
Chapter 10 : Melindungi orang yang disayang
Jerome: " Akhirnya aku bisa menemukan kalian jangan harap kalian bisa menghancurkan Pesawat Induk milik kami. Jadi, jika aku memusnahkan kalian beruda mungkin pertempuran ini akan berakhir . Yah, apakah kalian siap untuk mati dan hancur berkeping-keping? "
Hikari: "Beraninya kau denganku. Jangan jangan main denganku lihatlah diri kau tubuh kau itu sudah hancur tangan sudah tidak ada kepala terbelah setengah robot macam apa kau hah?! "
Jerome: "Kau memang benar tubuh robot ini sudah hancur. Tapi, tubuh ini masih bisa aku gunakan untuk menembak mu! "
Jine Six menodongkan sebuah meriam yang ada dibelakang punggungnya kepada Hikari dan Alibi.
Hikari :" Aku harap kau menyesal karena sudah pernah membunuh kami "
Jerome :" Aku tidak akan menyesal sedikitpun. Jadi, selamat tinggal wahai pemimpin sampah yang busuk! "
Jine Six pun menembakkannya dengan dahsyat kearah Hikari dan Alibi yang membuat tubuh mereka hancur berkeping-keping.
Jerome :" Akhirnya aku bisa membunuh mereka berdua juga. Sekarang giliran aku menepati janjiku untuk melindungi kalian semua "
Jine Six pun pergi meninggalkan tubuh robot Hikari dan Alibi..
John :" Sial! Musuhnya tidak habis habis ini aku mulai lelah menembak sana sini. Aku harus istirahat dulu "
Mikel :" Aku juga sama John tapi mana mungkin kita mundur untuk saat ini. Apapun yang terjadi kita harus tetap bertahan "
Tiba tiba ada dua robot yang membawa bazooka dan mengarahkannya ke Keysha dan Kako. Dan dua robot tersebut pun menembakannya
Kako :" Awas Keysha! "
Keysha: " Hah? Kenapa tubuhku tidak bisa bergerak sama sekali dan hanya memandang tembakan tersebut? Apakah ini akhir hidupku? "
Dan " Dugarrrr!!! " tiba tiba muncullah Robot Jine Six yang melindungi Keysha dan Kako dari serangan bazooka.
Keysha: " Je...Je... Jerome?! "
Kako :" Kakak! Kenapa kau melindungi kita? "
Jerome :" Tidak apa apa itu janji ku terhadap kalian semua dan aku harus menepatinya sekarang juga. Yah Kako kalau kakakmu ini tidak ada disampingmu lagi aku harap kamu jangan menangis terus dan jagalah dirimu sendiri "
Jine Six pun meninggalkan Kako dan Keysha dan mulailah dia menyerang pasukan robot tersebut sendirian. Satu persatu amunisi diluncurkan dari Jine Six untuk menyerang pasukan robot.
Fernanda :" Wah Jerome kau hebat juga ya. Tapi aku lebih hebat juga aku akan meledakkan tempat ini sekarang juga. Apakah kau sudah siap Dark Lugiel? "
Dark Lugiel :" Tentu saja aku selalu siap "
__ADS_1
Tapi.. secara mengejutkan Keysha ditembak bagian telapak tangan kirinya oleh salah satu pasukan robot tersebut .
Kako :" Apakah kau tidak apa apa Keysha?. Sini biar aku perban lukamu "
Keysha :" Yah hanya luka sedikit saja. Terima kasih Kako "
Jerome masih sibuk menyerang pasukan robot dengan menggunakan Robot Jine Six. Secara mengejutkan ada robot yang terbang kearah Jerome dengan cepat dan menembakkan laser ke bagian dada Jerome.
Jerome :" Sial! Dasar kalian semua pengecut! Beraninya menyerangku dari belakang! Pengecut semua dasar sampah! Dasar bajingan kalian semua! “
Jerome masih berusaha untuk menyerang mereka dengan tenaga yang tersisa tapi itu semua tidak berhasil pasukan robot menembakki kedua kaki Robot Jine Six sampai hancur. Alhasil, Robot Jine Six pun jatuh karena tidak punya penopang lagi untuk berdiri. " Begebuukkkk!! "
Semuanya pun kaget melihat Robot yang dikendalikan oleh Jerome tiba tiba jatuh....
Kako :" Kakak!!"
Kako langsung berlari kearah Jerome....
Keysha :" Tunggu aku Kako! "
John :" Ini tidak mungkin "
Mikel :" Apakah Jerome sudah dikalahkan? "
Semuanya pun berlari menuju arah Jerome.
Dan semuanya pun sampai di lokasi jatuhnya Robot Jine Six dan tiba tiba disekelilingnya ada pelindung dan Pesawat Induk CH-234 Force juga sama ada pelindung dan diyakini yang membuat pelindung itu adalah Komandan Fernanda karena dia ingin menghancurkan tempat pertempuran.
Fernanda pun melayang diatas langit dan meminum air putih dan tiba tiba muncullah cahaya kilat dan " Booommmm!!! Dugar!! " Fernanda berubah menjadi Dark Lugiel dan ledakannya sangat dahsyat dan memusnahkan semua pasukan robot sekaligus tanpa sisa. Ledakan tersebut pun berakhir.
Dark Lugiel masih berdiri tegak di tengah-tengah kehancuran dan kobaran api sementara itu di lokasi Robot Jine Six.
