" Saya Akan Mati Dalam Cinta Ini "

" Saya Akan Mati Dalam Cinta Ini "
Eps. 14


__ADS_3

" bagaimana jika dia meninggalkan busan ? Saya harus menangkapnya. " ujar hyunbin.


.


.


.


.


.


.


" aku tidak ingin menyimpan ini sebagai kenangan bersamaku. aku ingin mengembalikannya kepadamu. " min hoo menggelengkan kepala.


" tidak, simpanlah ini sebagai hadiah. " ujar lee min hoo mengembalikan cincin itu ke ji won. " okeh.. "


" aku akan pergi, sekarang.. " beranjak pergi.


" dimana kamu akan mencarinya ? " teriak Lee min hoo. ji won berhenti. " saya tidak akan mencarinya, dia tidak menelepon saya atau cerita ke saya. kalau dia akan menikah dengan orang lain. " ujar ji won.


" Apa ? "


" temannya menelpon saya, bahwa dia akan menikah. " ji won bersedih. lee min hoo mendekatinya. " apa kau meninggalkan busan untuk penghianat seperti dia ? " tanya min hoo.


" dimana kamu akan pergi ? " lanjutnya.


" aku tidak tahu, aku tidak memiliki tujuan untuk pergi. " lee min hoo menatapnya sedih, " janganlah pergi! ji won, mulailah hidup yang baru. aku akan membahagiakanmu. " ujar min hoo serius.


" jika kau mencoba melakukan itu, kamu akan menyesal nanti. "


" jika penyesalan begitu indah maka aku lebih memilih mati. " ujar min hoo.


" aku akan menunggumu di altar pernikahan. bahkan jika kamu tidak datang. " ji won terkejut mendengarnya. kemudian, lee min hoo pergi.


.


.


.


.


.


" Nona, Kim ji won ! " teriak seseorang. ji won berbalik dan terkejut melihatnya.


" aku ingin berbicara denganmu, mari kita berbincang di kantor polisi. ayo. " ujar Hyunbin.


" kau bisa membicarakannya disini. " ucap ji won. hyunbin menatapnya. " bawa dia. " polisi wanita menangkap ji won ke dalam mobil.


.


.


.


.


.


ji won dimasukkan ke dalam sebuah ruangan tertutup. " apa yang saya lakukan ? mengapa saya dimasukkan kesini. " ucapnya ketakutan.


" aku tidak melakukan apapun, mengapa aku ditahan disini. "


dia berdiri dan mengetuk pintu. " Halo!! ada orang di luar!! siapapun, biarkan saya keluar. " terus mengetuk pintu.


" ponselku! " ji won mencari ponselnya di dalam tas miliknya. dia terus mencari.


" Gadis malang, dia terlihat sedang mencari ponselnya. sangat menyedihkan. saya memiliki ponselnya. " ujar hyunbin tersenyum memegang ponsel ji won.


" pak, tidakkah kau menanyai gadis itu ? "


" biarkan dulu, kita tunggu sampai sore. jika dia merasa tertekan dia pasti akan berbicara jujur. dan kita akan bertanya berapa banyak orang yang dibunuhnya dan mengapa ? " ujar hyunbin.



Lee min hoo tengah bersiap untuk pernikahannya.


.

__ADS_1


.


.


.


.


kim ji won ketakutan dia hanya bisa berharap kalau lee min hoo datang kesana. sedangkan di tempat lain, Lee min hoo sudah menunggunya di altar pernikahan dengan para tamu disana dan keluarganya.


" aku yakin kau akan datang, ji won. kau pasti akan datang.. " batin lee min hoo di atas altar pernikahan.



di sisi lain


Kim ji won duduk dengan melipat tangannya sambil ketakutan. " aku berharap kau kesini, min hoo. aku ketakutan. aku tidak bisa menghubungimu. mereka megambil ponselku. " gumamnya yang meneteskan air mata.


.


.


.


.


di altar lee min hoo menunggunya.


Sebelum lee min hoo berada di altar


" Min hoo, semoga kau diberi kebahagiaan. dan memulai hidup yang baru. ibu sungguh sangat senang. " peluk ibu min hoo.



