
Chapter 20 : Ikhlas dalam menerima kenyataan yang pahit
Scene menampakkan pada tahun 2033 keadaan Indonesia hancur lebur dan ditampakkan Monas juga hancur akibat pertarungan Dewa Kegelapan Vs Neonex.
Neonex : " Dunia ini sudah berakhir jadi apa yang mau kau akan lindungi? "
Dewa kegelapan : " Memang semuanya sudah berakhir tapi disinilah tempat ku dilahirkan dan aku mempunyai kewajiban untuk melindungi dunia ini dari serangan orang yang tak dikenal! "
Neonex : " Kalau begitu aku akan mematikanmu sekalian agar kau tidak kesepian lagi! "
Pertarungan mereka pun terus berlanjut lagi ditengah tengah kehancuran dan gedung-gedung yang sudah runtuh dan berkobar banyak api.
Scene kembali ke Jepang yang menampakkan tubuh dewa kegelapan yang tanpa kepala dan kepalanya juga sudah hancur. Darah mengelilingi sekitar tubuh lord dan mulailah kemunculan dimensi milik dewa kegelapan dan disana ada Fernanda yang sedang tertidur diatas gedung.
Fernanda : " Dimana ini? Rasa-rasanya aku pernah kesini apakah ini adalah dimensi milik dewa kegelapan? "
Lord : " Iya benar, kita sudah kalah dalam pertarungan melawan Neonex kekuatannya melebihi kita bukan tak mungkin kita akan dikalahkan dengan mudah "
Fernanda : " Tapi mengapa aku masih terjebak didalam dimensimu? Seharusnya aku sudah keluar dari dimensimu "
Dewa kegelapan : " Aku membawamu kesini untuk memalsukan kematianmu aku merasakan bahwa Neonex akan bisa menghancurkan bumi ini makanya itulah kita mengumpulkan kekuatan sebesar mungkin agar bisa mengalahkan Neonex! "
Fernanda : " Sepertinya ada seseorang yang sedang menuju kesini dengan Pesawat Induk Xionnes-703 "
Dewa kegelapan : " Aku akan tidur lama sekali dan akan bangun pada tahun 2033 jadi nanda jangan terlalu sering menggunakan kekuatan dan jagalah dirimu sendiri. Aku akan menyembunyikan keberadaan mu didalam dimensiku untuk sementara ini sampai kamu bener bener pulih tubuhmu yang telah terpotong itu "
__ADS_1
Scene kembali ke Jepang yang dipenuhi kobaran api dan gedung gedung yang sudah hancur...
Pesawat Xionnes-703 tiba dilokasi dan menemukan tubuh dewa kegelapan pesawat tersebut pun mendarat...
Imlay : " Kepala dewa kegelapan sudah hancur dan banyak darah yang mengelilingi tubuh ini tapi dimanakah keberadaan Fernanda? Aku tidak menemukannya sama sekali "
Kapten Daffa : " Saya dan para pasukan tidak bisa menemukannya komandan "
Imlay : " Dimanakah kau Fernanda? Hah? Apakah ini? "
Imlay menemukan secarik amplop yang berisikan sebuah surat diantara darah. Imlay melihat surat tersebut dari Fernanda untuk Salva yang berisikan bahwa dia tidak akan pulang dalam misi ke Jepang karena akan bertarung melawan Euforian dan juga akan dinyatakan mati cepat atau lambat.
Imlay : " Jadi begitu ya, dia sudah menceritakan semuanya apa yang terjadi kedepannya tapi dia masih merahasiakan apa yang terjadi kepadaku selanjutnya aku sangat penasaran sekali apa yang terjadi nantinya? "
Imlay pun pergi bersama pasukannya ke pesawat dia terlihat menangis sambil membawa surat pesawat Xionnes pun pergi dari Jepang....
Imlay melihat sebuah foto bareng dengan Fernanda saat pertama kali bertugas sebagai militer untuk pertama kalinya.
" Aku tidak menyangka kalau waktu berputar dengan cepat dan aku tidak akan pernah bertemu sahabat sejatiku lagi untuk selamanya. Aku akan menyampaikan surat ini kepada Salva sebagai teman dekatnya "
Imlay pun pergi dari Markas Special Eagles dan mengunjungi rumah Fernanda. Setelah tiba dirumah Fernanda Imlay membunyikan bel rumah dan Salva pun membukakan pintunya..
Salva : " Cari siapa ya? Etto.. Kau Imlay kan? "
Imlay : " Iya saya Imlay aku kesini hanya ingin memberikan surat ini "
__ADS_1
Salva : " Surat dari siapa ya? "
Imlay : " Kau akan mengetahuinya jika kamu membaca "
Mata Imlay terlihat masih memerah dan mengeluarkan air mata dan Salva mencurigai isi surat yang diberikan oleh Imlay. Imlay pun pergi meninggalkan Salva.
Salva menutup pintu dan mulai membaca surat tersebut sampai habis dan akhirnya kebenaran terungkap tentang kondisi orang tersayangnya. Salva pun menangis dan juga pingsan di tempat sofa. Keysha yang turun dari tangga menyadari hal itu lantas membangunkan ibu angkatnya dengan pakai minyak kayu putih dihirupkan ke hidungnya.
Salva pun terbangun..
Keysha : " Apa yang terjadi bunda? "
Salva : " Bunda hanya sedih saja membaca surat ini tapi sebaiknya kalian tidak perlu tau apa isi surat ini jika kalian tau kalian pasti juga akan merasa sedih "
Keysha : " Iya bunda kami tidak akan membacanya "
Salva pun meninggalkan Keysha dalam keadaan menangis. Keysha sangat penasaran dengan isi surat tersebut.
Scene berbalik ke Markas pusat Aliansi Dunia
William : " Jadi begitu ya, musuh sudah kehilangan kekuatan besarnya yang berpusat kepada dewa kegelapan "
Vitas : " Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang komandan? "
William : " Kita akan melancarkan serangan habis-habisan ke Indonesia dan memberikan hukuman kepada mereka hahahaha!! "
__ADS_1
To Be Continued....
Chapter selanjutnya adalah Deklarasi perang habis-habisan