
Chapter 17 : Sebuah Janji Yang Sudah Ditepati
Pada tanggal 22 Mei 2032 Armada Indonesia yang berada digaris pertempuran akhirnya memutuskan untuk balik ke Indonesia setelah memenangkan pertempuran yang sangat besar. Dewan Tinggi dan Pemerintah Pusat pun merasa senang mendengarnya karena negaranya bisa membawa kemenangan yang sangat besar atas Pasukan Aliansi Dunia.
Dan setelah itu juga ada upacara pemakaman di TMP Kalibata untuk memakamkan pasukan yang mati. Sangat diuntungkan sekali korban pasukan yang mati akibat peperangan ini sangat sedikit sekali.
Dan setelah itu Jendral Imlay Mikel Eversmann dilantik menjadi Panglima Militer karena prestasinya bisa mengalahkan Pasukan Aliansi Dunia oleh Presiden dan Imlay pulang ke rumahnya.
Imlay : " Aku pulang sayangku "
Natashya yang mendengar suara suaminya pulang langsung bergegas menuju pintu depan dan memeluknya. Imlay pun juga memeluk Natashya dengan pelukan yang sangat hangat sekali..
Natashya : " Imlay! Akhirnya kau Imlay pulang juga aku menangis bahagia. Sudah 2 hari aku kesepian sekali tanpamu dan aku mengetahuinya bahwa kau akan pulang "
Imlay : " Yah aku berhasil menepati janjiku perang kali ini sangat mudah sekali. Saya tidak tau apa yang dipikirkan oleh Laksamana William. Ah, lupakan saja yang terpenting kita berdua berkumpul lagi di rumah yang sama dan akan menikmati momen bahagia ini dengan kita berdua saja "
Natashya : " Hehehe "
Sementara itu dirumah Fernanda....
Fernanda : " Assalamualaikum, aku pulang Salva "
Fernanda pun terkejut karena saat dia membuka pintu Salva sudah ada didepan pintu dengan ekspresi marah....
Salva : " Kau ini sangat lama banget Nanda ini sudah 2 hari kita berpisah dank au tidak pernah memberikanku kabar saat kau berjuang di medan tempur sebenarnya apa yang kau pikirkan hah?! "
Fernanda : " Ah ya. Maafkan aku lupa untuk mengabarimu aku juga pusing memikirkan startegi terus jadi tidak sempet untuk mengabarimu "
Salva pun memeluk Fernanda dengan ekspresi menangis bahagia..
Salva : " Walaupun kau tidak mengabariku aku akan tetap menunggu kepulanganmu Fer. Walaupun kau mati sekalipun dalam pertempuran aku senantiasa akan menunggu terus dan selalu ingat kamu "
Fernanda yang mendengar ucapan Salva terkejut dan membayangkan kejadian kedepannya yang akan menimpanya..
Fernanda : " Aku juga akan selalu ingat kepadamu dan kita berdua akan melewati rintangan bersama sama dan mati berdua dalam keadaan bahagia "
__ADS_1
Cerita berpindah ke Moscow....
Kondisi Moscow yang sangat memprihatinkan kota tersebut hancur lebur akibat pertempuran. Laksamana William dan Kapten Vitas pun akhirnya sadar dari pingsan dan melihat semuanya hancur lebur. Dan ada pasukan medis datang menyelamatkan mereka dan membawa mereka berdua ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Setelah pemeriksaan akhirnya mereka dibawa ke Markas Pusat.
William : " Hey laporkan apa yang terjadi dengan pasukan aliansi! "
" Baik. Menurut yang kami dapatkan Kondisi Kekuatan Aliansi sekarang sangat lemah sekali. Benua Afrika, Amerika Serikat, China, Rusia, Australia dan Negara- negara di Asia Tenggara sudah musuh kuasai dan dihancurkan satu per satu "
William : " Seperti itu ya nampaknya kita mengalami kerugian yang sangat besar "
Vitas : " Dilihat dari kemampuan musuh mereka memiliki orang yang sangat berkompeten dan ahli dalam hal strategi dan teknisi. Tak diragukan lagi orang yang memimpin pertempuran ini adalah orang yang termasuk didalam daftar pembunuhan orang penting "
William : " Jangan bilang?! "
Vitas : " Benar, dia adalah Jendral Imlay Mikel Eversmann sang Dewa Cahaya yang ajaib tak kusangka dia yang akan menjadi lawan anda dalam pertempuran kali ini "
William : " Mungkin kita sudah meremehkan dia yah tak masalah kita masih punya kesempatan untuk mengumpulkan kekuatan yang besar untuk pertempuran selanjutnya jadi kita lebih bersiap-siap lagi dalam menghadapi musuh yang kuat ini. Dan sekarang hubungkan semua negara negara yang tergabung dalam Aliansi Dunia ini! "
Pasca kekalahan besar yang dialami oleh Pasukan Aliansi Dunia secara mengejutkan Negara Palestina dan Jepang membelot ke Pasukan Indonesia karena hal itulah Pasukan Aliansi Dunia kehilangan sebagian kekuatan nya lagi....
