
Kim ji won pulang setelah pergi ke suatu tempat. tiba tiba bibinya membawanya ke belakang rumah. " pakailah baju ini dan bersiap-siaplah. "
" Bibi, ada apa ? " Ji won kebingungan. " sudahlah, cepat pakai dan keluar. " bibinya pun pergi.
akhirnya, kim ji won turun. " kamu terlihat sangat cantik. "
bibinya membawa kim ji won menuju ruang tamu.
Ibu Lee min hoo datang ke rumah Kim ji won dengan proposal. Kim ji won terkejut melihat mereka. " Ji won sayang, kamu apa kabar ? " Ibu lee min hoo memeluk ji won.
" anda ? kenapa datang kemari. " Ji won melirik bibinya. " bibi, apa yang terjadi sebenarnya ? " tanya Kim ji won.
" saya sudah berbicara dengan bibi dan paman mu. kamu hanya memberi tahu saya kapan kamu ingin menikah? " Ji won terkejut mendengarnya.
" Apa ? menikah ? " ekspresi terkejut ji won.
" Saya tahu kamu gugup. ini juga semua terjadi dengan tergesa-gesa. " Kim ji won terdiam. " Lalu, kapan harus memilih tanggal baiknya ? " Ibu min hoo memberi mereka set berlian sebagai tanda awal hubungan.
" itu sangat cantik. " Kim ji won berkata kepada pamannya bahwa ia ingin berbicara berdua saja. mereka pun menjauh dan berdiskusi.
" ini .. " ujar ji won berpikir.
" aku tahu tapi lamaran seperti ini tidak akan berumur panjang. " lanjutnya.
" Saya pikir dia akan membuat kamu sangat bahagia. dia sangat mencintaimu dan keluarganya juga baik. ji won, tidak ada kesempatan sebaik hari ini. " ucap pamannya menyakinkan.
" tapi .. aku.. "
" percayalah kepadaku... Ayo. " kembali ke ruang tamu.
" Bagaimana ji won, apakah kau setuju ? tanya ibu min hoo.
.
.
.
.
.
Di kantor polisi, Inspektur hyunbin sedang berdiskusi. " Siapakah yang akan menjadi target selanjutnya pembunuhan berantai. " kemudian dia berpikir dan berkata " apakah Lee min hoo Raichand ? " .
di kediaman RAICHAND.
" hidupku tergantung padamu, Kim ji won " ucap Lee min hoo memandang foto Ji
won di ponselnya.
__ADS_1
☆☆☆☆
•
•
•
•
•
•
di kediaman Kim ji won.
" Ji won, bagaimana ? kau setuju dengan lamaran ini, kan ? " tanya ibu min hoo ke ji won.
" aku tidak bisa menerima hubungan ini, aku harus menolaknya. " batinya dalam hati.
" bagaimana ? "
" tentu saja itu ya. kami setuju. " Ujar bibinya semangat. ibu min hoo senang.
" kalau begitu, kita akan berdiskusi tentang tempat pernikahannya dan kapan diadakannya. " ibunya tersenyum.
" ya. tentu saja masalah itu cukup mudah. " Ujar pamannya. membuat kim ji won pergi ke kamarnya. " ahh..mungkin dia sangat malu. ahhahaa " Ibunya min hoo mengangguk.
.
.
.
.
terlihat dua orang sedang duduk di ruang tamu. Lalu, Lee min hoo dan ayahnya datang kesana. " lihatlah siapa ini ? " sorak Lee min hoo kepada dua orang tersebut.
" Siapa yang akan mengatakan dari pakaian mereka bahwa mereka adalah saudara kandungku. " ujarnya lagi.
" Kakak...." Dua orang itu menghampiri Lee min hoo dan memeluknya. dua orang itu adalah Mira dan steven adik kandung lee min hoo. mereka baru tiba di Busan tadi, mereka datang dari luar negeri. pakaian mereka seperti orang barat.
