" Saya Akan Mati Dalam Cinta Ini "

" Saya Akan Mati Dalam Cinta Ini "
Eps. 5


__ADS_3

Pesta Lee min hoo Raichand


" apakah kamu yakin dia tertarik ? " tanya ibu ke Lee min hoo.


" Tentu, bu. semua orang percaya kalau dunia akan berputar. matahari akan terbit dari barat dan saya percaya kepada ji won. " ucap lee min hoo.


Ji won pergi dari kamar tersebut, " Sebelum seseorang mengenalku. sebaiknya aku harus bergegas pergi dari sini. " batinnya dalam hati.


Beberapa langkah dia keluar dari kamar, ji won terkejut setelah inspekrur hyunbin berdiri di hadapannya.


" saya tidak tahu tentang wajahnya, tetapi dilihat dari tinggi dan tingkah lakunya. dia seperti gadis ini. " batinya sambil melihat sebuah foto ditangannya.


mereka saling menatap dan terdiam. " Kena kau !! " ucap inspektur itu, membuat pistol dari tangannya.


" untuk berapa lama kamu akan mencoba melarikan diri dari saya ? " lanjutnya.


ia datang ke arahnya. Ji won merasa gelisah dan ketakutan. Lalu, lee min hoo datang ke sana. dia menarik ji won dan berdiri di depannya.


"permisi, apakah saya tahu kamu? " tanya lee min hoo. " tidak, tidak.. " ucap inspektur sambil menggelengkan kepala dan melirik ke arah ji won.


" kita belum saling bertemu , Namaku Cha hyunbin. Senior inspektur cha hyunbin dari Seoul. "


" Oh.. " ucap Lee min hoo melirik ji won.


" Senang bertemu denganmu. " lanjutnya


" tetapi, Namamu tidak dalam undanganku. " ucap Lee min hoo.


" Benar, Namaku tidak ada disana. kita tidak perlu undangan. " Ujar inspektur itu.


" Pembunuh yang kita cari mungkin ada di sini. "


" kau tidak pernah tahu pembunuhnya ada di sini. " lanjutnya. melirik Kim ji won dibelakang lee min hoo.


" Mari kita melihat beberapa wajah, setelah itu saya akan pergi dari sini. " ucapnya sambil melirik Ji won. ji won tampak menyembunyikan wajahnya.


" kamu tidak bisa mengatakan itu. "


" ini adalah pesta privasi, tidak boleh ada penyelidikan disini. " ujar Lee min hoo tegas.


" Sebagai polisi, sudah menjadi tanggung jawab untuk memulai menemukan tersangkanya. " ujar hyunbin menatap lee min hoo dingin.


" (tersenyum) terkadang air dan api tidak pernah bisa bersatu. " melangkah ke depan.


" Oh.. sungguh ? saya pun juga melihatnya.. " ucapnya dan melirik Ji won. tetapi Ji won sudah lama pergi.


inspektur melihat sekeliling dan menatap Lee min hoo.


" kecantikan ini terkadang menakutkan. "


" Oh.. jika begitu, berhati hatilah. "

__ADS_1


"tentu, kamu juga. Selamat malam. " inspektur hyunbin pun pergi. Lee min hoo tersenyum.


Di depan halaman.


Lee min hoo yang naik mobil sambil memanggil Ji won. " aku akan mengantarmu pulang. " Ji won menoleh ke belakang. Dia melihat inspektur datang. dia pun terkejut.


" Okay, terima kasih. " Dia duduk di mobil dan Lee min hoo melajukan mobilnya.


Hyunbin mencari-cari di sekitar. " Pak, kami tidak bisa menemukan wanita itu. " kata timnya. " diam!! kalian pergilah dan beristirahat. " Timnya pun pergi.


.


.


.


.


.


.


" jika kamu tidak keberatan mengapa kamu lari dari polisi? " tanya Lee min hoo sambil fokus menyetir.


