
Bersandar di dada lee min ho, dan menggoyang - goyangkan gelas wine miliknya.
" mengapa kau menikahinya ? apa kau mencintainya ? " lee min hoo tertegun mendengar kalimat tersebut.
Dia pun duduk dengan tegak dan meluruskan padangannya ke rachel. " apa aku ini lelucon bagimu ? " tanya lee min hoo serius.
Menatap dengan lembut, " tidak... aku hanya penasaran, kau sangat tergila gila padanya padahal dia tidak mencintaimu.." ucap rachel.
Lee min hoo mengecup keningnya dan memegang pipinya lembut,
" ini semua kulakukan demi dirimu, walau harus menghadapi rintangan apapun aku pasti akan melewatinya karena cintamu " tegas lee min hoo dan mencium punggung tangan rachel.
Mengelus elus pipi rachel
" aku hanya mencintaimu, aku mencintai satu wanita di dunia ini dan itu adalah kamu, Istriku. Ingatlah itu! " lanjutnya.
Rachel menyenderkan kepalanya ke dada le min ho beseraya berkata
" apa kau tidak mencintainya ? " tanyanya halus
Lee min hoo mengangkat dagu rachel dan berkata " aku hanya mencintai wajahnya saja, " ucapanya sambil tersenyum.
Rachel pun tertawa kecil, wajah lee min hoo mendekat dan ******* bibirnya halus. " aku mencintaimu... " bisikan lembut di telinga rachel.
.
.
.
.
.
Di tempat lain
Kim ji won yang masih mengenakan gaun pengantin sedang duduk dengan gelisah. Ibu Lee min hoo pun datang, dan membawa menantunya tersebut untuk ke kamar lee min hoo.
.
.
__ADS_1
.
.
.
Di kamar lee min hoo
Nafasnya tengah terengah engah, mereka saling bertatapan. Lee min hoo mengusap ujung bibir rachel.
" kau sangat bersemangat ? " tanya rachel menggoda. Lee min hoo tersenyum kecil dan membelai rambut rachel.
" apa kau tidak menginginkannya ? " rachel tersenyum.
Kemudian..
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu,
" Lee min hoo apa kau didalam ? Nak..." panggil ibunya sambil mengetuk pintu.
.
.
.
.
Di dalam
Lee min hoo dan rachel berdiri. " dia telah datang " ucap rachel menyilangkan kedua tangannya.
Lee min hoo merapikan pakaiannya dan membereskan semua. " sayang, kau harus pergi sekarang. " ucap lee min hoo pelan dan memegang pundak Rachel.
.
.
__ADS_1
.
Tok...tok
" Lee min hoo ? " panggil ibunya.
Lee min hoo menengok ke arah suara tersebut. " Iyaa ibu..sebentar, " lee min hoo mengambil tutup kepala rachel.
" pergilah.. aku akan datang nanti, " ucap lee min hoo, mendorong pelan rachel untuk pergi.
Rachel menarik tangan lee min hoo dan merangkul leher min hoo. " oke sayang.. nikmatilah malam pertamamu, jangan mengecawakanku. " tersenyum licik
" aku akan menunggumu.. jangan sampai terlambat, ingat!.. " mengalihkan pandangannya ke arah lain.
" dan tepati janji yang telah kau buat, karna aku benci penghianatan, " rachel tersenyum dan mengecup pipi lee min hoo.
" baiklah, cepat pergi.. " dan berlalu pergi dari pintu belakang. Lee min hoo bersiap dan berjalan ke arah pintu.
dibukanya pintu tersebut,
Dengan senyum lebar Lee min hoo menyapa sang istri. " kenapa lama sekali ? Lihat ! Ji won sudah menunggu sejak tadi. " kim ji won diam mendengar kalimat itu.
" Ibu.. kenapa harus buru buru ( Lee min hoo mendekati Ji won), aku sedang mendekorasi kamar pernikahan kita, bukankah begitu ? " senyum palsu Lee min hoo ke ji won. Membuatnya malu
" ah.. iya ... iya.. kalau begitu ibu akan pergi nikmati malam pertama kalian. " ibu lee min hoo pergi. Lee min hoo membawa kim ji won masuk.
Di kamar
Kim ji won duduk sambil gemeteran dan merasa gelisah. Sedangkan, Lee min hoo menuangkan sebuah wine ke gelas untuk diberikan kepada ji won. Berjalan ke arahnya..
" kenapa kau begitu gugup ? " duduk di samping Kim ji won. Ji won menoleh ke arah lee min hoo. " aku.. aku.." ucapnya berbata bata.
Lee min hoo tersenyum
Memberikan wine itu ke kim ji won, " minumlah.. agar kau merasa baikan " ucap lee min hoo dengan lembut. Kim ji won menolaknya, " aku tidak meminum itu. " ucapnya halus
Lee min hoo meletakkan gelas itu di meja, " tidak perlu takut, sekarang aku adalah suamimu. Jadi, jika ada masalah apapun kita akan menghadapinya bersama. Bukankah begitu ? " ucap lee min hoo.
" di dunia saat ini jarang ada orang baik, (menghadap ke ji won) aku menikahimu karena aku mencintaimu dan ingin melindungimu dari bahaya. Bisakah kau percaya padaku ? " ujar Lee min hoo.
Kim ji won menatap kedua mata lee min hoo, " aku... tapi aku.. tidak.. " menutup mulut ji won sebelum ia melanjutkan kalimatnya.
" Cinta bukan berasal dari penglihatan, tetapi cinta itu tumbuh ketika kau sering bertemu dan berbicara dengannya. Maka cinta dengan sendirinya akan muncul dan kau akan merasakan betapa hebatnya itu cinta. " ucapnya serius.
__ADS_1
" Jadi, aku akan menunggunya sampai kau merasa bahwa akulah orang yang kau butuhkan selama ini " lanjutnya. Kim ji won terdiam.
" baiklah, sudah malam.. sebaiknya kau berganti pakaian dan beristirahat. " kim ji won mengangguk, " aku akan pergi sebentar.. " Lee min hoo pun pergi meninggalkan kamar pengantin.