Sopir pribadi min hoo berkata kepada Ayah min hoo, " bagaimana jika dia tidak datang. "


" panggilan ke rumah mereka dan tanyakan pada mereka dimana ji won. " ujar ayah min hoo.


" Baik pak, saya akan lakukan.."


Drttttt....drttttttttttt..


" aku tidak tahu lagi harus bagaimana, keluarga Raichand sudah menelepon kita. aku harus mematikannya. " ujar pamannya bingung.


" dimana kim ji won ?? dia tidak memberitahu saya. " lanjutnya


" saya tidak tahu apa yang sedang dia lakukan. apa yang dia inginkan " ujar bibinya


" kita harus menunggunya atau kita pergi ke rumah raichand dan memberitahu kebenarannya. " ujar bibi ji won kebingungan.


.


.


.


.


.


.


.


Skip


" pak, mereka menutup teleponnya. " ujar sopir itu ke ayah min hoo.


.


.


.


" Suamiku, kita tidak bisa menunggu ini. kita harus melakukan sesuatu. " bisik ibu min hoo ke suaminya. " tunggu.. " Ayah min hoo pun berbicara dengan lee min hoo mengenai hal ini.


" Min hoo, kita tidak punya waktu lagi. kita harus membatalkannya. " bisik ayahnya ke telinga min hoo.


" tidak ayah. kita tunggu sebentar lagi. orang menunggu sampai nafas terakhir. " ujar lee min hoo.


" aku yakin dia akan datang, ayah. " ucapnya yakin. ayah min hoo menepuk pundak min hoo. " Okay.. " beranjak pergi.

__ADS_1


.


.


.


.


Di kantor polisi


Kim ji won menangis di ruang tahanan.


" mengapa ini terjadi kepadaku ibu.. ayah. " ucapnya memandang foto kedua orang tuanya.


" Polisi tidak pernah memberi kalian keadilan dan mereka sekarang tidak dibenarkan bagi saya juga. Mengapa mereka mengunci saya di sini ketika saya tidak melakukan apa-apa. " Seseorang membuka pintu.


.


.


.


.


Paman dan bibinya datang ke sana. " kalian terlambat di mana Kim ji won ? " tanya ibu min hoo.


" dimana dia ? " lanjutnya.


.


.


.


hyunbin datang dan membuka pintu ruang tahanan itu, " di mana kim ji won ? "


" Pak!! gawat !! Dia telah melarikan diri. "


" Apa!! Jika dia keluar dari busan, kita tidak bisa menghentikannya. Cepat cari dia!!! " bentak hyunbin. para polisi pergi mencarinya.


" Dia bahkan mungkin membunuh Lee min hoo. aku harus memperingatkan Lee min hoo. " beranjak pergi.


bibi ji won meminta maaf kepada keluarga Raichand karena kelalainnya. " aku minta maaf. Ji won telah mempermalukan kita semua. Dia telah pergi ke suatu tempat. " ujar bibinya meminta maaf.


" apa yang kamu katakan? Dia melarikan diri ? " Tanya ibu min hoo terkejut. lee min hoo turun dari altar dan menghampiri ibu dan bibi ji won.


" bagaimana kamu bisa mengatakan itu ibu? Dia mungkin membutuhkan beberapa waktu untuk bersiap. Dia pasti akan datang. " ujar lee min hoo.


.


.


.


.


.


.


.


Tiba tiba seseorang berkata, " lihatlah, kim ji won disini! "


semua orang menoleh ke arahnya.



Kim ji won berdiri di pintu, dan berpakaian seperti pengantin. semua orang senang melihatnya.



Kim ji won berjalan ke arah Lee min hoo, " kamu berkata, bahwa ketika saya bersiap sebagai pengantin, hati setiap orang harus berdetak kencang. " ujar kim ji won.


" jadi, saya siap untuk mu. " ujarnya sambil tersenyum. Lee min hoo ikut tersenyum


Dia menyodorkan tangannya ke ji won dan ji won meraihnya. mereka berjalan ke altar pernikahan.


ji won melirik lee min hoo, " Terima kasih, min hoo. " Mereka berdua tersenyum


__ADS_1


__ADS_2