" Diam, akan membuatku menjadi hal-hal aneh. " lanjutnya.


" aku tidak peduli. Jika kamu pikir saya adalah pembunuh berantai, saya tidak akan peduli. " ujar ji won.


" aku kehilangan orang tuaku. Mereka dibunuh oleh orang kaya dan polisi memihak mereka. Mereka membuktikan kami salah dan menyelamatkannya. Inilah sebabnya saya menghindari polisi. Itu mengingatkan saya pada kematian orang tua saya. " ujarnya panjang lebar.


" aku minta maaf. " ucap min hoo bersalah.


" kita tidak akan pernah bisa menjadi satu. " aku akan pergi dari sini. " Lee min hoo menghentikan mobilnya.


" ini tidak aman. " Kim ji won keluar dari mobil min hoo. Dia pun pergi.


.


.


.


.


Skip


Inspektur sedang melihat cctv. Tiba tiba dia melihat seorang wanita datang ke rumah Teman pelayan park. Inspektur segera berlari ke arahnya.


.


.

__ADS_1


.


ternyata Kim ji won datang kesana. Ji won melihat kunci. " Dia kabur, dia lari dari kematian. " ujarnya pelan dengan tatapan hawa dingin. Kemudian, Hyunbin datang ke sana tetapi dia tidak ada orang di sana.


.


.


.


Pagi harinya, Lee min hoo sedang melakukan olahraga tinju dengan ayahnya. " tinju yang bagus, anaku. " mereka saling meninju. kemudian, datang Sopir lee min hoo dan tidak sengaja di tinju oleh ayah lee min hoo.


" hahahahha, Berdirilah. kau memang butuh banyak berlatih. " Melirik Min hoo.


" Ayah, sudahlah. dia adalah pelayanku. biar aku saja yang mengajarinya. " ujar Lee min hoo memeluk ayahnya.


" Baiklah, Ayah akan pergi. sampai jumpa anakku ! " Ayah min hoo pergi. " Hati hati, Ayah. " ujar Lee min hoo tertawa melihat sopir pribadinya kesakitan.


" mengapa anda begitu semangat hari ini ? " tanya sopirnya. " Ini adalah hari istimewa. " Tersenyum manis.


.


.


.


Saat menaiki mobil, Inspektur lewat dan dia melihat mantel yang dipakai wanita di hotel tersebut pada wanita tua itu. dia pun berhenti dan berlari ke arah wanita tua itu. " Mantelnya, Bu apakah mantel ini milik anda ? "


" Tidak, gadis itu yang memberikan. " ujar wanita tua itu


" saya kedinginan dan dia memberikan mantelnya kepada saya. " lanjutnya.


Inspektur menunjukkan sebuah Foto kepada wanita tua itu. " Apakah gadis itu, dia ? " wajahnya tidak begitu jelas.


" mengapa saya harus menceritakan kepadamu? " ujar wanita itu.


" Hey!! Nenek kami sedang bertanya kepadamu!! " ujar polisi disebelah hyunbin. " Kau diamlah!! " bentak Hyunbin.


" Baiklah, Bu. kalau begitu ceritakan kepada saya bagaimana ciri ciri gadis itu. "


" Rambutnya panjang, wajahnya cantik, matanya besar.. "


" berbaju merah ? " tanya polisi itu. " iya.."


" Apa yang kau tanyakan. " ucap inspektur.


" Pak, Nenek ini sedang melihat gambar yang ada di pajangan itu. " ujarnya sambil menunjuk gambar itu.


" Bu, apa yang sedang... "


Kemudian, datang seorang gadis. " Maaf, Neneku memang pelupa. dia gampang sekali melupakan sesuatu. " ucap gadis itu.

__ADS_1


" oh..baiklah kalau begitu. bolehkah aku mengambilnya ? (mantel) " hyunbin memberikan uang dan mengambil mantel itu dari wanita tua itu. dan berlalu pergi.


__ADS_2