Imlay : " Negara Jepang dan Palestina mengkhianati Pasukan Aliansi Dunia dan ingin bergabung dalam Pasukan Indonesia sangat sulit untuk dipercaya. Yah, Nanda bagaimana menurutmu tentang ini? "
Fernanda : " Yah itu hal yang cukup sangat mengejutkan dan kemungkinan bisa saja pembelotan kedua negara ini akan menjadi mata-mata Pasukan Aliansi Dunia. Yang penting kita tidak boleh lengah dalam mengawasi pergerakan kedua negara ini! "
Imlay : " Sepertinya kau sudah berpikir sejauh itu ya? Tapi aku akan memanfaatkan sebaik-baiknya untuk pertempuran. Kau tahu kan rasanya menjadi umpan. Yah itu maksudku aku akan memaksimalkan pasukan kedua negara untuk menjadi umpan atau sasaran yang empuk bagi Pasukan Aliansi Dunia "
Fernanda : " Kau sangat cerdas sekali Imlay mari kita lakukan rencana ini bersama-sama "
Imlay : " Yah "
Imlay dan Fernanda pun berjabat tangan..
Malam hari telah tiba Imlay dan Natashya pergi ke sebuah restoran untuk makan malam berdua.
Natashya : " Akhirnya kamu mengajakku untuk makan malam bersama direstoran aku sangat sayang sekali sama kamu kamu pasti selalu menepati janjimu "
__ADS_1
Imlay : " Yah tidak apa apa lagian sudah lama kita berdua tidak pernah kerestoran saat kita berdua masih pacaran. Sekarang kamu sedang hamil jadi pilihlah menu secukupnya agar bayi kita tidak kenapa napa "
Natashya : " Jangan khawatir sayang "
Imlay dan Natashya pun memesan makanan kepada pelayan dan makanan pun tiba di meja makan mulailah Imlay dan Natashya makan dengan lahap dengan rasa penuh bahagia dan ceria. Bahkan Imlay sempat menyuapi spaghetti untuk Natashya.
Natashya : " Ah sangat enak sekali! Aku sangat kenyang Imlay "
Imlay : " Ya aku juga begitu. Saya bayar dulu makanannya dan kita berdua akan pulang ke rumah "
Imlay dan Natashya menuju ke kasir untuk membayar makanannya dan mereka berdua keluar dari restoran. Tapi ditengah perjalanan pulang Natashya meminta kepada Imlay untuk membelikannya es krim dan Imlay pun membelikannya.
Natashya : " Cobalah Imlay es krim rasa strawberry ini sangat enak loh! "
Imlay : " Tidak usah habiskan saja es krim mu itu "
Natashya : " Ayo coba dulu lah sayang "
Natashya pun menyuapi es krim ke mulut Imlay dan Imlay pun terpaksa untuk menelan es krim tersebut
Natashya : " Bagaimana rasanya enak bukan? "
Imlay : " Iya enak "
Natashya : " Hehehe "
Tiba-tiba Imlay pun mencium keningnya Natashya dan berkata " Tetaplah seperti ini Natashya jangan pernah berubah sedikitpun sampai kapanpun kita akan tetap bersama dan aku akan mencintaimu selalu "
Natashya yang mendengar perkataan Imlay sontak membuat muka Natashya memerah tersipu malu dan membalas perkataan Imlay " Aku juga mencintaimu Imlay "
Sementara itu di Jepang ada seseorang yang berdiri di Menara Tokyo dan mukanya tertutup oleh penutup jubah hitam dan orang tersebut tertawa. Orang tersebut adalah....
To Be Continued....
Chapter selanjutnya adalah Menusuk lebih dalam
__ADS_1