
Chapter 5 : Ilmuwan Yang Sangat Jenius
Pada Tahun 350 Masehi di Planet Stourus ada seorang remaja yang bernama Rainer Johnluvic Kircheis yang sedang membuat karya yang bisa berpengaruh untuk kehidupan para manusia di Planet Stourus. Dia sedang membuat beberapa robot untuk membantu kegiatan manusia. Dan 5 tahun akhirnya karyanya diakui oleh semua orang yang tinggal di Planet Stourus. Robot hasil karyanya pun mulai laku untuk dijual di pasaran dan mendapatkan respon positif dari semua orang.
Scene menampakkan pemakaman dan disana ada Rainer yang sedang mengunjungi makam kedua orang tuanya.
" Ayah ibu lihatlah anak mu ini. Anakmu ini berhasil membuat karya yang sangat berguna untuk semua orang disini. Tapi yang saya sedihkan kalian tidak ada disampingku saat aku berhasil. Aku harap kalian semua tenang di sana " Kata Rainer dengan wajah nangis yang penuh air mata
10 Tahun berlalu Usia Rainer menginjak 30 Tahun, dan dia sedang sibuk membuat sebuah robot tempur yang memiliki tinggi 12 Meter dan rencananya akan dibuat oleh zirah yang sangat tebal dan digabung juga dengan Titanium. Dan berhasillah dia membuat robot tempur yang sangat kuat .
" Akhirnya aku berhasil membuat robot tempur yang berukuran 12 meter juga. Dan sekarang aku beri nama dengan Jine-Six "
Kabar tentang Rainer yang berhasil membuat robot tempur pun juga tersebar ke seluruh orang di Planet Stourus . Alhasil banyak orang yang ingin mencuri robot tempur buatan Rainer. Dan semenjak ada berita tentang robot tempur yang dibuat oleh Rainer banyak kasus pembunuhan yang terjadi dimana mana.
" Kenapa semenjak aku ciptakan robot tempur kasus pembunuhan banyak terjadi. Apakah ini salahku semua? Aku merasa sangat tertekan dasar manusia serakah. Aku akan membunuh kalian semua!! "
Kata Rainer dengan perasaan marah dan wajah yang sangat kesal
Pada malam harinya Rainer melakukan aksinya menghancurkan rumah satu persatu dan melakukan pembantaian massal dengan menggunakan robot tempur bikinannya. Akhirnya Misi Rainer berhasil membunuh semua orang.
" Aku hanya ingin menciptakan karyaku yang berguna bagi semua orang tapi kenapa itu justru malah jadi bumerang? Aku sama sekali tidak mengerti dan sekarang Planet yang kutinggal menjadi lautan api dan manusia sekarang semuanya mati. Dan sepertinya aku harus menciptakan banyak robot dan planet ini akan menjadi planet robot Hahahahaha!! " Kata Rainer
Mulailah Rainer menciptakan banyak robot untuk menjadi pasukan dia siang malam tanpa henti. Dan pada suatu ketika dia melihat sebuah informasi dari Planet yang bernama Bumi dia melihat disana Tahun 2031 sedang ada pembantaian massal besar besaran yang menewaskan banyak manusia hingga 100 % .
" Informasi apakah ini bukannya ini sungguh sangat keji?" Tanya Rainer
" Itu memang benar dan menurut informasi yang saya ketahui disana juga ada manusia yang serakah dan saling membunuh untuk mencapai apa yang mereka raih dan kasusnya sama seperti manusia disini untuk merebut robot tempur milik tuan "
" Jadi begitu baiklah aku perintahkan kau dengan pasukan robotmu itu pergi ke bumi untuk membunuh semua manusia dan raihlah perdamaian sejati "
" Baik Tuan "
Dan begitulah asal usul dari penyerangan Kaum Robot untuk membantai semua manusia di bumi dirancang sendiri oleh Ilmuwan yang sangat jenius.
__ADS_1
Disini kita bisa ambil hikmahnya jika kita merusak karya orang lain orang tersebut akan marah dan akan balas dendam kepada kita.
Scene berpindah ke luar angkasa
" Yang Mulia 5 Km lagi kita akan sampai kebumi dan didepan kita sepertinya ada gangguan dan mereka adalah astronot dari bumi untuk melakukan penelitian di luar angkasa "
" Hancurkan saja mereka "
" Baik Yang Mulia "
Pesawat tempur robot tersebut pun menembaki para roket roket astonot yang menghalanginya dan roket pun berhasil dihancurkan dan para astronot di dalamnya tidak ada yang berhasil hidup. Para robot tersebut melewati bangkai roket begitu saja.
Scene berpindah ke Perpustakaan Nasional milik Indonesia.
Scene menampakkan Fernanda yang sedang membaca buku Ilmu pengetahuan diatas gedung. Dan seorang perempuan sedang berlatih memainkan biola.
" Hey kau ini mengapa latihan biola disini? " Tanya Fernanda
" Yah tidak apa apa sih dan kau sepertinya adalah pasukan elite "
" Hehehe aku sangat beruntung sekali bertemu denganmu. Kau mungkin kenal kekasihku yang merupakan temanmu di markas "
" Siapa ya? Imlay? "
" Iya benar sekali Fernanda "
" Etto, bagaimana kau bisa kenal namaku? "
" Oh iya aku lupa memperkenalkan diriku. Namaku adalah Natashya Clara Edwars dan aku kenal dirimu saat diriku yang dulu sedang memberikanmu air di sebuah taman hiburan “
" Apakah iya? Waktu itu aku mengatakan apa kepadamu? "
" Kau mengatakan kepadaku untuk tidak memberikanmu air karena itu akan merepotkanku saja "
__ADS_1
" Ah aku pernah mengatakan hal itu kepadamu ya? Sudah lah lupakan saja "
Tiba tiba datanglah Imlay menghampiri mereka.
Imlay : " Hey kalian "
Fernanda : " Hey Imlay kenapa kau ada disini? "
Imlay : " Yah aku ingin mengajak jalan jalan bersama dengan Natashya saja sih. Eh iya beruntung juga kita bertiga disini mari kita foto bersama "
Imlay pun meletakkan kamera dan mulailah hitung mundur untuk berfoto..
Imlay :" Ayo senyum! "
Dan akhirnya Imlay, Fernanda dan Natashia berfoto juga. Dengan posisi Fernanda disebelah kiri, Natashia di posisi tengah dan Imlay di posisi kanan.
Waktu menjelang sore..
" Kami pergi dulu ya Fernanda "
" Oh iya hati hati ya. Semoga kalian cepat cepat segera menikah "
Fernanda pun melihat ke atas langit dan berkata
" Ah kenapa ya padahal aku baru saja melakukannya kemarin dan sekarang ada masalah lagi benar benar sangat merepotkan. Tapi yang aku takuti adalah bagaimana pendapat PBB tentang buku yang dikarang oleh Jeffrey Colney apa langkah mereka selanjutnya dan aku juga bisa melihat kematian Imlay ditembak oleh salah satu pasukan Aliansi Dunia . Aku harus benar benar menyelamatkan semuanya sebelum itu benar benar terjadi! "
Scene berpindah ke Luar Angkasa dan disana menampakkan Para Pasukan robot yang sedikit lagi akan tiba di bumi.
" Akhirnya sebentar lagi bumi akan kita kuasai dengan mudah dan membunuh semua manusia itu Hahahaha!!! "
Kata Hikari dengan perasaan tertawa
To Be Continued
__ADS_1
Chapter selanjutnya adalah Percaya diri