Kako :" Jangan tinggalkan aku kakak. Aku hanya sendirian dan orang tua kita sudah tidak ada. Kau pasti bisa sembuh "
Jerome :" Ada kakak Keysha dia pasti akan melindungi dan menjagamu. Lagipula kakak tertembak di bagian jantung dan tidak lama lagi kakak akan mati. Maafkan aku adek dan juga semuanya. Kita tidak akan menang pertempuran ini jika tidak ada satu orang yang harus menjadi tumbal dalam pertempuran ini. Aku sangat ikhlas kok untuk menjadi tumbal karena bagiku kalian itu sangat berharga sekali. Aku sudah siap mati sejak sebelum pertempuran ini atau mungkin saat musuh menginvasi wilayah kita "
Keysha: " Aku tidak akan melupakanmu Jerome. Aku mencintaimu lebih dari segalanya walaupun kamu itu tidak pintar dalam pelajaran dan fisik kamu lemah tidak seperti John dan Mikel . Aku mohon kepadamu tetaplah hidup untukku aku tidak mau kehilangan kamu Jerome. Jangan tinggalkan aku sendirian!! "
Jerome: " Mungkin ini adalah takdirku juga aku harus menerimanya. Aku juga mencintaimu Keysha dan aku harap kamu bisa melupakan diriku dan mencari pasangan yang lebih baik dariku. Maafkan aku jika aku pernah menyakiti hatimu Keysha "
Keysha : " Jangan berkata seperti itu Jerome, aku yakin kamu pasti kuat untuk bertahan hidup tunggulah sebentar lagi tim medis akan datang dan mengobati lukamu itu "
Jerome pun tidak sadarkan diri lagi dan nafasnya berhenti begitu juga jantung dan paru parunya berhenti berdetak...
__ADS_1
Kako: " Jangan jangan? Ini tidak dipercaya! Kakak jangan tinggalkan aku sendirian. Kakak bangun kakak aku mohon kakak!! "
Keysha :" Sudahlah tuh Kako. Ikhlaskan saja Kako. Kita semua juga begitu merasa kehilangan sahabat kita. Kalau perlu aku akan menjadi kakak penggantimu untuk menggantikan Jerome( Keysha memeluk Kako) "
Semuanya pun menangis atas meninggalnya Jerome dan pada hari itu juga Hari Rabu tanggal 20 Bulan Maret Tahun 2032. Dan semuanya pun melihat kearah Dark Lugiel dengan mata yang masih bergelimang air mata. Semuanya pun naik ke pesawat, bangkai robot Jine Six dan tubuh Jerome juga ikut dibawa serta ke dalam Pesawat CH-234 Force.
Pesawat tersebut menuju ke Indonesia dan akan mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Setelah 5 jam lamanya Pesawat CH-234 Force tiba di Bandara Soekarno Hatta pada pukul 3 sore. Disana juga ada ambulans dan para Pasukan TNI berada disana. Setelah lepas landas semuanya pun keluar dari pesawat. Peti mati yang berisi mayat Jerome pun dibawa oleh ambulans dan akan dibawa ke Rumah Sakit Jendral Gatot Subroto untuk menjalankan otopsi dan setelah itu akan dimakamkan ke TMP Kalibata.
Teman teman Jerome pun tidak bisa berhenti menangis terutama Kako sang adik Jerome yang air matanya terus mengalir.Fernanda pun menghampiri Kako dan menghiburnya..
Fernanda: " Sudahlah dik Kako jangan menangis terus nanti matamu bengkak loh. Ikhlaskan saja kakakmu agar dia bisa beristirahat dengan tenang dan dia juga mati sebagai pahlawan. Banyak orang yang ingin mati seperti kakakmu itu mati sebagai pahlawan yang terhormat "
Kako : " Tapi aku tetap saja tidak menerimanya begitu saja. Kakakku adalah satu satunya penggantiku untuk menghiburku selain orang tua. Orang tua ku juga sudah mati dan aku hanya mempunyai kakak. Sial! Aku akan membunuh pencipta robot itu dengan tanganku sendiri agar dendamku terbalas "
Fernanda : " Masih belum paham juga ternyata"
Fernanda pun menarik tangan Kako dan membawanya ke hadapan Keysha dan Fernanda juga menghadapkan muka Keysha dengan Kako
Fernanda: " Nah kalau begitu inilah kakak penggantimu . Kakak Keysha Armatrian. Jreeengggg!"
Kako pun bertanya kepada Keysha
Kako: " Apakah kak Keysha bersedia menjadi kakak baruku? "
Keysha: " Tentu saja aku mau. Aku akan menjagamu dan mengurusimu dengan benar. Dan aku juga sudah anggap kau sebagai adikku sendiri saat aku bermain ke rumahmu untuk bertemu dengan kakakmu "
Kako: " Terima kasih kak. Aku sayang ama kakak. Jadi aku tidak kesepian lagi deh Hehehehehe "
Keysha :" Tidak usah berlebihan seperti itu "
Fernanda :" Akhirnya kalian bisa mengerti satu sama lain dan menjadi kakak adik yang sangat serasi hehehe. Kalian semua juga bisa kok untuk tinggal dirumah kakak. Tenang saja kalian tidak akan merepotkanku kok “
" Wah terima kasih kakak "
Semuanya pun langsung pergi menuju Rumah Sakit Jendral Gatot Subroto untuk menyolati Jerome dan dibawa ke TMP Kalibata. Pemakaman Jerome dilakukan dengan tradisi pemakaman para pahlawan yaitu dengan adanya suara tembakan senjata yang mengarah ke langit. Jasad Jerome pun berhasil dimakamkan dan semua teman terdekatnya meletakkan bunga di tanah dan mendoakan Jerome. Chapter 10 pun selesai.
Jerome Wattkins
Lahir : Tokyo, Jepang 12-10-2014
Wafat : Hiroshima, Jepang 20-03-2033
To Be Continued....
__ADS_1
Chapter selanjutnya adalah Membunuh Sang Dewa Robot