
Mereka berdua datang ke Kediaman Raichand. Ayah min hoo melihat mereka berdua. " Min hoo dan ji won telah tiba. " Semua orang melihat ke arah mereka.
" dimana tadi kamu. aku sangat mengkhawatirkanmu. kau pergi tidak memberitahu atau menelponku. dimana kau tadi ? " Ji won melirik Lee min hoo.
" dia bersamaku. Kami sedang berkencan. " ujar Lee min hoo.
" itu sangat bagus. " ujar ibu min hoo.
" tapi, kami sangat khawatir. " ucap bibinya. " bibi, maafkan aku. aku yang menyuruh ji won untuk tidak memberitahu kalian. "
" kami ingin berbicara satu sama lain tentang sesuatu yang penting sebelum pertunangan. maafkan aku. " lanjutnya.
" Ahhh.. Min hoo! jika kalian memberitahuku. itu akan menjadi lebih baik. baiklah, kalau begitu kita akan melanjutkan acaranya. " ji won terkejut.
" Min hoo, bawalah Ji won ke kamar untuk bersiap. " Min hoo melirik ji won. lee min hoo mengajak ji won pergi ke kamarnya.
ibu min hoo berkata kepada Raichand, "apakah dia menyembunyikan sesuatu? "
.
.
.
.
.
Ji won dan lee min hoo berjalan ke arah kamar. ji won terus saja memandang foto Fero di ponselnya. " cek lagi, cobalah meneleponnya lagi. " ujar min hoo. ji won mencoba menelepon, tiba tiba bibinya datang kesana.
" kalian masih disini. kalian berdua selalu bersama sepanjang hari. kamu akan berbicara dengannya sepanjang hari, Min hoo. " ujar bibinya. " Ji won, ayo cepat! aku akan membantumu. ayo. " ujar bibinya mengajak ji won pergi.
di kamar.
" ayo kesini. " tarik bibinya. " Bibi, tunggu aku ingin berbicara sesuatu yang penting. " ujar ji won.
" saya tidak bisa berbicara denganmu saat ini. kita akan bicara setelah acara selesai. ayo duduk disini. " Bibinya mendandani ji won.
.
.
.
.
" pak, kasus ini tidak ada hubungannya dengan pembunuh berantai. Bukti menunjukkan bahwa dia mati karena tenggelam. " ujar dokter itu yang mengotopsi mayat Fero.
" itu benar, pertanyaannya adalah apakah dia tenggelam sendiri atau ditenggelamkan secara paksa. jika semua sudah siap beritahu aku. " ujar hyunbin.
" siap pak.. " ucap dokter itu.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Skip
" jika dia dari sini. Dia akan memakai sepatu yang berguna untuk berjalan di sekitar daerah pegunungan. dia tidak akan memakai sepatu dengan sol yang lembut. cari tahu siapa dia, namanya, dari mana asalnya dan di mana dia tinggal ? " ujar hyunbin memegang sepatu milik korban.
" baik pak! " polisi pergi.
.
.
.
.
Skip
Di acara pertunangan
" suatu saat drama ini akan terus berlanjut dan Anda adalah pemeran utamanya. " ujar min hoo ke ji won. ji won bingung dengan ucapan min hoo barusan.
" Mari kita mulai Acara pertunangannya. " Ujar Ibu min hoo kepada semua tamu disana. ji won merasa resah.
.
.
.
.
.
Skip
inspektur hyunbin sedang memeriksa tubuh Fero. dia melihat sebuah bekas cincin ditangan mayat tersebut.
" tanda yang sama, ada bekas cincin di jarinya tapi cincin itu hilang. ini adalah hobimu. "
__ADS_1
" tidak ada memar di tubuh atau wajahnya. tetapi jejak cincin ini menegaskan bahwa pembunuh berantai ada di balik ini karena tanda ini cocok dengan pembunuhan sebelumnya. tapi cincin ini ... "
.
.
.
.
Skip
" Min hoo, ini cincinya. " ucap ibu min hoo memberikan cincin. Mereka berdua sedang memulai bertukaran cincin.
Ji won menatap Lee min hoo sedih, Lee min hoo memakaikan cincin di tangan ji won begitu juga sebaliknya. semua orang bertepuk tangan.
Prokkkkkkk....prokkkkkk
Semua keluarga memberikan selamat kepada mereka berdua. 2 pihak keluarga saling berpelukan. " Selamat, Kim ji won. aku sungguh senang " ujar Ella temannya.
ji won merasa sangat khawatir akan hal ini.
dia tidak gembira seperti yang lainnya. dia cukup berat, melihat paman dan bibinya berbahagia. Lee min hoo meliriknya.
" Min hoo, aku ingin berbicara denganmu. " bibinya datang kesana. " berbicara dengannya, Kalian besok akan menikah. ayo bersenanglah. " Kemudian, musik mengiringi ruangan tersebut.
kemudian, dipersilahkan kepada para tamu untuk menikmati acara tersebut dan mencicipi hidangan yang dipersiapkan.
Kim ji won menangis, Lee min hoo menyeka air matanya. " masih ada 24 jam, ji won. kau bisa menemukan solusinya. " ujar min hoo.
" Hey!! kalian berdua harus menari kumohon. " ujar Ella menarik min hoo dan ji won untuk menari.
Lee min hoo dan kim ji won berdansa bersama dengan lagu yang mengiringi mereka. Min hoo memegang pinggang ji won dan ji won memegang pundak lee min hoo. mereka berdua saling bertatapan, tetapi bukannya tersenyum malah bersedih.
.
.
.
.
.
.
Selesai, Kim ji won sedang duduk di atas ranjang dan menatap cincin pertunangannya dengan lee min hoo. ji won mencoba menghubungi Fero sekali lagi.
" nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, silahkan tinggalkan pesan. "
ji won merasa sedih, dia membanting ponselnya ke lantai. " Fero..." dia menangis.
__ADS_1