" Kakak, terima kasih karena memanggil kami. Kami sekarang akan tinggal di sini seperti gaya kamu. "
" tentu saja.. " Ucap Lee min hoo tersenyum.
Mira dan steven bertemu semua orang. Lalu, datanglah ibu Lee min hoo ke rumah.
" Mom....." panggil lee min ho ke ibunya.
kemudian, Mira dan steven menghampiri ibunya dan memeluknya erat. " Kalian.."
__ADS_1
" Mom, Mira dan steven baru pulang dari luar negeri. jangan terkejut dengan gaya mereka. " ujar Lee min hoo
" hahahahahah, Tentu aku terkejut. bahwa kedua anakku telah pulang setelah sekian lama. kalian cepatlah berganti pakaian. " ujar Ibu lee min hoo. " Baik mom.. "
Lee min hoo menarik ibunya ke sofa. " Mom, katakan kepadaku apa yang terjadi disana ? " Ibunya tersenyum .
" Min hoo, keluarganya setuju dengan lamaran ini. " ucap ibunya tersenyum. lee min hoo juga senang mendengarnya. " benarkah ? Lalu bagaimana dengan kim ji won ? " Ibunya menunduk.
" dia pasti akan bilang iya. "
Kim ji won sedang berjalan jalan. Lee min hoo berdiri dan ia merasa sedih. " Min hoo, jangan khawatir. dia pasti akan mengatakan iya. percayalah kepadaku. dia akan menikahimu. " ujar ibunya mendekati lee min hoo.
" Oh... jadi itu alasan kenapa kita dipanggil kemari ." ucap steven. " emmmm.. siapakah gadis yang beruntung itu ? " ujar Mira menggoda Lee min hoo.
" sudahlah kalian bersiaplah.. " Ibu dan lainnya pun pergi. lee min hoo tersenyum.
.
.
.
.
Kim ji won duduk di pinggi jalan dekat pohon beringin. dia mengingat bibi dan pamannya mengatakan iya. dia bersedih..
" ini tidak bisa terjadi. Saya tidak bisa menikah dengannya. "
" aku sudah memberitahunya berkali-kali bahwa aku tidak tertarik kepadanya. Apa yang dia pikirkan tentang dirinya sendiri. " ujarnya sambil memandang foto mendiang kedua orangtuanya.
" papa jika kamu diposisi paman dan bibi. mungkin, kau tidak bisa memaksaku seperti ini. Aku merindukanmu mama papa. " kim ji won sedang menangis.
" kalian berdua di atas sana. papa, mama melihat segalanya dan kamu tahu mengapa saya tidak bisa menikahinya. Saya tidak tahu harus berbuat apa. "
Kemudian, Wanita tua di jalan " berkelahi..berkelahi. "
" Jika hati kamu tidak setuju, katakan tidak. hubungan yang salah adalah bunuh diri. Jangan lakukan ini. Jangan menikah dengannya. " lalu wanita tua itu pergi.
" Dia benar. aku harus menolak hubungan ini. " batinya dalam hati.
Inspektur hyunbin datang sendiri ke rumah Lee min ho. " bagaimana kabarmu ? " lee min hoo menyuruh pelayannya pergi.
" Kamu sangat suka datang tanpa diundang. ya. " ujarnya sambil tersenyum.
" untuk apa kau kemari ? " tanya lee min hoo sambil meminum wine. " kamu memiliki orang-orang seperti itu di pestamu. "
" saya selalu memiliki orang-orang istimewa di pesta saya. " jawabnya sambil mencicipi wine.
" aku punya perintah pengadilan hari ini. Saya ingin daftar tamu dari pesta itu. "
__ADS_1
" apa yang kau inginkan ? saya tidak melakukan apa-apa. " lee min hoo berdiri dari tempat duduknya. " memang, tetapi tidak ada yang akan mengganggu tamumu kecuali satu. " ujarnya. Lee min ho tersenyum sinis.