
Chapter 25 : Jalan menuju kematian
Destruction! Destruction! Final Destruction! Destruction!
Will be here any minute!
This war is coming to an end, so I'm prepared
End!
A lot of blood will be on the streets
Blood!
Blood! Corpse! Destruction! Death!
I'm going to destroy everything with nothing left
I'll never tell him and it'll all be over
.........
Everything will be gone, broken and broken
All mankind just looked on and prayed
When it's all over I want to live with my partner
But I would never...
__ADS_1
My Friends!
Everything disappears and I die
Destruction! Final Destruction! Coming Destruction!
Armada Imlay Mikel Eversmann sudah tiba di Rusia....
Kapten Daffa : " Jendral, kita sudah tiba di Rusia "
Imlay : " Bagus sekarang siapkan semuanya turunkan semua pasukan angkatan darat dan kita akan mengalahkan militer musuh yang tersisa disini dan kita angkatan udara akan langsung menuju pusat musuh! "
Kapten Daffa : " Baik "
Pasukan Angkatan Darat pun melakukan terjun payung dan bersiap siap untuk bertempur di darat. Pesawat Jet tempur sudah disiapkan dan memulai lepas landas untuk menyerang perlengkapan militer di Rusia. Seluruh Armada Imlay menuju markas pusat aliansi dan disana mereka sudah dicegat oleh banyak militer rusia dan mau tidak mau Armada Imlay harus mengalahkan mereka terlebih dahulu.
Sementara itu, Pesawat Induk Xionnes-703 milik Imlay dan pasukannya tetap terbang menuju markas pusat tanpa hambatan karena pandangan musuh sudah teralihkan. Dan akhirnya pesawat induk tersebut berhasil menghancurkan markas pusat yang dijaga ketat banyak pasukan. Untuk saat ini armada Imlay sudah memenangkan pertempuran melawan sisa-sisa pasukan di Rusia dan berniat untuk bergabung dengan Armada Laksamana Tomi di Pakistan.
Tomi : " Sial! Kalau begini kita akan kalah kalau begini kita harus mundur dulu dan susun ulang strategi kita!
Pasukan Laksamana Tomi pun mundur perlahan tapi keadaan berubah menjadi mencekam setelah Laksama Tomi ketembak peluru dibagian dadanya dan mengeluarkan darah.
Kapten Ahmad : " Kau baik baik saja Laksamana? "
Laksamana Tomi : " Aku sudah tidak kuat untuk berjalan lagi. Aku serahkan kepimpinan komandoku kepadamu. Aku sudah berakhir disini aku akan bertempur dan mengulur waktu untuk kalian agar bisa mundur "
Kapten Ahmad : " Laksamana, terima kasih kau sudah memimpin kami dengan baik. Semoga kamu mati dengan tenang aku pergi laksamana "
Kapten Ahmad pun meninggalkan Laksamana Tomi. Laksamana Tomi terus menembaki para pasukan Aliansi sampai peluru nya habis dan hanya sisa pistol saja. Dan Bazoka ditembakkan oleh Aliansi dan mengarah ke Laksamana Tomi sehingga membuat tubuh Tomi hancur dan hanya tinggal badannya saja kakinya sudah hancur. Tubuh Laksamana Tomi pun dibawa oleh Aliansi walaupun sudah mati ada pasukan aliansi yang menancapkan sebuah pisau ke mata kanan Tomi.
__ADS_1
Keadaan berpindah ke pesawat induk Xionnes. Keadaan terdiam saat Kapten Ahmad melaporkan bahwa Laksamana Tomi sudah mati dan jasadnya dibawa oleh pasukan aliansi. Ekspresi Jendral Imlay menangis bercampur marah karena dia telat untuk bergabung dengan Laksaman Tomi untuk bertempur di Pakistan dan merasa dirinya harus bertanggung jawab atas kematian Laksaman Tomi.
Robot Jine-Six membantu pertempuran Aliansi Perdamaian Asia dalam pertempuran yang berlangsung di Thailand. Dan akibatnya Pasukan Aliansi Dunia juga mengalami kekurangan pasukan akibat serangan yang dilancarkan oleh Robot Jine-Six. Wilayah Thailand sudah berhasil dikuasai sepenuhnya oleh Pasukan Aliansi Perdamaian Asia. Dan sisa sisa pasukan yang masih hidup akan bertolak ke Filipina untuk membantu Armada Lettu Andik Sariono yang krisis pasukan ditengah tekanan yang dilancarkan oleh Aliansi Dunia...
Armada William Delta Van Liechstensein sudah tiba di Rusia...
Vitas : " Kita sudah tiba di Rusia Yang Mulia! "
William : " Baiklah, mari kita menghukum mereka semua karena sudah berani-beraninya masuk ke kandang singa. Jangan lepaskan mereka satupun dan ingat bawa kepala komandan mereka ke hadapanku! "
Vitas : " Baik Yang Mulia! "
Sudah saatnya pertemuan untuk kedua kalinya antara dua komandan hebat dikedua belah pihak. Imlay Mikel Eversmann dari Aliansi Perdamain Asia dan William Delta Van Liechstensein dari Aliansi Dunia. Mereka akan bertempur lagi untuk kedua kalinya sampai akhir. Dan hasilnya akan dipertaruhkan dalam pertempuran ini.
Scene ditutup dengan seorang laki laki yang sedang membaca buku di Museum Yunani Kuno. Dan buku tersebut berisi gambar seekor raksasa yang menyerang umat manusia..
To Be Continued....
Chapter selanjutnya adalah Selamat tinggal untukmu
" Arghhh, sakit!! "
Uwek uwek uwek( suara tangis bayi)
" Bayi anda telah lahir ya ibu. Selamat ibu melahirkan anak ibu dalam kondisi normal "
" Dorr!! " Suara Pistol. Hujan turun deras di sebuah kota dan muncullah sebuah kepala manusia di atas meja.
" Aku akan menghancurkan kalian semua. Kalian sudah sangat berani sekali untuk membunuh sahabat terdekatku!! "
__ADS_1
" Aku senang karena kau sudah lahiran dengan selamat. Sekarang kita beda dunia aku bisa melihatmu dari alam sana saja semoga kau sehat sehat saja, Natahsya "
Saksikan Chapter 26 : Selamat tinggal untukmu!