagaimana denganmu? " tanya ji won. " aku akan berbicara dengan keluargaku. Seharusnya tidak ada yang tahu. " ujarnya.
" cepatlah pergi dan persiapkan semuanya untuk pergi. jam 4 sore saya akan bertemu kamu di jalan resort Green Village. dari sana, saya akan mengantarmu ke Fero. " ujar lee min hoo.
Di rumah
Paman dan bibinya sangat senang, Kim ji won pergi ke kamarnya. dia menelepon fero dan memberitahunya segalanya. " tetapi saya khawatir tentang saudara laki-lakiku. " ujar ji won.
" Ji won, ini bukan saatnya memikirkan mereka. Ayo kita pergi ke Seoul dan menikah disana. dan memulai hidup baru. "
" FERO! apa yang kau bicarakan ? " bentak ji won di telepon. " aku datang kesini dengan mereka. aku tidak bisa egois dengan mereka. aku akan bicara denganmu lagi besok sampai jumpa. "
" sampai bertemu besok. " menutup telepon.
__ADS_1